Novel Baswedan Kecewa Febri-Rasamala jadi Kuasa Hukum Putri dan Ferdy Sambo Novel Baswedan. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyoroti keputusan eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang yang menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Ia mengaku kaget dan kecewa dengan keputusan kedua temannya tersebut. Kekecewaan Novel Baswedan diungkapkan melalui cuitan di Twitter pribadinya, @nazaqistsha, Rabu (28/9)

Baca Juga

Eks Jubir KPK Jadi Kuasa Hukum Istri Ferdy Sambo, Ini Alasan Febri

Secara tegas, Novel meminta Febri dan Rasamala untuk mundur dari tim kuasa hukum tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J tersebut.

"Sebagap teman saya kaget & kecewa dengan sikap @febridiansyah & @RasamalaArt yang mau menjadi kuasa hukum PC & FS. Saran saya sebaiknya mundur saja. Justru kepentingan korban yang penting dibela, termasuk memastikan semua pihak yang menghalangi atau merekayasa kasus diusut tuntas. Agar tidak terjadi lagi," tulis Novel.

Febri sebelumnya mengakui bakal mendampingi Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi dalam menjalani proses hukum kasus dugaan pembunuhan berenana Brigadir J.

"Ya, saya memang diminta bergabung di tim kuasa hukum perkara tersebut sejak beberapa minggu lalu," kata Febri kepada wartawan, Rabu (28/9).

Baca Juga

Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Febri Diansyah Mengaku Akan Objektif

Febri menjelaskan alasannya bersedia bergabung dalam tim kuasa hukum Putri Candrawathi. Hal itu setelah dirinya mempelajari berkas perkara dan bertemu Putri. Meski demikian, Febri menegaskan akan mendampingi Putri secara objektif.

"Jadi, sebagai advokat saya akan dampingi perkara Bu Putri secara objektif dan faktual. Informasi lebih lanjut nanti akan disampaikan pada konferensi pers sore ini," ujarnya.

Diketahui, Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J. Kelima tersangka itu yakni Irjen Pol Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf dan Putri Candrawathi.

Kelimanya disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. (*)

Baca Juga

Eks Ketua WP KPK Harap Febri-Rasamala Mundur dari Tim Kuasa Hukum Ferdy Sambo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PKS Nilai Pengubahan Logo Halal Kontraproduktif
Indonesia
PKS Nilai Pengubahan Logo Halal Kontraproduktif

"Label halal baru yang dibuat BPJPH Kementerian Agama justru kontraproduktif bagi upaya membangun kepercayaan publik melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan jaminan produk halal bagi masyarakat khususnya konsumen muslim di Indonesia," ucap Jazuli

Usulan Pemberhentian Anies dan Riza, Pemprov DKI Manut Aturan Menteri Tito
Indonesia
Usulan Pemberhentian Anies dan Riza, Pemprov DKI Manut Aturan Menteri Tito

SE mengamanatkan pelaksanaan rapat paripurna bersama DPRD DKI Jakarta untuk mengusulkan pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur kepada Presiden.

Novel Baswedan Tanggapi Perkom Baru KPK
Indonesia
Novel Baswedan Tanggapi Perkom Baru KPK

Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan angkat bicara menanggapi terbitnya Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Kepegawaian KPK.

KAI Perkenalkan Kereta Api Baru Blambangan Ekspres
Indonesia
KAI Perkenalkan Kereta Api Baru Blambangan Ekspres

Kereta api baru KA Blambangan Ekspres yang melayani rute Semarang Tawang - Ketapang pp sudah beroperasi sekaligus memberikan tarif promo mulai dari Rp 150 ribu.

DPR RI Minta Kominfo Sosialisasikan Migrasi TV Analog ke Digital Secara Masif
Indonesia
DPR RI Minta Kominfo Sosialisasikan Migrasi TV Analog ke Digital Secara Masif

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyatakan pihak kominfo harus mensosialisasikan program tersebut secara masif.

Wagub DKI Tegaskan Izin Operasional ACT Otomatis Dicabut
Indonesia
Wagub DKI Tegaskan Izin Operasional ACT Otomatis Dicabut

Operasional ACT otomatis dicabut setelah Kemensos yang mencabut izin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) organisasi kemanusiaan tersebut.

Demokrat Harap Pembentukan Koalisi tak Diintervensi Kekuasaan
Indonesia
Demokrat Harap Pembentukan Koalisi tak Diintervensi Kekuasaan

Partai Demokrat, kata Herzaky, berharap tidak ada pihak yang berupaya mengganggu, menggerogoti kemandirian, independensi partai politik dalam menentukan dengan parpol dalam berkoalisi.

Polda Metro Khawatir Tragedi Iteawon Berpotensi Terulang di Konser Dewa 19
Indonesia
Polda Metro Khawatir Tragedi Iteawon Berpotensi Terulang di Konser Dewa 19

Konser Dewa 19 di Jakarta Internasiona Stadium (JIS) mendadak ditunda. Polda Metro Jaya mengatakan, tragedi Itaewon, Seoul, Korea Selatan menjadi salah satu alasan konser Dewa 19.

[HOAKS atau FAKTA]: Virus PMK pada Hewan Ternak Menular ke Manusia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Virus PMK pada Hewan Ternak Menular ke Manusia

Akun Twitter @/t3luuur mengunggah cuitan disertai gambar tampilan artikel Detik.com yang berjudul “Vaksin Mendarat, Vaksinasi PMK Dikebut Sambut Idul Adha”.

Kasus COVID di Pulau Jawa-Bali Menurun
Indonesia
Kasus COVID di Pulau Jawa-Bali Menurun

Pemerintah, terus memantau data-data dan melakukan evaluasi kinerja di lapangan agar upaya mengendalikan COVID-19 sesuai dengan yang harapkan.