Novel Baswedan Diisukan Berafiliasi ke Gerindra, PKS: Silakan Keluar dari KPK Massa Poros Kerakyatan Seluruh Ikhwan Muslim (PKS-IM) menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (10/4). Foto: Net

MerahPutih.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Poros Kerakyatan Seluruh Ikhwan Muslim (PKS-IM) menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (10/4)

Dalam aksinya tersebut, PKS-IM mereka menilai kasus Novel Baswedan yang sudah berlangsung selama dua tahun dijadikan komoditas politik jelang Pilpres 2019.

Poros Kerakyatan Seluruh Ikhwan Muslim (PKS-IM)
Ratusan massa yang tergabung dalam Poros Kerakyatan Seluruh Ikhwan Muslim (PKS-IM) menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (10/4). Foto: Ist

"Jadi takhayul kalau langsung percaya sama bantahan Novel karena tidak berafiliasi Gerindra. Orang awam saja tahu dia dekat dengan siapa," ungkap Ketua PKS-IM, M. Hazan

Menurut Hasan, jika Novel ingin berpolitik, maka silahkan keluar dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan tinggalkan tugasnya. Pasalnya, saudara Anies Baswedan itu terkesan menggunakan kasus terornya demi komoditas politik tertentu.

"Sikap Novel ini sangat berbahaya, karena menggunakan alat negara untuk kepentingan politik," tegasnya.

Hasan menuturkan bahwa apabilan Novel memang memiliki afisiliasi politik dengan kelompok tertentu, maka yang bersangkutan harus meninggalkan lembaga antirasuah tersebut dan berjuang dari luar melalui partai politik.

"Kemudian narasi-narasi yang hendak dibangun Novel saat ini seakan Novel telah menjebak dirinya apalagi bila terkonfirmasi berafiliasi dengan parpol," tuturnya.

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tiba di Gedung KPK. Foto: MP/Ponco

Sementara itu, peneliti Formappi Lucius Karus juga menilai kasus Novel kental dengan muatan politis. Menurutnya, kemungkinan besar Novel akan ditarik ke Gerindra.

"Musim kampanye ini sangat sarat politis dan kehadiran Bawaslu sangat penting agar sejak awal bisa menanyakan ke panitianya. Sebagai pengawas pemilu saya kira perlu," imbuhnya.

Sedangkan, pengamat politik IPI Karyono Wibowo menuturkan bahwa referensi politik Novel Baswedan cenderung pro 02 dan itu bisa dikaitkan dengan jejak digital lamanya.

"Novel pernah menghadiri acara sosialisasi Anies Sandi," ungkap Karyono.

Meskipun, kata dia, Novel menepis berafiliasi dengan Gerindra tapi orang awam pun sudah bisa menebaknya lantaran kedekatannya dan kecenderungannya condong di Partai besutan Prabowo Subianto.

Ratusan massa yang tergabung dalam Poros Kerakyatan Seluruh Ikhwan Muslim (PKS-IM) menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (10/4)
Ratusan massa yang tergabung dalam Poros Kerakyatan Seluruh Ikhwan Muslim (PKS-IM) menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (10/4). Foto: Net

"Publik bisa simpulkan 02 referensi politiknya. Ini bagian propaganda strategi kampanye untuk menaikkan kubu 02 seolah-olah memiliki komitmen penuntasan kasus Novel. Padahal ada kasus lama juga belum terungkap yaitu 98," tandasnya. (Ayp)

Kredit : anggayudha


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH