Nilai Investasi Sektor Perikanan dan Kelautan Indonesia Capai Rp 4 Triliun Pekerja menyiapkan ikan untuk dilelang di tempat pelelangan ikan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (9/1)ANTARA FOTO/Dedhez Anggara.

MerahPutih.com - Nilai investasi untuk sektor kelautan dan perikanan pada tahun 2017 telah mencapai lebih dari Rp4 triliun, dan ditargetkan nilai investasi tersebut pada tahun 2018 bisa mencapai hingga Rp6,3 triliun.

"Sampai dengan triwulan III tahun 2017, nilai investasi kelautan dan perikanan mencapai Rp4,03 triliun," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo di Jakarta, Kamis (11/1).

Nilanto Perbowo memaparkan, sebagaimana dilansir Antara, nilai investasi di bidang usaha produksi tangkap dan budidaya mengalami kenaikan 96,81 persen atau Rp1,23 triliun dibanding triwulan III tahun 2016.

Begitu pula dengan nilai investasi bidang usaha industri pengolahan dilaporkan mengalami kenaikan 0,4 persen atau Rp2,29 triliun dibanding triwulan III-2016.

Sementara pada triwulan III-2017, negara utama asal Penanaman Modal Asing ke Indonesia adalah Singapura, Filipina, Belgia, China dan Jepang.

Dari negara-negara asal PMA yang berinvestasi tersebut, 73 persen berusaha di bidang usaha pengolahan, 19 persen di bidang usaha produksi, dan 7,25 persen di bidang usaha perdagangan.

Sebagaimana diwartakan, KKP diharapkan bisa meningkatkan investasi sektor kelautan dan perikanan, pengurangan kemiskinan nelayan dan masyarakat pesisir serta mengimplementasikan industrialisasi perikanan berkualitas pada 2018.

"Memasuki tahun 2018 nanti, KKP mesti fokus menjaga program kelautan dan perikanan agar mencapai target RPJMN (Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional)," kata Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan.

Moh Abdi Suhufan mengingatkan tema pembangunan tahun 2018 yang dicanangkan pemerintah adalah "Memacu Investasi dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan Pemerataan".

Ia mengingatkan penurunan alokasi anggaran KKP sebesar 20,26 persen dalam APBN menjadi 2018 menjadi Rp7,28 triliun pada 2018 dari sebelumnya Rp9,13 triliun pada 2017.

"Menjadi ironi ketika momentum pembangunan kelautan dan perikanan membutuhkan banyak investasi untuk membangun infrastruktur seperti kapal ikan berukuran besar, pengadaan keramba jaring apung 'off shore' untuk peningkatan produksi budidaya dan percepatan pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu, serta pelabuhan perikanan yang mendukung industrialisasi, tapi di sisi lain alokasi belanja pemerintah untuk sektor ini justru menurun drastis," papar Abdi.



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH