Novel Baswedan Beri Sinyal Ngikut Febri Mundur Dari KPK Penyidik Senior KPK Novel Baswedan. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyayangkan langkah Kepala Biro Humas Febri Diansyah, yang mengundurkan diri sebagai pegawai KPK. Menurut Novel, Febri merupakan sosok yang turut memperjuangkan lembaga antirasuah.

"Iya tentu sangat disayangkan. Sebagai kawan, saya mengetahui bahwa Mas Febri selama ini bekerja baik dan berdedikasi," kata Novel saat dikonfirmasi, Jumat (25/9).

Novel mengakui, pasca revisi Undang-Undang KPK ruang para pegawai untuk memberantas korupsi menjadi berkurang. Namun, dia masih menunggu putusan judicial review UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK yang saat ini belum juga diputus oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga:

Isi Surat Pengunduran Diri Febri Diansyah dari KPK

"Tentunya sepanjang harapan itu masih ada, tentu akan ditunggu. Walaupun sekarang semakin menipis," ujar Novel.

Meski demikian, Novel belum mengetahui apakah akan menyusul koleganya, Febri Diansyah mengundurkan diri dari KPK. Dia mengaku, masih menunggu putusan judicial review UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

"Saya belum bisa jawab pertanyaan tersebut (apakah tetap bertahan di KPK)," imbuh Novel.

Novel menegaskan, para pegawai KPK yang secara serius melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi tidak menyukai kondisi saat ini. Terlebih, kini pegawai KPK beralih status menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang bisa menggerus independensi dalam memberantas korupsi.

"Saya kira semua kawan-kawan yang serius memberantas korupsi tidak suka dengan keadaan yang seperti tidak ada harapan pemberantasan korupsi. Semoga situasi itu segera berubah," kata Novel.

Febri Diansyah
Febri Diansyah. (Foto: Merah Putih).

Sebelumnya, Febri Diansyah, mengungkapkan alasan dirinya mundur sebagai Kepala Biro dan pegawai KPK. Menurutnya, kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK setelah disahkannya revisi UU Nomor 30 tahun 2002.

"Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/9).

Pernyataan tersebut dituangkan mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu, dalam surat pengunduran dirinya yang disampaikan kepada Sekjen KPK, Kabiro SDM dan pimpinan KPK pada 18 September 2020.

Febri memutuskan mundur setelah 11 bulan menjalani kondisi 'baru' KPK tersebut. Menurut eks Jubir KPK ini, konsisi saat ini tak memberikan ruang signifikan untuk berkontribusi memberantas korupsi.

"Rasanya ruang bagi saya untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi akan lebih signifikan kalau saya berada di luar KPK. Tetap memperjuangkan dan ikut advokasi pemberantasan korupsi. Karena itu saya menentukan pilihan ini. Meskipun tidak mudah, meskipun berat, saya ajukan pengunduran diri," ujarnya. (Pon).

Baca Juga:

Kejanggalan Vonis Ringan Ketua KPK Firli Bahuri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Djoko Tjandra dan Perang Para Jenderal Rebut Posisi Calon Kapolri
Indonesia
Kasus Djoko Tjandra dan Perang Para Jenderal Rebut Posisi Calon Kapolri

"Apalagi penghapusan Red Notice lebih dulu terjadi, kemudian keluar surat jalan bagi salah satu buronan nomor wahid Pemerintah RI ini," jelas Nico

Kritikan Ahok Jadi Momentum Perbaikan Internal Kementerian BUMN
Indonesia
Kritikan Ahok Jadi Momentum Perbaikan Internal Kementerian BUMN

pernyataan Ahok dapat digunakan sebagai momentum pembenahan internal Kementerian.

 Kemenkumham Bentuk Tim Independen Usut Keberadaan Caleg PDIP Harun Masiku
Indonesia
Kemenkumham Bentuk Tim Independen Usut Keberadaan Caleg PDIP Harun Masiku

Menurut Jhoni, dibentuknya tim gabungan yang bersifat independen ini dalam rangka untuk menelusuri dan mengungkapkan fakta-fakta yang sebenarnya mengenai masuknya tersangka Harun Masiku dari Singapura ke Indonesia.

Imbas COVID-19, UNS Surakarta Wisuda Ratusan Mahasiswa Secara Daring
Indonesia
Imbas COVID-19, UNS Surakarta Wisuda Ratusan Mahasiswa Secara Daring

Wisuda secara daring tersebut baru kali pertama dilakukan UNS akibat pandemi COVID-19.

Kemenhub Ungkap Kondisi Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Sebelum Terbang
Indonesia
Kemenhub Ungkap Kondisi Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Sebelum Terbang

Ditjen Perhubungan Udara telah melakukan pengawasan rutin

IPW Kecam Aksi Brutal Anggota Polsek Percut Sei Tuan Aniaya Saksi
Indonesia
IPW Kecam Aksi Brutal Anggota Polsek Percut Sei Tuan Aniaya Saksi

"Kasus ini menunjukkan bahwa Polri masih jauh dari sikap promoter dalam menangani sebuah perkara," jelas Neta.

9 Menteri yang Layak Direshuffle Versi Relawan Jokowi Mania
Indonesia
9 Menteri yang Layak Direshuffle Versi Relawan Jokowi Mania

Berdasarkan hasil survei publik yang dilakukan Joman, setidaknya ada 9 menteri yang memiliki kinerja buruk.

Pemerintah Diminta Bikin Formula Tepat Selesaikan Polemik di Papua
Indonesia
Pemerintah Diminta Bikin Formula Tepat Selesaikan Polemik di Papua

Negara harus memberikan rasa aman dan nyaman agar mereka dapat memiliki kehidupan yang layak.

Viral Video Ikut Dukung RUU Ciptaker, Benny Harman: Itu Editan
Indonesia
Viral Video Ikut Dukung RUU Ciptaker, Benny Harman: Itu Editan

Benny mewakili Fraksi Demokrat dalam kesempatan itu menyatakan menolak klaster ketenagakerjaan

Ingin Tekan Laju Pertumbuhan Corona, Indonesia Mesti Tiru Selandia Baru
Indonesia
Ingin Tekan Laju Pertumbuhan Corona, Indonesia Mesti Tiru Selandia Baru

Masyarakat Selandia Baru mudah diarahkan karena sudah terbiasa menghadapi bencana.