Novel Baswedan tidak Hadiri Sidang Perdana Kasusnya Penyidik KPK Novel Baswedan menyapa awak media. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aa.

MerahPutih.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak bisa menghadiri sidang perdana kasus penyiraman air keras terhadap dirinya karena kondisi kesehatan.

"Karena kondisi mata memburuk, jadi kemungkinan besar gak bisa hadir," ujar kuasa hukum Novel Baswedan, Saor Siagian di Jakarta, Kamis (19/3)

Baca Juga

Pengacara Dewi Tanjung Kritik Jubir KPK karena Dianggap Bela Novel Baswedan

Saor mengatakan, tim pengacara telah menyiapkan juga tim pemantau untuk mengawasi persidangan yang dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu.

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Ia alumnus Akademi Kepolisian pada 1998. ANTARA FOTO/Yulius Wijaya
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Ia alumnus Akademi Kepolisian pada 1998. ANTARA FOTO/Yulius Wijaya

Tidak hanya itu, nantinya ada koalisi masyarakat sipil yang juga dijadwalkan menghadiri dan mengawal sidang kasus penyiraman air keras yang menyebabkan salah satu mata Novel mengalami kebutaan.

"Kita pantau betul apakah persidangan jalan atau pengadilan ini penuh dengan tekanan," kata Saor dilansir Antara.

Baca Juga

KPK Bakal Kawal Sidang Kasus Teror Novel Baswedan

Persidangan untuk kedua pelaku dijadwalkan dalam dua dakwaan yang terpisah dan direncanakan dimulai pada pukul 13.00 WIB untuk pelaku pertama, yaitu RB.

RB dan RM ditetapkan menjadi tersangka untuk kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan pada April 2017.

Keduanya diamankan dengan status anggota Polri aktif di sebuah rumah yang terletak di Cimanggis, Depok, Jawa Barat oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Kamis (26/12/2019).

Baca Juga

Ungkap Motif Penyiraman Air Keras, Kapolri: Mereka Dongkol Saja Sama Novel Baswedan

Berkas kedua pelaku penyiraman dilimpahkan ke Kejaksaan pada Kamis (5/3) dan dijadwalkan disidangkan pada Kamis ini. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Massa Blokade Simpang Harmoni, Warga Diminta Cari Jalur Alternatif
Indonesia
Massa Blokade Simpang Harmoni, Warga Diminta Cari Jalur Alternatif

Arus lalu lintas dari seluruh titik tidak bergerak

Dilantik Jadi Kapolri, Komjen Listyo Diminta Gerak Cepat Rangkul Senior
Indonesia
Dilantik Jadi Kapolri, Komjen Listyo Diminta Gerak Cepat Rangkul Senior

Menurutnya, angkatan Listyo yang terbilang muda, perlu gerak cepat merangkul seniornya.

Demo PA 212 di Depan DPR Bisa Jadi Klaster Baru Penyebaran COVID-19
Indonesia
Demo PA 212 di Depan DPR Bisa Jadi Klaster Baru Penyebaran COVID-19

Tak ada salahnya dilakukan tes PCR atau swab kepada massa yang melakukan aksi.

Pangdam Jaya Siapkan Babinsa Jadi Tracer COVID-19 Turun ke Seluruh Wilayah
Indonesia
KPK Periksa Guru Besar Universitas Trisakti
Indonesia
KPK Periksa Guru Besar Universitas Trisakti

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Samuel Hendra Tirtamihardja terkait kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

Setuju Jakarta Kembali PSBB, Pengamat: Tidak Perlu 'Gimmick' Seperti Peti Mati
Indonesia
Setuju Jakarta Kembali PSBB, Pengamat: Tidak Perlu 'Gimmick' Seperti Peti Mati

Ia juga memberikan catatan penting kepada Pemprov DKI Jakarta sebelum benar-benar menerapkan kebijakan tersebut

[HOAKS Atau FAKTA]: Anies Dinobatkan Jadi Gubernur Terbaik di Dunia
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Anies Dinobatkan Jadi Gubernur Terbaik di Dunia

Foto tersebut diambil pada acara The 2019 World Cities Summit and Mayors Forum (WCSMF) yang diadakan di Medellin, Kolombia pada 10-12 Juli 2019

DPRD DKI: Polisi Jangan Bertindak Represif
Indonesia
DPRD DKI: Polisi Jangan Bertindak Represif

DPRD menyayangkan sikap aparat kepolisian yang bertindak represif terhadap massa aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Wahyu Setiawan Didakwa Terima Suap Rp600 juta dari Harun Masiku dan Eks Anak Buah Hasto
Indonesia
Wahyu Setiawan Didakwa Terima Suap Rp600 juta dari Harun Masiku dan Eks Anak Buah Hasto

Jaksa merincikan uang tersebut diberikan oleh Saeful Bahri dan Harun Masiku melalui orang kepercayaan Wahyu, yakni Agustiani Tio Fridelina

Ingat! Pendaftaran Masuk PTN di 2021 Lewat UTBK SBMPTN Ditutup Hari Ini
Indonesia
Ingat! Pendaftaran Masuk PTN di 2021 Lewat UTBK SBMPTN Ditutup Hari Ini

Hingga Rabu (31/3) pukul 09.00 WIB, jumlah peserta yang melakukan pendaftaran sebanyak 727.045 siswa, siswa yang sudah melakukan simpan permanen sebanyak 721.973 siswa.