Novel Baswedan Sesalkan Saksi Penting dalam Kasusnya Tak Dihadirkan ke Persidangan Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memenuhi panggilan polisi atas kasus dugaan penyiraman air keras yang menimpa dirinya, Senin (6/1/2020). (ANTARA/Fianda Rassat/am).

MerahPutih.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyesalkan saksi-saksi penting yang mengetahui fakta sebelum dirinya diserang tak dihadirkan ke dalam berkas perkara dan persidangan kasus penyiraman air keras.

"Saksi-saksi penting yang mengetahui fakta-fakta sebelum saya diserang, bahkan mengetahui atau melihat orang-orang yang melakukan pengamatan kepada diri saya itu tidak dimasukkan ke dalam berkas perkara," kata Novel dalam sebuah diskusi daring, Senin (18/5).

Baca Juga:

Ini Alasan Polri "Bela" Pelaku Terduga Penyerangan Novel

Novel yang telah bersaksi di persidangan pada Kamis, 30 April 2020 lalu merasa janggal dengan proses persidangan. Kejanggalan tersebut tampak dari persidangan yang hanya menggali motif pribadi kedua terdakwa.

"Saya baru mengetahui ketika saya hadir di persidangan dan tentunya berkomunikasi dengan semua, baik hakim dengan jaksanya maupun penasehat hukum dalam persidangan itu," ungkap Novel.

Novel pun merasa aneh lantaran saksi-saksi penting yang mengetahui kasusnya tidak masuk ke dalam berkas perkara. "Seharusnya saksi penting yang dijadikan pijakan utama untuk membuktikan suatu perkara, ditambah dengan bukti-bukti tambahan lain," tutup Novel.

Penyidik Senior KPK Novel Baswedan (Foto: antaranews)
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan. (Foto: antaranews)

Dua oknum Brimob Polri Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa melakukan perbuatan penganiayaan secara terencana yang mengakibatkan luka-luka berat. Keduanya menyebabkan mata Novel Baswedan mengalami penyakit sehingga kornea mata kanan dan kiri berpotensi menyebabkan kebutaan.

Kedua terdakwa melakukan perbuatannya karena membenci Novel Baswedan yang dinilai telah mengkhianati dan melawan institusi Polri. Keduanya kemudian pada 11 April 2017 bertempat di Jalan Deposito Blok T Nomor 10 RT 003 RW 010 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara sekitar pukul 05.10 WIB menyiram cairan asam sulfat (H2SO4) kepada Novel Baswedan yang keluar dari Masjid Al-Ikhsan menuju tempat tinggalnya.

Baca Juga:

Persidangan Novel Baswedan di PN Jakut Disiarkan Lewat Youtube

Akibat ulah kedua terdakwa, cidera yang dialami Novel itu disebutkan berdasarkan hasil visum et repertum nomor 03/VER/RSMKKG/IV/2017 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga menyatakan ditemukan luka bakar di bagian wajah dan kornea mata kanan dan kiri Novel.

Bahkan, akibat perbuatan kedua terdakwa, mata kanan dan kiri Novel berpotensi mengalami kebutaan. Hal ini pun berdampak pada kinerja Novel sebagai penyidik KPK. (Pon)

Baca Juga:

Di Persidangan Novel, Ibu Ini Ceritakan Detik-Detik Penyiraman Air Keras


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH