NOC Indonesia Usul Sistem Bubble Karantina Pelaku Olahraga dari Luar Negeri Ketua KOI/NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (kiri) melakukan tos dengan Menpora Zainudin Amali. ANTARA/HO-Kemenpora

MerahPutih.com - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengusulkan kepada pemerintah agar dapat memberikan kebijakan terkait diskresi karantina terhadap pelaku olahraga yang datang dari luar negeri. Kebijakan tersebut dirasa perlu karena keterbatasan akses latihan selama karantina panjang memengaruhi stamina dan peforma para atlet.

“NOC Indonesia melihat masa karantina sangat berdampak terhadap kebugaran atlet. Kami menerima masukan dari national federation yang sempat menjalani karantina, akses mereka terbatas dan tidak bisa berlatih optimal. Selain karena tidak boleh keluar kamar, belum tentu di hotel karantina memiliki fasilitas latihan,” ujar Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, dalam rilis yang diterima Selasa (18/1).

Baca Juga:

Okto Bangga Atas Prestasi Ditorehkan Atlet Cabang Bulu Tangkis dan Angkat Besi

NOC Indonesia, kata Okto, merasa para pelaku olahraga memerlukan karantina dengan sistem yang berbeda, seperti bubble atau gelembung. Sistem ini biasa digunakan di sektor olahraga, seperti rangkaian Indonesia Badminton Festival di Bali yang juga dapat diadopsi di Indonesia.

Usulan ini juga telah disampaikan NOC Indonesia kepada Menpora Zainudin Amali secara resmi melalui surat bernomor 1.12.3/NOC-INA/PRE/2022 yang ditandatangani Okto pada 12 Januari tentang tindak biosecurity pencegahan penyebaran COVID-19 di Indonesia pada penyelenggaraan ajang olahraga Internasional di Indonesia, serta keikutsertaan atlet-atlet Indonesia di setiap event olahraga Internasional.

“Kami menyampaikan kepada Menpora untuk adanya diskresi. Mereka tetap karantina, tetapi mungkin dengan sistem bubble. Jadi atlet yang baru pulang dari pertandingan di luar negeri mereka bisa berlatih untuk menjaga kebugarannya karena tidak mungkin atlet tidak latihan berhari-hari,” ujar Okto.

“Diskresi karantina juga dibutuhkan bagi pelaku olahraga yang akan terlibat di event internasional, baik atlet, pelatih, official. Baik secara persiapan, maupun ketika games times. Kondisi tersebut juga memerlukan diskresi. Alhamdullilah Menpora menyambut baik usulan kami.”

Tangkap layar Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA sekaligus merupakan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, dalam konferensi pers yang diikuti secara virtual di Jakarta, Senin (13/12/2021). (ANTARA/Arindra Meodia)
Tangkap layar Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, dalam konferensi pers yang diikuti secara virtual di Jakarta, Senin (13/12/2021). (ANTARA/Arindra Meodia)

Tahun ini, Indonesia memiliki agenda olahraga yang padat, baik single event seperti Piala Davis; MotoGP; IESF 14th Esports World Championships, salah satu seri Piala Dunia Panjat Tebing; serta turnamen bulu tangkis yang telah masuk kalender BWF, seperti Indonesia Master dan Indonesia Open.

Untuk multi event, Indonesia rencananya mengikuti lima agenda, yaitu SEA Games Hanoi (12-23 Mei), Children of Asia (27 Juli-8 Agustus), Islamic Solidarity Games Konya (9-18 Agustus), Asian Games Hangzhou (10-25 September), serta Asian Youth Games Shantou (20-28 Desember). Ada pula rencana Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022 serta ANOC World Beach Games 2023.

Terkait itu, Menpora Zainudin Amali menerima usulan NOC. Kemenpora, lanjut dia, dalam waktu dekat akan berencana memfasilitasi pertemuan NOC Indonesia dengan BNPB dan Kementerian Kesehatan untuk mendiskusikan masalah tersebut.

“Kami mengerti apa yang disampaikan NOC Indonesia. Kami akan mengatur pertemuan untuk membicarakan hal ini lebih lanjut,” ungkap Menpora, saat audiensi dengan NOC Indonesia, Senin (17/1). (Knu)

Baca Juga:

Sanksi WADA Dicabut, Merah Putih Bisa Kembali Berkibar

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gibran Waspadai 'Ilmu Kung Fu' Skuat PSG Pati Klub Atta Halilintar
Olahraga
Gibran Waspadai 'Ilmu Kung Fu' Skuat PSG Pati Klub Atta Halilintar

Persis Solo selaku tuan rumah Grup C akan menjamu PSCS Cilacap, Persijap Jepara, PSIM Yogyakarta, Hizbul Wathan FC, dan PSG Pati.

Hasil Bulu Tangkis SEA Games 2021: 7 Wakil ke Semifinal, Indonesia Berpeluang Panen Medali
Olahraga
Hasil Bulu Tangkis SEA Games 2021: 7 Wakil ke Semifinal, Indonesia Berpeluang Panen Medali

Hasil positif diukir sejumlah pebulu tangkis Indonesia pada babak perempat final cabor bulu tangkis SEA Games 2021.

Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Indonesia Jangan Dapat Kartu Kuning
Olahraga
Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Indonesia Jangan Dapat Kartu Kuning

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong meminta anak asuhnya untuk bekerja keras kalahkan tuan rumah. Tetapi, dirinya dia mewanti-wanti skuad Garuda agar tidak mendapatkan kartu kuning.

Erik ten Hag Tunjukkan Ketegasannya saat Diperkenalkan Manchester United
Olahraga
Erik ten Hag Tunjukkan Ketegasannya saat Diperkenalkan Manchester United

Erik ten Hag menunjukkan ketegasannya saat diperkenalkan Manchester United di Old Trafford.

Pertandingan di Tengah Cuaca Sangat Panas, Berikut Prediksi Kuwait Vs Indonesia
Olahraga
Pertandingan di Tengah Cuaca Sangat Panas, Berikut Prediksi Kuwait Vs Indonesia

Timnas Indonesia akan menghadapi tuan rumah Timnas Kuwait pada laga perdana Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023.

Timnas Bulu Tangkis Indonesia Libas Kamboja 3 Pertandingan Sekaligus
Olahraga
Timnas Bulu Tangkis Indonesia Libas Kamboja 3 Pertandingan Sekaligus

Tim beregu putra bulu tangkis Indonesia berhasil meraih kemenangan total pada babak perempat final SEA Games 2021. Tanpa memberikan kesempatan sama sekali, Indonesia mampu membabat habis Kamboja dengan skor 3-0 di Bac Giang Gymnasium, Senin (16/5).

Jurgen Klopp Iri Real Madrid Punya Satu Keuntungan di Final
Olahraga
Jurgen Klopp Iri Real Madrid Punya Satu Keuntungan di Final

Empat tahun lalu Real Madrid mengalahkan Liverpool 3-1 di Final Liga Champions Eropa 2018.

Susi Susanti Ungkap Penyebab Tunggal Putri Indonesia Belum Bisa Bersaing di Dunia
Olahraga
Susi Susanti Ungkap Penyebab Tunggal Putri Indonesia Belum Bisa Bersaing di Dunia

Menurut Susi, ada beberapa penyebab sektor tunggal putri belum bisa bersaing di dunia, salah satunya adalah masalah regenerasi pemain yang dinilai belum sebaik sektor tunggal dan ganda putra.

Lebih Dekat ke Emas, Apriyani/Fadia akan Berjuang Sepenuh Asa dan Tenaga di Final SEA Games 2021
Olahraga
Lebih Dekat ke Emas, Apriyani/Fadia akan Berjuang Sepenuh Asa dan Tenaga di Final SEA Games 2021

Indonesia memastikan satu tempat di final women's doubles atau ganda putri bulu tangkis SEA Games 2021. Itu setelah pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti mengalahkan pasangan Singapura Insyirah Khan/Zhi Rui Bernice Lim di semifinal yang berlangsung di Bac Giang Gymnasium, Sabtu (21/5).

Shin Tae-yong Gigit Jari, Tijjani Reijnders Tolak Bela Timnas Indonesia
Olahraga
Shin Tae-yong Gigit Jari, Tijjani Reijnders Tolak Bela Timnas Indonesia

Harapan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong untuk memakai jasa Tijjani Reijnders harus dikubur dalam-dalam. Sebab, pemain 23 tahun itu dilaporkan belum tertarik membela skuad Garuda.