Novel Barmukmin Polisikan Relawan Pemberi "Nasi Anjing" untuk Korban Corona 'Nasi Anjing'. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Yayasan AQ sebagai pemberi bantuan makanan bernama "nasi anjing" resmi dilaporkan ke polisi. Adalah Seorang wanita bernama Rina Triningsih yang didampingi tim kuasa hukumnya dari Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) yang membuat laporan.

Laporan dibuat di Polda Metro Jaya. Laporan bernomor TBL/2.576/IV/YAN/2.5/2020/SPKT/PMJ, tanggal 30 April 2020. Pelapor dalam hal ini bernama Rina Triningsih dan terlapornya masih dalam lidik.

Baca Juga:

Insiden Bagi-Bagi Bansos 'Nasi Anjing' untuk Warga Warakas Berujung Pidana

Pengacara Rina, Novel Bamukmin menyebut pembagian nasi bungkus dengan nama "Nasi Anjing" serta logo kepala anjing bisa berdampak besar kepada masyarakat muslim.

"Pembagian nasi bungkus gratis 'Nasi Anjing', berlogo kepala anjing berakibat meradang dan gaduhnya sebagian besar masyarakat muslim, karena tidak terima agamanya dilecehkan dan dihina sedemikian rupa," ujar dia saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (1/5).

Novel mengatakan, pandangan umat muslim ke anjing adalah hewan yang haram. Dalam artian, umat muslim haram untuk mengkonsumsi daging anjing.

"Oleh karenanya para pihak yang telah melakukan perbuatan dan pembagian nasi bungkus itu patut dijatuhkan sanksi sesuai hukum yang berlaku agar menimbulkan efek jera bagi masyarakat sehingga tidak terulang lagi peristiwa serupa," katanya.

Nasi bungkus berlogo kepala anjing yang disebut "Nasi Anjing" yang dibagikan kepada warga Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (26/4/2020). (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya)
Nasi bungkus berlogo kepala anjing yang disebut "Nasi Anjing" yang dibagikan kepada warga Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (26/4/2020). (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya)

Dia menambahkan, pemberian nasi bungkus itu merupakan bentuk pelecehan terhadap umat muslim.

Atas dasar itu, ia mendampingi pelapor membuat laporan polisi kasus ke Polda Metro Jaya. Pasal yang dilaporkan terkait dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat pemusnahan atau penodaan terhadap suatu agama atau tindak pidana ITE.

Pasal itu tertuang pada Pasal 156.A KUHP, Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45A ayat 2 UU RI nomor 19/2016 tentang ITE.

"Dengan memberikan nasi bungkus berstempel 'Nasi Anjing' jelas bagi umat Islam adalah bentuk pelecehan dan itu sangat mencederai keyakinan beragama umat muslim dan merusak toleransi umat beragama," kata Novel.

Baca Juga:

Pemilik Yayasan Ungkap Alasan Beri Nama "Nasi Anjing" untuk Warga Korban Penanganan COVID-19

Sebelumnya diberitakan, warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kesal lantaran mendapat bantuan makanan siap santap, di tengah wabah corona, dengan bungkus tertulis "Nasi Anjing". Atas adanya kejadian ini, polisi melakukan pengecekan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, awalnya Polres Metro Jakarta Utara melaksanakan patroli. Mereka mendapat info dari warga Warakas, tepatnya di sekitar Masjid Babah Alun Warakas bahwa ada pembagian makanan siap santap kepada warga warakas yang berlogo kepala anjing.

"Dan ada tulisan berbunyi 'Nasi anjing, nasi orang kecil, bersahabat dengan nasi kucing'. #Jakartatahanbanting," ujar Yusri. (Knu)

Baca Juga:

Begini Alasan Relawan Beri 'Nasi Anjing' ke Warga Warakas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Disebut Bagian Politik Dinasti, PDIP: Hak Gibran Maju di Pilkada
Indonesia
Disebut Bagian Politik Dinasti, PDIP: Hak Gibran Maju di Pilkada

"Itu kan hak asasi tiap orang. Kalau dia merasa cocok dia maju masa dia anak presiden anak ini nggak boleh,"kata Trimerdya

UU Cipta Kerja Mudahkan Aktivitas Perdagangan Bagi Pengusaha Baru
Indonesia
UU Cipta Kerja Mudahkan Aktivitas Perdagangan Bagi Pengusaha Baru

Dengan adanya sejumlah perbaikan dalam regulasi dan birokrasi, aktivitas perdagangan yang terdampak COVID-19 dapat kembali hidup dan pulih dalam jangka pendek.

Jumlah Pasien Isolasi Mandiri Corona di RS Darurat Tersisa 1.913 Orang
Indonesia
Jumlah Pasien Isolasi Mandiri Corona di RS Darurat Tersisa 1.913 Orang

Per Sabtu (3/10), sebanyak 1.913 pasien, terbagi atas 1.055 pria dan 858 wanita menjalani isolasi mandiri di Tower 4 dan 5 RSD Wisma Atlet.

Sejumlah Petinggi Waskita Karya Diduga Kecipratan Duit Korupsi Proyek Fiktif
Indonesia
'The New Normal' Dinilai Untungkan Indonesia dari Sektor Ekonomi
Indonesia
'The New Normal' Dinilai Untungkan Indonesia dari Sektor Ekonomi

Kebutuhan utama masyarakat dunia kini telah berubah

Kasus "Joker" Anies Bakal Dilakukan Gelar Perkara, Ade Armando Jadi Tersangka?
Indonesia
Kasus "Joker" Anies Bakal Dilakukan Gelar Perkara, Ade Armando Jadi Tersangka?

Polisi bakal melakukan gelar perkara atas kasus meme Joker Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

 Juru Bicara Pemerintah Ungkap Risiko Terbesar Corona Jika Masyarakat Tak Mau Diatur
Indonesia
Juru Bicara Pemerintah Ungkap Risiko Terbesar Corona Jika Masyarakat Tak Mau Diatur

"Kita harus beradaptasi dengan mengubah pola hidup dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, displin, ini pola kehidupan baru. Ini harus dilaksanakan, diimplementasikan," ujar Yurianto.

Hari Ini Mulai Diberlakukan, DPRD Minta Warga Patuhi Aturan PSBB di Jakarta
Indonesia
Hari Ini Mulai Diberlakukan, DPRD Minta Warga Patuhi Aturan PSBB di Jakarta

Wakil Ketua DPRD DKI Misan Samsuri meminta agar warga Jakarta mematuhi seluruh ketentuan yang tertuang pada kebijakan PSBB tersebut.

Puan Minta Sumbar Dukung Pancasila, Politisi PDIP Kritik PKS
Indonesia
Puan Minta Sumbar Dukung Pancasila, Politisi PDIP Kritik PKS

PDIP menilai semangat berbangsa atas dasar Pancasila di Sumbar nampak menurun. Selain itu, 10 tahun di bawah kepemimpinan kader PKS, Sumbar tidak mengalami kemajuan yang fundamental.

 Sekda DKI Saefullah Meninggal Dunia, Anies Ajak Warga Salat Ghaib
Indonesia
Sekda DKI Saefullah Meninggal Dunia, Anies Ajak Warga Salat Ghaib

"Mohon doakan. Bagi semua. Segera ambil air wudhu dan siang ini kita semua selenggarakan salat ghaib untuk almarhum (Sekda DKI Saefullah)," kata Anies