Novel: Penyingkiran Pegawai Tahap Akhir Matikan Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) menjadi alat untuk menyingkirkan 51 pegawai yang sudah ditarget sebelumnya.

"Dengan adanya perubahan dari 75 menjadi 51, jelas menggambarkan bahwa TWK benar hanya sebagai alat untuk penyingkiran pegawai KPK tertentu yang telah ditarget sebelumnya," kata Novel lewat keterangannya, Selasa (25/5).

Baca Juga:

Direktur KPK Nilai Pemecatan 51 Pegawai Bentuk Pembangkangan Terhadap Jokowi

Diketahui sebanyak 51 dari 71 pegawai KPK yang tidak lolos asesmen TWK sebagai syarat alih status jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bakal dipecat. Sementara 24 pegawai lainnya dinilai masih dimungkinkan untuk dilakukan pembinaan sebelum diangkat menjadi ASN. Mereka akan diminta kesediaannya untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara serta TWK ulang.

Kebijakan tersebut diambil bedasarkan penilaian asesor dan disepakati bersama antara pimpinan KPK, KemenPAN RB, Kemenkum HAm dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). dalam rapat yang digelar di Kantor BKN, Jakarta, Selasa (25/5).

Menurut Novel, hal ini memperlihatkan ada agenda dari oknum pimpinan KPK untuk menyingkirkan pegawai yang selama ini telah bekerja dengan baik. Oknum pimpinan KPK itu, tetap melakukan rencana awal untuk menyingkirkan pegawai KPK menggunakan alat TWK, sekalipun bertentangan dengan norma hukum dan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Novel Baswedan. (Foto: Antara)
Caption

Novel meengatakan, upaya pelemahan KPK dengan segala cara seperti ini bukan hal yang baru. Dia menilai penyingkiran pegawai KPK yang ditarget bisa jadi merupakan tahap akhir untuk mematikan perjuangan pemberantasan korupsi.

"Saya yakin kawan-kawan akan tetap semangat, karena memang tidak semua perjuangan akan membuahkan hasil," ujarnya.

Meski begitu, Novel ingin memastikan bahwa perjuangan memberantas korupsi yang merupakan harapan masyarakat Indonesia harus dilakukan hingga titik akhir.

"Sehingga bilapun tidak berhasil maka kami akan dengan tegak mengatakan bahwa kami telah berupaya dengan sungguh-sungguh, hingga batas akhir yang bisa diperjuangkan," tutup Novel. (Pon)

Baca Juga:

KPK Perketat Pengawasan terhadap 51 Pegawai yang Bakal Dipecat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Sebut Harga Tes Swab Rp900 Ribu Sudah Tepat
Indonesia
DPR Sebut Harga Tes Swab Rp900 Ribu Sudah Tepat

Anggota Komisi IX DPR, Muchamad Nabil Haroen menilai, batasan biaya tertinggi tes swab mandiri sebesar Rp900 ribu dirasa pas.

Kursi Kabareskrim Diprediksi Jatuh ke Tangan Lulusan Terbaik Akpol 1991
Indonesia
Kursi Kabareskrim Diprediksi Jatuh ke Tangan Lulusan Terbaik Akpol 1991

Kiprahnya di Kepolisian sarat dengan prestasi

Putra Ahok Dilaporkan Kasus Penganiayaan Perempuan
Indonesia
Putra Ahok Dilaporkan Kasus Penganiayaan Perempuan

Kapolsek Penjaringan Kompol Rinaldo Aser menyebut saat ini laporan tersebut masih dilakukan penyelidikan oleh pihaknya.

Kasus COVID-19 Mereda, Stok Plasma Konvalesen PMI Solo Melimpah
Indonesia
Kasus COVID-19 Mereda, Stok Plasma Konvalesen PMI Solo Melimpah

Sementara itu, turunnya kasus Corona membuat stok darah plasma konvalesen di Solo melimpah

Komnas HAM Telah Minta Keterangan 25 Saksi Terkait 6 Laskar FPI yang Tewas
Indonesia
Komnas HAM Telah Minta Keterangan 25 Saksi Terkait 6 Laskar FPI yang Tewas

Komisioner Komnas HAM sekaligus Ketua Tim Penyelidikan, M Choirul Anam mengatakan, puluhan saksi tersebut berasal dari semua pihak terkait termasuk masyarakat.

KKB Kembali Berulah, Tukang Bangunan Ditembak Mati Meski Minta Ampun
Indonesia
KKB Kembali Berulah, Tukang Bangunan Ditembak Mati Meski Minta Ampun

"Sebelum ditembak, korban sempat teriak "ampun komandan", kata Fakhiri

Wisma Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi RS Lapangan COVID-19
Indonesia
Wisma Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi RS Lapangan COVID-19

Wisma Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, tengah dipersiapkan menjadi Rumah Sakit (RS) Lapangan perawatan pasien COVID-19 di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Ketua DPD Apresiasi Polda Jatim Asuh Anak Yatim Piatu Korban COVID-19
Indonesia
Ketua DPD Apresiasi Polda Jatim Asuh Anak Yatim Piatu Korban COVID-19

Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti, memberikan apresiasi kepada Polda Jatim yang akan mengasuh sekitar 7.044 anak yatim piatu korban COVID-19.

PKB: Kabarnya Ada Enam Posisi yang Direshuffle
Indonesia
PKB: Kabarnya Ada Enam Posisi yang Direshuffle

Kabinet Jokowi-Ma'ruf bakal dihiasi kalangan muda setelah reshuffle

Kelola Stres di Tengah Pandemi dengan Perbanyak Salat dan Renungi Asmaul Husna
Indonesia
Kelola Stres di Tengah Pandemi dengan Perbanyak Salat dan Renungi Asmaul Husna

Stres di kala pandemi pada dasarnya sangat lumrah, tetapi jika tidak dikelola dengan baik melemahkan imun tubuh.