Novel Baswedan Ditantang Sumpah Pocong Terkait Kasus Sarang Burung Walet Aksi pocong di depan Kejagung tuntut penyelesaian kasus sarang burung walet Novel Baswedan. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Dugaan kasus penganiayaan dan pembunuhan dalam kasus sarang burung walet yang diduga melibatkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih belum menemui titik terang.

Untuk membuka kotak pandora itu, massa Corong Rakyat kembali berunjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (20/1).

Baca Juga

Desak Adili Novel Baswedan, Massa Bacakan Yasin ke Jaksa Agung

Mereka tak henti-hentinya mendesak agar Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk menjadikan tahun 2020 sebagai tahun penuntasan kasus Novel Baswedan.

"Tidak ada kata menyerah bagi Corong Rakyat untuk menyuarakan aspirasi rakyat kecil. Jangan sampai kasus ini menjadi misteri dan Kejagung jangan belaga tuli, jadikan tahun 2020 momentum untuk menuntaskan kasus Novel Baswedan di Bengkulu," kata koordinator aksi Ahmad.

Aksi pocong di depan Kejagung. Foto: MP/Kanu
Aksi pocong di depan Kejagung. Foto: MP/Kanu

Disela-sela aksi massa, ada cletukan agak nyeleneh didalam tuntutan massa yakni menantang Novel Baswedan sumpah pocong.

Baca Juga

Demo Depan Kejagung, Massa Desak Kasus Dugaan Pidana Novel Baswedan Dilanjutkan

"Pocong kembali gentayangan hari ini di Kejagung, dan ini sebagai pesan Corong Rakyat menantang Novel Baswedan sumpah pocong atas kasusnya di Bengkulu," tuturnya.

Kata Ahmad, inilah yang namanya reformasi dikorupsi. Sebab tak ada titik terang dalam penuntasan kasus Novel Baswedan. Hukuman hanya berlaku untuk rakyat kecil bukan untuk Novel Baswedan.

"Penegakan hukum untuk kasus Novel Baswedan sepertinya mati suri, sama seperti pocong," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga

Jaksa Agung Dikritik karena Lambat Usut Dugaan Pidana Novel Baswedan



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH