Novel Eka Kurniawan Terbit dalam Bahasa Prancis Lelaki Harimau. (foto: ekakurniawan.com)

DUA novel karya sastrawan Indonesia, Eka Kurniawan, Lelaki Harimau dan Cantik itu Luka, diluncurkan dalam edisi bahasa Prancis. Dikutip dari Antara, peluncuran L'homme-tigre dan Les belles de Halimunda itu dilakukan di Balai Budaya Kedutaan Besar Indonesia di Paris.

Atase Pendidikan Kedutaan Besar Indonesia di Paris Rosa S Putra, Minggu (8/10), mengatakan acara peluncuran dan konferensi pers untuk media di Prancis juga dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Prancis, Kepangeranan Monaco dan Andora, Hotmangaradja Pandjaitan, Penanggung Jawab Editorial Folio-Gallimard Magali Langlade Sabine Wespieser, dan para wartawan sastra Prancis serta distributor buku sastra.

Putra mengatakan, sebelumnya Wespieser juga sudah menerbitkan L'homme-tigre dalam edisi buku standar. Penerbitan dalam bentuk buku saku oleh Gallimard-Folio akan menjangkau masyarakat Perancis yang lebih luas. Gallimard-Folio akan merupakan penerbit besar di Prancis.

Kedua buku tersebut diterjemahkan Etienne Naveau, staf pengajar Institut Nationale des Langues et des Civilisations Orientales (INALCO).

Dalam sambutannya, Pandjaitan mengatakan sastra sebagai bagian budaya merupaan alat efektif dalam rangka menguatkan kemitraan Indonesia-Prancis. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi karya satrawan Indonesia dan sangat berterima kasih kepada kedua penerbit.

Wespieser tertarik memublikasikan karya Kurniawan, setelah membaca edisi bahasa Inggris Lelaki Harimau beberapa tahun yang lalu. Menurut dia, baik cerita dan bahasa dalam roman tersebut akan memberikan pengetahuan dan cara pandang baru terhadap kultur Indonesia.

Di lain hal, Naveau tertantang dengan menerjemahkan karya-karya Kurniawan ini, karena bahasa Indonesianya yang klasik. Ia mengaku kesulitan terbesar dalam penerjemahan ialah memasukkan konsep waktu ke bahasa Prancis, karena hal itu tidak dikenal dalam bahasa Indonesia.

Dalam diskusi, Eka menjelaskan karya-karyanya dipengaruhi cerita dalam novel-novel picisan Indonesia, terutama tentang balas dendam dalam cerita silat dan cerita hantu yang sering ia baca waktu kecil.

Cerita itu kemudian ia kombinasikan dengan tragedi universal dari karya-karyanya sastrawan Barat. Eka menambahkan, konflik-konflik personal para tokoh dalam karyanya merupakan refleksi kondisi masyarakat Indonesia pada masa itu.

Seorang pengunjung mengaku tertarik dengan karya Eka karena misteri hantunya yang unik. Sementara itu, seorang pemilik toko buku dari Neully-Sur-Seine, dekat Kota Paris, menilai karya Eka merupakan referensi untuk masyarakat Prancis yang selama ini tidak pernah tahu kultur Indonesia.

Lelaki Harimau merupakan karya sastra Eka Kurniawan yang meraih nominasi Man Booker Prize 2016. Novel ini bercerita tentang misteri pembunuhan yang bercampur mitologi manusia harimau.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH