Nilai Kehidupan dalam Kain Ulos Ilustrasi kain Ulos. (Unsplash/Chris Chow)

KALAU kamu pergi ke acara adat orang Batak, pasti sering melihat kain ulos yang dijadikan selendang atau ikat kepala. Jenis kain yang digunakan pun ternyata tidak sembarang, loh. Kain tersebut konon harus dikenakan sesuai dengan momen kehidupan, seperti saat baru lahir, menikah, sampai meninggal.

Kain ulos termasuk ke dalam salah satu jenis kain tenun tradisional Indonesia yang secara turun temurun dikembangkan masyarakat Batak. Warna dominan ulos biasanya berupa merah, hitam, dan putih, serta dihiasi ragam tenunan. Yuk, simak lima jenis kain ulos dan kegunaannya.

Baca juga:

Jangan Salah Kaprah, Begini Aturan Ulos di Hajatan Nikahan Batak

Ulos Pinuncaan

Ulos Pinuncaan adalah kain yang terdiri dari lima bagian tenunan secara terpisah, kemudian disatukan dengan rapi hingga menjadi bentuk satu ulos. Kain ulos ini biasanya dipakai oleh Raja-Raja dalam upacara adat. Untuk rakyat biasa, ulos Pinuncaan digunakan tuan rumah pada saat pesta perkawinan atau upacara adat.

Saat pesta besar dalam acara marpaniaran (kelompok istri dari golongan hula-hula), ulos ini dipakai dengan cara dililit sebagai kain oleh tuan rumah. Ulos Pinuncaan juga diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada orang tua pengantin pria sebagai simbol bahwa mereka resmi menjadi saudara dekat.

Nilai Kehidupan dalam Ulos
Ulos kerap digunakan dalam acara adat batak. (merahputih.com/Andrew)

Ulos Ragi Hidup

Ulos Ragi Hidup adalah ulos yang memiliki nilai paling tinggi dari ulos lainnya dan dianggap sebagai ‘rajanya’ ulos karena tingkat pembuatannya paling rumit. Diberi nama Ragih Hidup atau Ragidup karena motif ulos ini melambangkan kehidupan dan coraknya memberi kesan ‘hidup’. Kain ulos ini secara umum terdiri dari tiga bagian, yakni dua sisi yang ditenun sekaligus dan satu bagian tengah yang ditenun sendiri dengan sangat rumit.

Ulos Ragidup biasanya diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada orang tua penganti pria dengan harapan agar dapat mempertahankan hidup menantunya lewat pertolongan Tuhan. Saat ada sesepuh yang meninggal, kain ini biasanya digunakan oleh si sulung.

Ulos Sibolang Pamontari

Jenis ulos Sibolang Pamontari ini biasanya dikenakan saat acara duka cita, tapi juga bisa saat suka cita. Meski bentuk motif kainnya cukup sederhana, jenis ulos ini tergolong sebagai kain tenun yang derajatnya cukup tinggi. Saat upacara pernikahan, orang tua pengantin perempuan akan memberikan ulos ini ke ayah pengantin pria sebagai bentuk mabolang-mabolangi (penghormatan).

Saat duka cita, ulos Sibolang Pamontari dikenakan sebagai tanda menghargai orang dewasa yang telah meninggal namun belum memiliki cucu. Ulos ini juga dikenakan sebagai ulos Tujung dan ditujukan pada janda yang ditinggal pihak suami.

Baca juga:

Ngunduh Mantu Bobby-Kahiyang Bawa Berkah Bagi Pengrajin Ulos Batak

ulos
Ada beragam jenis Ulos. (Merahputih.com/Andrew)

Ulos Bintang Maratur

Sesuai dengan namanya, kain ulos ini memiliki corak bintang yang teratur dan melambangkan kebijaksanaan. Selain Bintang Maratur, kain ini dikenal dengan nama siatur hamoraon, siatur marboru, siatur maranak, dan siatur hagabeon. Nilai yang terkandung dalam ulos ini adalah sikap patuh, rukun, dan kekeluargaan.

Dalam acara adat Batak Toba, ulos Bintang Maratur biasanya diberikan kepada merek yang memasuki rumah baru atau berhasil membangun rumah. Kain ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan dan kerja keras yang tak ternilai harganya. Tak hanya itu, kain ulos ini juga diberikan saat acara selamatan kehamilan yang memasuki bulan ketujuh. Harapannya saat anak itu lahir, akan disusul pula dengan kelahiran anak-anak selanjutnya.

Ulos Ragi Hotang

Ulos Ragi Hotang termasuk kain ulos berkelas tinggi namun cara pembuatannya tidak serumit ulos Ragidup. Dalam upacara pernikahan, kain ini dijadikan simbol agar terjadi ikatan batin seperti rotan (hotang). Ulos ini diberikan kepada sepasang pengantin yang sedang melaksanakan pesta adat atau disebut dengan nama ulos Hela. Pemberian ulos ini memiliki makna bahwa orang tua pihak perempuan telah menyetuji putrinya dipinang oleh pihak pria atau disebut Hela (menantu).

Saat upacara duka, ulos Ragi Hotang digunakan untuk menutup jenazah atau membungkus tulang belulang saat upacara penguburan kedua kalinya. (and)

Baca juga:

Ulos ni Tondi pada Acara Adat Pernikahan Kahiyang Ayu, Maknanya Dalam

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gus Dur Hadiri Imlek Kedua Pasca-Orba Muluskan Status Hari Libur Nasional
Tradisi
Gus Dur Hadiri Imlek Kedua Pasca-Orba Muluskan Status Hari Libur Nasional

Perayaan renungan suci Tahun Baru Imlek Nasional 2001 diikuti sekitar 4.000 undangan dari berbagai kota di Pulau Jawa.

Mencoba Keseruan Gim Gundala
Indonesiaku
Mencoba Keseruan Gim Gundala

Game jadi salah satu medium untuk memperkenalkan Gundala.

Thomas Matulessia, Mengapa Jadi Kontroversi?
Tradisi
Thomas Matulessia, Mengapa Jadi Kontroversi?

Dia adalah pahlawan nasional dari kampung Haria, Saparua, yang sekarang masuk wilayah Maluku Tengah.

Kuliner Jadi Primadona Pelancong di Kabupaten Sleman Selama Libur Lebaran
Travel
Kuliner Jadi Primadona Pelancong di Kabupaten Sleman Selama Libur Lebaran

Kenangan ini dapat berupa suasana tempat kuliner maupun rasa makanan atau minumannya.

Hidangan Indonesia Tak Lepas dari Sambal
Kuliner
Hidangan Indonesia Tak Lepas dari Sambal

Rasa pedas sambal bukan hanya menggugah selera tapi juga memiliki fungsi sebagai pengganti temperatur panas.

Lingkar Barda "Si Buta" Mandrawata Sebelum Jadi Pengelana
Indonesiaku
Lingkar Barda "Si Buta" Mandrawata Sebelum Jadi Pengelana

Seluruh anggota perguruan Elang Putih meski tidak sedarah telah menjadi keluarga bagi Barda

Ogoh-Ogoh Mulai Diarak Sejak Nyepi Jadi Hari Libur Nasional 39 Tahun Lalu
Tradisi
Ogoh-Ogoh Mulai Diarak Sejak Nyepi Jadi Hari Libur Nasional 39 Tahun Lalu

Keppres Penetapan Nyepi sebagai hari libur nasional bersama dengan Hari Raya Waisak.

Mih Kocok Mang Dadeng, Legenda Kuliner di Kota Bandung
Kuliner
Mih Kocok Mang Dadeng, Legenda Kuliner di Kota Bandung

Mih Kocok Mang Dadeng ini terkenal dengan kelezatannya.

Peserta Konferensi Urban 20 akan Kunjungi Urban Farming Buruan Sae Bandung
Travel
Peserta Konferensi Urban 20 akan Kunjungi Urban Farming Buruan Sae Bandung

Urban 20 (U20) merupakan konferensi internasional bagian dari G20.

Intip Fesyen di Prosesi Akad Nikah Ketua MK dan Adik Jokowi
Tradisi
Intip Fesyen di Prosesi Akad Nikah Ketua MK dan Adik Jokowi

Busana yang dikenakan memiliki sentuhan Jawa klasik.