Novel Baswedan Cs Laporkan Pimpinan KPK ke Komnas HAM Penyidik senior KPK Novel Baswedan. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

MerahPutih.com - Perwakilan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) melaporkan pimpinannya ke Komnas HAM. Oknum pimpinan KPK tersebut dilaporkan lantaran diduga melakukan pelanggaran HAM terkait TWK.

"Kami melaporkan terkait dengan tindakan oknum pimpinan KPK, saya katakan oknum, karena saya yakin tidak semuanya bahwa ada tindakan semena-mena yang dilakukan dengan sedemikian rupa," kata penyidik senior KPK Novel Baswedan di kantor Komnas HAM RI, Jakarta, Senin (24/5).

Novel mengatakan, TWK yang merupakan syarat alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN) dinilai berpotensi melanggar HAM. Sebab, soal dan isi wawancara dalam proses TWK menyerang setiap pribadi pegawai KPK.

Baca Juga:

Polri Diminta Usut Dugaan Peretasan Nomor Telepon Novel Baswedan Cs

"Berhubungan dengan hal-hal yang menyerang kepada privasi, hal-hal yang bersifat seksual dan masalah beragama dan itu sangat tidak pantas dilakukan, berbahaya," ujar Novel.

Menurut Novel, TWK merupakan alat untuk menyingkirkan pegawai KPK yang berintegritas.

Dia menyebut, penyingkiran terhadap para pegawai KPK yang berintegritas bukan kali pertama dilakukan, tetapi sudah berulang kali.

"Hal ini buka pertama dan sudah berkali-kali dilakukan dan ini rasanya paling banyak. Oleh karena itu, ini menjadi hal penting," kata Novel.

Jumpa pers KPK soal hasil tes alih status pegawai ke aparatur sipil negara (ASN), di gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/5). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Jumpa pers KPK soal hasil tes alih status pegawai ke aparatur sipil negara (ASN), di gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/5). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Sementara itu, komisioner Komnas HAM Chairul Anam mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari Wadah Pegawai KPK. Laporan itu terkait masalah 75 pegawai yang tak lolos TWK.

"Kami sudah dapat berbagai info yang menurut kami sangat penting, dan terus terang info ini bagi kami jauh lebih kompherensif dari yang kami terima dari sekadar baca berita," ujar Anam.

Baca Juga:

Novel Sebut Korupsi Bansos Rp100 Triliun, KSP: Pernyataan Itu Tidak Produktif

Anam menyebut, pihaknya akan membentuk tim khusus dan segera memproses laporan yang dilayangkan ke-75 pegawai KPK tersebut.

"Kami terima pengaduan ini, kami akan bentuk tim di bawah pemantauan dan penyelidikan. Kami berharap baik teman-teman WP, pimpinan KPK, dan pihak terkait bisa kooperatif," kata Anam. (Pon)

Baca Juga:

KPK Mulai Bahas Nasib Novel Baswedan Cs Pekan Depan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Modus Makin Canggih, KY Kesulitan Tindak Hakim Pelanggar Kode Etik
Indonesia
Modus Makin Canggih, KY Kesulitan Tindak Hakim Pelanggar Kode Etik

Mukti Fajar memastikan oknum hakim nakal atau diistilahkan sebagai hakim hitam ini akan di sanksi berat. Komitmen itu bahkan menjadi pakta integritas yang disepakati dalam bentuk nota kesepahaman antara KY dengan Mahkamah Agung.

Polisi Ungkap 2 Kasus Penipuan dengan Modus 'Pemain Burung'
Indonesia
Polisi Ungkap 2 Kasus Penipuan dengan Modus 'Pemain Burung'

Burhanuddin mengatakan, para tersangka menamai modus seperti ini dengan "Pemain Burung". Kasus dengan modus seperti ini juga mulai marak terjadi di sejumlah daerah. 

Terpengaruh Miras, Dua Anggota Geng Motor Nekat Bacok Anggota Polsek Menteng
Indonesia
Terpengaruh Miras, Dua Anggota Geng Motor Nekat Bacok Anggota Polsek Menteng

"Di sana mereka minum miras, mereka konsumsi sehingga sebelum melakukan aksi mereka menjadi bertambah berani," jelas Iver di Polres Metro Jakarta Pusat

Hari Ketiga, Tim Gabungan Temukan 14 Potong Tubuh Korban Pesawat Sriwijaya Air
Indonesia
Hari Ketiga, Tim Gabungan Temukan 14 Potong Tubuh Korban Pesawat Sriwijaya Air

Tim SAR gabungan terus mendapatkan korban dan properti pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Alasan Polisi Belum Periksa Irjen Napoleon Bonaparte di Kasus Penganiayaan M Kece
Indonesia
Alasan Polisi Belum Periksa Irjen Napoleon Bonaparte di Kasus Penganiayaan M Kece

Polisi belum bisa memeriksa Napoleon Bonaparte terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece. Tindak penganiayaan ini terjadi di dalam sel tahanan di Rutan Bareskrim Polri.

[Hoaks atau Fakta]: Kelapa Muda, Jeruk dan Garam Hilangkan COVID-19 Dalam 1 Jam
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Kelapa Muda, Jeruk dan Garam Hilangkan COVID-19 Dalam 1 Jam

Masyarakat diminta untuk tidak mudah menerima informasi yang belum memiliki bukti klinis.

Golkar: Azis Syamsuddin Mundur dari Wakil Ketua DPR
Indonesia
Golkar: Azis Syamsuddin Mundur dari Wakil Ketua DPR

Azis secara otomatis dinonaktifkan sebagai kader Partai Golkar

Ditangkap KPK, Bupati Banggai Laut Calon Petahana di Pilkada 2020
Indonesia
Ditangkap KPK, Bupati Banggai Laut Calon Petahana di Pilkada 2020

Wenny Bukamo berpasangan dengan Ridaya Laode Ngkowe di Pilkada Kabupaten Banggai Laut.

Penimbun Tabung Oksigen di Glodok Raup Ratusan Juta Rupiah
Indonesia
Penimbun Tabung Oksigen di Glodok Raup Ratusan Juta Rupiah

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap dua pelaku penjualan tabung oksigen dan regulator di atas harga eceran tertinggi (HET).

BLK Komunitas di Papua Diharapkan Wapres Ciptakan SDM Unggul
Indonesia
BLK Komunitas di Papua Diharapkan Wapres Ciptakan SDM Unggul

pembangunan BLK Komunitas tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat di Papua dan Papua Barat guna mendapatkan pelatihan vokasi.