Nostalgia Asian Games 1962 di Museum Gajah Museum Gajah (Instagram/karcinho10)

SEMARAK kemeriahan Asian Games 2018 memang begitu terasa di mana-mana. Banyak yang ikut andil untuk mensukseskan ajang kompetisi olahraga terbesar di Asia ini. Termasuk Museum Nasional Indonesia atau biasa disebut Museum Gajah.

Seperti dilansir pada laman resmi museum, pihak pengelola telah membuka pameran sejarah Asian Games mulai 18 hingga 28 Agustus. Nantinya kamu bisa melihat koleksi sejarah Asian Games 1962 berupa foto, majalah, surat kabar, perangko dan souvenir Asian Games ke-IV.

Seperti yang diketahui, sebelum ini Indonesia sudah menjadi tuan rumah Asian Games di tahun 1962. Saat itu perhelatan berlangsung pada tanggal 24 Agustus hingga 4 September. Sebanyak 1.460 atlet dari 17 NOC Asia mengikuti ajang ini.

Pmeran Asian Games 1962 di Museum Gajah (Sumber: Museum Nasional)
Pameran Asian Games 1962 di Museum Gajah (Sumber: Museum Nasional)

Sebenarnya pameran Asian Games dibukan di dua tempat. Pertama di Plaza Insan Berprestasi Gedung A, Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta. Di sini pameran berlangsung dari tanggal 17- 25 Agustus 2018.

Kedua berada di Lobby Kaca Gedung B Museum Nasional yang berlangsung dari Tanggal 18-28 Agustus 2018. Diharapkan pameran ini dapat memotivasi Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara Asian Games XVII.

Pameran Asian Games 1962 di Museum Gajah (Sumber: Museum Nasional)
Pameran Asian Games 1962 di Museum Gajah (Sumber: Museum Nasional)

Di tahun 1962 sendiri Indonesia berhasil duduk di peringkat kedua setelah Jepang. Ada 13 cabang olahraga yang dilombakan yakni atletik, akuatik (renang, loncat indah, dan polo air), bola basket, tinju, balap sepeda (jalan raya dan trek), hoki, sepak bola, menembak, tenis meja, tenis, bola voli, dan gulat. Saat itu Indonesia mendapat 52 mendali dari berbagai cabang.

Selain datang untuk melihat koleksi sejarah Asian Games 1962, kamu mungkin bisa berjalan-jalan di museum untuk melihat koleksi lainnya. Di sana kamu bisa menemukan beragam koleksi mulai dari zaman pra sejarah hingga kemerdekaan.

Museum Gajah (Instagram/karcinho10)
Museum Gajah (Instagram/karcinho10)

Bukan hanya itu saja, museum terbesar se-Asia Tenggara ini juga banyak spot cantik untuk berfoto. Salah satunya adalah patung gajah berbahan perunggu, hadiah dari raja Thailand, Chulalongkorn tahun 1871.

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH