Novel Baswedan Yakin Kedua Pelaku Penerornya tidak akan Dipecat dari Polri Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aa.

MerahPutih.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kedua kedua terdakwa penerornya, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis tidak akan dipecat dari institusi Polri.

Hal ini disampaikan Novel menanggapi akan digelarnya sidang etik untuk kedua pelaku penyiraman air keras tersebut.

Baca Juga

KPK Jebloskan Eks Bupati Indramayu ke Lapas Sukamiskin

"Kalau sesuai dengan apa yang saya dapat info dan telah saya sampaikan ke publik sejak awal, bahwa kedua orang tersebut tidak akan dipecat dari kepolisian. Akankah semau skenario yang saya dapatkan sejak awal berjalan demikian semuanya, atau memang sudah mulai ada niatan kebaikan," kata Novel kepada wartawan, Rabu (29/7).

Novel mengaku sejak awal sudah mengetahui kalau kedua pelaku tidak akan dihukum lebih dari dua tahun penjara. Pasalnya, motif penyerangan hanya alasan pribadi tidak menyukai Novel lantaran dinilai telah berkhianat kepada institusi Polri.

"Info yang saya dapat sejak awal, bahwa kedua pelaku hanya akan dihukum tidak lebih dari dua tahun. (Motif) alasan pribadi dan pelaku hanya dua orang saja, serta kedua pelaku tidak akan dipecat," ujar Novel.

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Ronny Bugis menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Utara, Kamis (19/3). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, Ronny Bugis menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Utara, Kamis (19/3). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Novel meyakini, proses hukum terhadap kedua pelaku penerornya berjalan sesuai skenario. Ia pun meragukan Rahmat Kadir yang telah divonis dua tahun penjara dan Ronny Bugis yang divonis satu tahun enam bulan tidak akan dipecat dari Polri.

"Semua cerita tersebut telah terjadi sesuai skenario, tinggal masalah dipecat atau tidaknya," tutup Novel.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri akan segera menggelar sidang etik untuk Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Keduanya pun telah divonis oleh PN Jakarta Utara terkait penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Awi Setiyono mengatakan, sidang etik itu akan dilakukan setelah ada keputusan hakim pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

"Yang jelas itu betul larinya ke kode etik. Kalau orang sudah inkracht, terbukti melakukan pidana tentunya larinya ke (pelanggaran) kode etik," kata Awi, di Mabes Polri, Selasa (28/7).

Baca Juga

Sarat KKN, KPK Diminta Turun Tangan Usut Pernyataan Adian Soal Orang Titipan di BUMN

Kendati demikian, Awi tak menjelaskan secara rinci soal waktu persidangan etik terhadap dua terpidana itu. Namun, Awi menyebut persidangan kode etik itu mengenai statusnya sebagai anggota Polri.

"Itu berproses terkait dengan statusnya tentunya nanti ada proses sendiri karena memang bagaimana proses penghentian anggota polri dari kepolisian negara RI, itu ada aturan mainnya," kata Awi. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH