Novel Sebut OTT di Probolinggo Hasil Turun Tangan 'Raja OTT' Yang Disingkirkan Lewat TWK Penyelidik KPK nonaktif Harun Al Rasyid. (Foto: Ponco)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Minggu (29/8) dini hari.

Dalam OTT di Probolinggo, Jawa Timur, tim penindakan KPK diduga menangkap sejumlah pihak mulai dari kepala daerah hingga aparatur sipil negara (ASN).

Baca Juga:

OTT di Probolinggo, KPK Amankan 10 Orang

Penyidik KPK nonaktif Novel Baswedan mengungkapkan, 'Raja OTT' turun tangan dalam operasi senyap yang diduga menangkap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, anggota DPR dari fraksi Partai NasDem.

Adapun 'Raja OTT' yang dimaksud adalah Penyelidik KPK nonaktif Harun Al Rasyid. Harun dijuluki 'Raja OTT' lantaran banyak terlibat dan memimpin operasi senyap di lembaga antirasuah.

"Setelah sekitar empat bulan KPK enggak bisa OTT, akhirnya Raja OTT yang tidak diluluskan TWK untuk disingkirkan dari KPK yang turun tangan untuk bisa dilakukan OTT," kata Novel dalam keterangannya, Senin (30/8).

Logo KPK. (Foto: Antara)
Logo KPK. (Foto: Antara)

Novel menyayangkan langkah pimpinan KPK yang enggan mencabut SK No.652/2021 yang menetapkan 75 pegawai KPK Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan hasil TWK. Dalam SK itu pula, para pegawai yang TMS diminta menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsung.

"Sangat disayangkan langkah dan sikap Pimpinan yang tidak mau mencabut SK 652 dan membuat skandal penyingkiran 75 pegawai KPK sehingga membuat KPK terhambat untuk bekerja dengan baik," ujar Novel.

KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. KPK berjanji akan menginformasikan lebih lanjut ihwal OTT tersebut. (Pon)

Baca Juga:

KPK OTT Diduga Suami Istri Bupati dan Anggota DPR di Probolinggo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Survei: Demokrat Geser Golkar di Tiga Besar, Dekati Gerindra
Indonesia
Survei: Demokrat Geser Golkar di Tiga Besar, Dekati Gerindra

Survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting menempatkan Partai Demokrat pada posisi tiga besar menggeser Partai Golkar.

Saat Pandemi, Duit Orang Super Kaya Tambah Rp 215 Juta Per Detik
Indonesia
Saat Pandemi, Duit Orang Super Kaya Tambah Rp 215 Juta Per Detik

Namun, lebih dari 160 juta orang diperkirakan jatuh miskin selama krisis kesehatan saat ini.

Tarik Minat Investor, Pemkab Cirebon Bentuk Satgas Investasi
Indonesia
Tarik Minat Investor, Pemkab Cirebon Bentuk Satgas Investasi

Pemerintah Kabupaten Cirebon me-launching Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi dan Pelayanan Umum.

Usai Tuding Anies Terima Gratifikasi Rumah, Denny Siregar Diminta Tobat
Indonesia
Usai Tuding Anies Terima Gratifikasi Rumah, Denny Siregar Diminta Tobat

Rumah itu bukan berada di kawasan Kebayoran Baru

Anggia Tesalonika Akui Terima Mobil hingga Disewakan Apartemen oleh Edhy Prabowo
Indonesia
Anggia Tesalonika Akui Terima Mobil hingga Disewakan Apartemen oleh Edhy Prabowo

Sekretaris pribadi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, Anggia Tesalonika Kloer mengakui menerima mobil hingga disewakan apartemen oleh Edhy Prabowo.

Waketum PKB Sebut Kader dan Kiai NU Minta Cak Imin Maju di Pilpres 2024
Indonesia
Waketum PKB Sebut Kader dan Kiai NU Minta Cak Imin Maju di Pilpres 2024

"Banyak desakan kepada Ketua Umum PKB Gus AMI, dan desakan itu karena beliau dianggap satu-satunya representasi tokoh dari NU," ucap Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid

200 Ribu Lebih Warga Kota Tangerang Dapat Bansos, per Keluarga Terima 10 Kg Beras
Indonesia
200 Ribu Lebih Warga Kota Tangerang Dapat Bansos, per Keluarga Terima 10 Kg Beras

Herman menambahkan, beras yang disalurkan sebanyak 2.031.710 kg

Jokowi Diminta Bersuara Atas Kisruh Partai Demokrat Oleh Anak  Buahnya
Indonesia
Jokowi Diminta Bersuara Atas Kisruh Partai Demokrat Oleh Anak Buahnya

"SBY pernah mengangkat Moeldoko jadi Panglima TNI tapi 'air susu dibalas dengan air tuba' dan menggunting dalam lipatan," kata Jerry.

MUI Sebut Virus Punya Sifat Mutasi, Penyebarannya Hanya Masalah Waktu
Indonesia
MUI Sebut Virus Punya Sifat Mutasi, Penyebarannya Hanya Masalah Waktu

Harus yakin dengan berserah diri hanya pada Allah SWT

Perkembangan Baru Kasus COVID-19 di Kota Gudeg
Indonesia
Perkembangan Baru Kasus COVID-19 di Kota Gudeg

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat total angka akumulasi kematian sejak awal pandemi sampai Minggu (17/10) sebanyak 5.232 kasus.