Novel Baswedan Ungkap Kejanggalan Rekonstruksi Kasusnya Novel Baswedan memenuhi panggilan polisi atas kasus dugaan penyiraman air keras yang menimpa dirinya, Senin (6/1). ANTARA/Fianda Rassat

MerahPutih.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ikut melihat proses rekonstruksi kedua pelaku penyerangan terhadap dirinya. Namun, ia tak terlibat secara langsung.

Novel mengatakan, kondisi tubuhnya tengah dalam keadaan sakit lantaran mata kirinya tak bisa melihat lagi.

Baca Juga

Polisi Gelar Rekonstruksi, Dua Tersangka Peragakan 10 Adegan Penyerangan ke Novel Baswedan

"Mata kiri saya sekarang permanen tidak bisa lihat lagi," kata Novel kepada wartawan di rumahnya yang terletak di kawasam Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/4).

Novel Baswedan (kanan) di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/12). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Novel Baswedan (kanan) di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/12). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ia menyesalkan proses rekonstruksi yang berlangsung dini hari dalam keadaan gelap hingga akhirnya penyidik menggunakan lampu portable

"Padahal mata kanan saya sensitif sekali dengan cahaya. Anda tahu sekarang saya ini pakai topi ini karena menjaga daripada iritasi dari cahaya. Ketika mata kiri saya sudah permanen tidak bisa lihat lagi, tentu saya harus hati-hati sekali dengan mata kanan saya," sesal Novel.

Novel menyesalkan pemilihan waktu yang terlalu pagi dan berpotensi menimbulkan kecurigaan.

"Kan mustinya dibikin lebih terang, tempatnya juga enggak harus disini, waktunya juga enggak harus sama dll. Tapinya kan tentunya penyidik punya pertimbangan sendiri dan saya tidak ingin mencampuri," jelas Novel.

Novel yang tak sempat bertemu kedua pelaku ini berharap proses penyidikan dilakukan dengan objektif.

"Jangan sampai penyidikan malah memotong pembuktian yang lengkap, atau ada pihak yang dikorbankan maupun mengorbankan diri. Itu enggak boleh, saya kira semua proses dilakukan dengan cara yang benar yang objektif apa adanya dengan tujuan penegakkan keadilan saya kira itu," harap Novel.

Seperti diketahui, Polisi melakukan rekonstruksi atau reka ulang adegan kasus dugaan penyiraman air keras ke penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Ada 10 adegan yang diperagakan pelaku RM dan RB.

Tersangka Penyerangan Novel Baswedan (Antara)
Tersangka Penyerangan Novel Baswedan (Antara)

Di mana rekonstruki dilakukan, Jumat 7 Februari 2020 pagi secara tertutup di kediaman Novel, Jalan Deposito Blok T no. 8, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Baca Juga

Polisi Amankan Terduga Pelaku Penyiraman Novel Baswedan

Rekonstruksi kembali dilakukan guna memenuhi persyaratan formil maupun materil untuk melengkapi berkas perkara yang dikembalikan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta pada 28 Januari 2020 lalu. Maka dari itu, pihak Kejati DKI Jakarta ikut mendampingi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tim DVI Mulai Lakukan Pemeriksaan Post Mortem Korban Sriwijaya Air
Indonesia
Tim DVI Mulai Lakukan Pemeriksaan Post Mortem Korban Sriwijaya Air

Data ante mortem antara lain berupa data umum seperti nama, umur, berat badan, tinggi badan, dan aksesoris korban yang didaftarkan oleh pihak keluarga korban

Buruh Tepati Janjinya Penuhi Gedung Grahadi
Indonesia
Buruh Tepati Janjinya Penuhi Gedung Grahadi

Massa aksi juga tersebar di beberapa titik

Tak Dijelaskan Penyebab Meninggal, Jaksa Fedrik Langsung Dimakamkan
Indonesia
Tak Dijelaskan Penyebab Meninggal, Jaksa Fedrik Langsung Dimakamkan

Almarhum yang bernama lengkap Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin itu meninggal dunia pada pukul 11.00 WIB.

BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi 2020 Tak Sedahsyat 2010
Indonesia
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi 2020 Tak Sedahsyat 2010

Letusan mendatang cenderung menyamai kejadian 2006 dan tidak sedahsyat erupsi besar 2010.

Presiden Jokowi: Saatnya Masyarakat Belajar, Bekerja dan Beribadah di Rumah
Indonesia
Presiden Jokowi: Saatnya Masyarakat Belajar, Bekerja dan Beribadah di Rumah

"Kepada seluruh rakyat Indonesia saya harap tenang, tidak panik, tetap produktif agar penyebaran COVID-19 ini bisa kita hambat dan kita stop," ungkap Jokowi

Akhirnya, Pemerintah Bakal Berikan Subsidi Pulsa Bagi Siswa
Indonesia
Akhirnya, Pemerintah Bakal Berikan Subsidi Pulsa Bagi Siswa

Di Yogyakarta, sekitar 34 persen keluarga lainnya menyatakan kesulitan akses internet karena tidak mampu membeli pulsa atau paket data internet.

Menkopolhukam Mahfud MD Jamin Lokasi Karantina Tidak Bahayakan Warga Natuna
Indonesia
Menkopolhukam Mahfud MD Jamin Lokasi Karantina Tidak Bahayakan Warga Natuna

Terawan Agus Putranto juga sudah menjamin bahwa warga Natuna tidak akan tertular virus corona.

Polisi Belum Tutup Kasus Kematian Editor Metro TV
Indonesia
Polisi Belum Tutup Kasus Kematian Editor Metro TV

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menuturkan sejumlah fakta-fakta yang memperkuat dugaan bahwa Yodi melakukan bunuh diri.

Rekor Kasus Harian COVID-19 Pecah, Jokowi 'Semprit' 2 Provinsi
Indonesia
Rekor Kasus Harian COVID-19 Pecah, Jokowi 'Semprit' 2 Provinsi

Agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis, hati-hati.

TKA Tiongkok Dinyatakan Positif COVID-19 di Batam
Indonesia
TKA Tiongkok Dinyatakan Positif COVID-19 di Batam

Warga negara RRT yang bekerja sebagai mechanical engineer di pabrik plastik yang berlokasi di Kawasan Industri Kabil.