Novel Lepas Jabatan Ketua Wadah Pegawai KPK, 11 Orang Siap Bersaing Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (ANTARA FOTO)

MerahPutih.com - Penyidik KPK Novel Baswedan telah resmi meletakkan jabatannya sebagai ketua Wadah Pegawai (WP) KPK sejak kemarin. Tercatat ada 11 kandidat yang bakal memperebutkan posisi yang ditinggalkan penyidik senior yang menjadi korban teror penyiraman air keras itu.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Sumber Daya Manusia KPK dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) WP maka pengurus dipilih kembali setiap dua tahun. Ada 11 orang pegawai KPK dan pegawai negeri yang diperbantukan di KPK yang mengajukan diri menjadi Ketua WP KPK periode 2018-2020.

Mereka berasal dari direktorat Penyidikan (2 orang), Unit Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (1 orang), Direktorat Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (1 orang), Direktorat Pendidikan dan Layanan Masyarakat (1 orang), Direktorat Penelitian dan Pengembangan (1 orang), Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (1 orang), Biro Perencanaan Keuangan (1 orang), Direktorat Penyelidikan (1 orang), Direktorat Penuntutan (1 orang) serta Unit Koordinasi Supervisi Penindakan (1 orang).

Gedung KPK (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Satu nama yang diketahui mengajukan diri adalah wakil ketua WP 2016-2018 Harun Al Rasyid. Tahapan pemilu WP KPK yaitu pada 30 April-11 Mei 2018 adalah masa kampanye calon Ketua WP, pada 3 Mei 2018: Musyawarah Umum Anggota WP dilanjutkan dengan Pemaparan Visi, Misi dan Program Kerja Calon Ketua WP.

Selanjutnya pada 12-13 Mei 2018 merupakan masa tenang, pada 14-18 Mei 2018 adalah masa pemilihan sedangkan pada 21 Mei 2018 adalah pengumuman Ketua WP terpilih.

Novel sendiri memilih tidak mencalonkan diri lagi. Mantan polisi itu menjabat Ketua Wadah Pegawai KPK selama dua tahun sejak 2016 lalu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan Novel sudah menyampaikan pidato pertanggungjawaban di musyawarah umum anggota Wadah Pegawai (WP) KPK kemarin dan diterima tanpa penolakan. "Sekaligus proses peralihan pengurus WP lama periode 2016-2018 dengan para calon Ketua WP," kata Febri, dilansir Antara.

novel
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8). (ANTARA FOTO/Monalisa)

Pesan Novel

Dalam kesempatan itu, Novel berharap calon Ketua WP nantinya bisa meneruskan perjuangan yang sudah dibangun dengan lebih baik. Menurut Novel, WP bukanlah seperti serikat pekerja pada umumnya karena harus turut memperjuangkan amanah pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Semoga WP bisa membantu pimpinan, membantu struktural, dan mendorong agar lembaga KPK secara kelembagaan untuk bisa melaksanakan tugas-tugas yang lebih kuat, yang lebih progresif, dalam rangka memberantas korupsi di negara Indonesia, negara kita yang tercinta," kata Novel.

Untuk diketahui, Novel disiram air keras pada 11 April 2017 usai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Namun hingga setahun lebih sejak penyerangan Novel, pelaku penyerangan belum juga ditemukan.

Serangan itu menyebabkan mata sebelah kiri Novel harus dioperasi, Dia pun harus menjalani perawatan di Singapura. Novel kembali ke Jakarta untuk pertama kali usai serangan itu, Februari lalu.

Novel
Poster kecaman terkait peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan di Kantor Pukat UGM, Selasa (11/4). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Novel sudah menjalani operasi besar sebanyak dua kali. Pada operasi pertama, mata kanan Novel Baswedan mulai bisa melihat dan mengalami perbaikan yang signifikan. Operasi kedua sendiri baru dilaksanakan pada Jumat, 23 Maret 2018.

Selama Novel menjalani perawatan, polisi belum berhasil menangkap pelaku penyiraman. Beberapa orang sempat diamankan karena diduga sebagai pelaku, tapi mereka kemudian dilepaskan karena tidak ada bukti.

Polda Metro Jaya sudah merilis tiga sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku, namun belum ada hasil dari penyebaran sketsa wajah tersebut. (*)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH