NOC Indonesia dan IOA Sepakat Mengubah Mindset Olahraga Biar Tidak Hanya Jago Kandang Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menerima audiensi IOA di Kantor NOC Indonesia, Senayan, Jakarta, Kamis (16/06). NOC Indonesia/Tetuko Mediantoro

MerahPutih.com - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terus berjuang agar atlet Indonesia, bisa mengibarkan Merah Putih di berbagai ajang kejuaraan internasional termasuk Olimpiade.

Bersama dengan Asosiasi Olympian Indonesia (IOA), NOC Indonesia membahas serius masa depan olahraga Indonesia. Dua organisasi ini sepakat perubahan mindset olahraga menuju kancah dunia.

Baca Juga:

Ketua NOC Indonesia: Doa dan Harapan Presiden Jokowi Jadi Semangat Bagi Atlet

"IOA ini merupakan bagian dari NOC Indonesia. Kami tidak bisa lepas dari IOA karena memang misi kami di setiap penyelenggaraan Olimpiade adalah menambah atlet ke Olimpiade. Itu artinya, kami juga memberikan anggota baru kepada IOA pada setiap Olimpiade," kata Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Kamis (16/06).

Okto, sapaan karib Raja Sapta, mengatakan, demi menjalankan misi menambah atlet-atlet Indonesia di Olimpiade, perlu ada perubahan mindset. Pemerintah saat ini sudah memiliki tujuan ke Olimpiade melalui DBON.

Ia menegaskan, seluruh stakeholder juga perlu melakukan perubahan terhadap enam hal utama, yakni atlet, pelatih, wasit, turnamen, venue, dan organisasi. Poin terakhir menjadi perhatian, terlebih problematika yang terjadi di organisasi dapat berimbas kepada atlet.

Padahal, lanjut ia, peran organisasi sangat penting, mengingat induk cabang olahraga lah yang mengatur manajemen atlet-atletnya untuk mengantarkan mereka ke pentas dunia.

"Kita tidak boleh jago kandang. Sudah saatnya organisasi olahraga Indonesia ini aktif di kontinental dan internasional. Kita tak boleh jadi follower, kita harus menjadi regulator," ungkapnya.

Yayuk mengatakan, aspirasi-aspirasi yang ingin IOA sampaikan sudah selaras dengan misi NOC Indonesia. Pihaknya berharap bisa dapat lebih bersinergi dengan NOC Indonesia untuk mewujudkan masa depan olahraga Indonesia yang lebih baik.

"IOA ini kan juga ranahnya internasional, sehingga kami harus memperkuat sinergi dengan NOC Indonesia. Apa yang menjadi misi NOC, kami bisa dilibatkan untuk berjalan bersama. Aspirasi-aspirasi dari kami juga sejalan dengan NOC Indonesia," kata Yayuk.

Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menerima audiensi IOA di Kantor NOC Indonesia, Senayan, Jakarta, Kamis (16/06). NOC Indonesia/Tetuko Mediantoro
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menerima audiensi IOA di Kantor NOC Indonesia, Senayan, Jakarta, Kamis (16/06). NOC Indonesia/Tetuko Mediantoro

IOA juga mengemukakan harapannya agar federasi-federasi nasional juga bisa memiliki kalender event yang sejalan dengan agenda internasional.

Selain itu juga diperlukan penyediaan fasilitas training camp khusus bagi para atlet-atlet nasional hingga aturan apresiasi agar atlet dapat fokus mengejar panggung Olimpiade dibandingkan nasional.

NOC Indonesia dan IOA, menegaskan, akan mengambil langkah kongkret demi merealisasikan misi masa depan olahraga Indonesia yang lebih baik dengan mengadakan pertemuan lanjutan.

Dalam pertemuan antara NOC Indonesia dan IOA, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari didampingi Komite Eksekutif Rafiq Hakim Radinal serta Wakil Sekretaris Jenderal II Wijaya Noeradi.

Sementara dari IOA dipimpin ketua Yayuk Basuki, bersama delapan pengurus IOA, yakni Taufik Hidayat, Wailan Walalangi, Akbar Nasution, Lieng Lieng Agustin, Dedek Erawati, Shenny Ratna Amelia, Juanda Wangsa Putri, Emma Tahapry, Nurfitriyana Saiman.

IOA merupakan asosiasi Olympian Indonesia. Olympian atau OLY adalah status yang disematkan khusus bagi atlet-atlet yang pernah berkompetisi di panggung Olimpiade. Total saat ini Indonesia sudah memiliki 335 atlet anggota IOA. (*)

Baca Juga:

Ketua NOC Indonesia Bangga Bali Jadi Tuan Rumah ANOC World Beach Games 2023

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Atlet ASEAN Para Games Jalani Tes Klasifikasi Disabilitas
Olahraga
Atlet ASEAN Para Games Jalani Tes Klasifikasi Disabilitas

Tes ini untuk mengetahui kategori disabilitas setiap atlet sebelum bertanding.

Pol Espargaro Tercepat Sementara di Hari Ketiga Tes MotoGP Mandalika
Olahraga
Pol Espargaro Tercepat Sementara di Hari Ketiga Tes MotoGP Mandalika

Pebalap tim Repsol Honda Pol Espargaro kembali ke puncak catatan waktu tes ofisial MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika.

Hasil Liga 2: PSMS Kalah, Semen Padang dan Persiba Menang
Olahraga
Hasil Liga 2: PSMS Kalah, Semen Padang dan Persiba Menang

Semen Padang meraih kemenangan 1-0 atas Babel United, pada laga keempat Grup A Liga 2 2021.

Buka PON XX, Jokowi Ladeni Tantangan Anak-Anak Papua Main Bola
Olahraga
Buka PON XX, Jokowi Ladeni Tantangan Anak-Anak Papua Main Bola

Presiden Jokowi beranjak dari tempat duduk VVIP, menuruni tangga menuju lapangan bergabung dengan Jack Komboy dan anak-anak Papua.

Dua Jebolan Ajax Amsterdam bakal Perkuat Dewa United FC
Olahraga
Dua Jebolan Ajax Amsterdam bakal Perkuat Dewa United FC

"Dua dari Ajax itu posisinya gelandang bertahan dan penyerang," tutur Ardian.

Target Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23
Olahraga
Target Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23

PSSI pun menargetkan timnas U-23 bisa mempertahankan gelarnya. Sebab, pada edisi 2019, Indonesia menjadi juara selepas mengalahkan Thailand dengan skor 2-1.

Peluang Indonesia Tinggalkan AFF Semakin Terbuka
Olahraga
Peluang Indonesia Tinggalkan AFF Semakin Terbuka

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menuturkan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Federasi Sepak Bola Asia Timur (EAFF).

Garuda Pesta Gol
Olahraga
Garuda Pesta Gol

Meladeni Laos di Bishan Stadium, Singapura, Minggu (12/12) sore WIB, Indonesia menang telak 5-1. Ini merupakan kemenangan kedua skuat Garuda.

Kerja Sama NPC Indonesia-PB PJSI, Ditargetkan Raih 8 Emas di ASEAN Para Games
Olahraga
Kerja Sama NPC Indonesia-PB PJSI, Ditargetkan Raih 8 Emas di ASEAN Para Games

Kerja sama dilakukan untuk merealisasikan target delapan emas National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pada ASEAN Para Games (APG) 2022.

PSSI Incar Satu Pemain Top Eropa untuk Dinaturalisasi
Olahraga
PSSI Incar Satu Pemain Top Eropa untuk Dinaturalisasi

"Ini pemain top, termasuk pemain hebat," tutur Hasani di Jakarta, Selasa (22/2).