Nikita Mirzani Bisa Laporkan Maaher At-Thuwailibi yang Diduga Mengancam Dirinya Nikita Mirzani (Foto: Instagram)

Merahputih.com - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mengatakan, Ustaz Maaher At-Thuwailibi bisa diproses hukum terkait pernyataannya yang mengancam akan membawa 800 laskar pembela ulama untuk mengepung rumah artis Nikita Mirzani.

Nikita Mirzani bisa mempolisikan Ustaz Maaher jika merasa keselamatan dirinya dan keluarga terancam karena pernyataan ustaz kontroversial itu.

"Permasalahan yang timbul sekarang adalah apakah Nikita Mirzani dan Keluarganya merasa keselamatan jiwa dan harta bendannya terancam?," kata Petrus kepada wartawan, Sabtu (15/11).

Baca Juga

Anggota TNI Sebut 'Kami Bersama Riziq Shibab' Dibui 14 Hari

"Jika ancaman terhadap keselamatannya sangat serius dirasakan, maka Nikita Mirzani bisa saja melaporkan Ustadz Maaher sebagai pihak yang mengancam kepada pihak Kepolisian untuk dilakukan proses hukum," sambungnya.

Nikita dan Keluarganya dapat melaporkan Ustaz Maaher atas dugaan melakukan perbuatan seperti dimaksud dalam pasal 335 KUHP yaitu perbuatan tidak menyenangkan.

"Apalagi kalau ancaman itu dilakukan dengan menggunakan media elektronik, maka kepada Ustaz Maheer dapat ditambahkan dengan pasal 29 jo. pasal 45B UU No. 19 Tahun 2016 Tentang ITE, yang ancaman pidananya 4 tahun penjara," jelas Petrus.

Sebelumnya, Ustadz Maaher At-Thuwailibi mencaci maki dan mengultimatum Nikita Mirzani untuk segera meminta maaf dan membuat klarifikasi secara terbuka dalam waktu 1x24 jam terkait pernyataannya soal 'habib tukang obat' yang dianggap menghina Rizieq Shihab.

Jika Nikita Mirzani tidak meminta maaf, Ustaz Maaher mengancam akan mengerahkan 800 laskar pembela ulama untuk menggeruduk rumah janda tiga anak itu.

Caci maki, ultimatum dan ancaman tersebut dilontarkan Ustaz Maaher dalam sebuah video yang diunggah di akun Twitternya, @ustadzmaaher_, Kamis (12/11).

Baca Juga

Penahanan Anggota TNI AU yang Nyanyikan 'Marahaban Rizieq Shihab' Sesuai Prosedur

"Kepadamu, hei! bab* betin*, lont* oplosan, penjual selangkangan! Saya himbau, 1x24 jam kau tidak melakukan klarifikasi dan permintaan maaf di depan publik secara terbuka, saya Maaher At-Thuwailibi beserta 800 laskar pembela ulama akan mengepung rumahmu," ancam Maaher.

"Saya serius, saya tidak main-main, kita lihat apa yang akan terjadi, darah kami, kami kucurkan untuk membela kehormatan cucu Rasulullah SAW," tegasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hibah Rp3,3 Triliun Buat Sektor Usaha Wisata Segera Disalurkan
Indonesia
Hibah Rp3,3 Triliun Buat Sektor Usaha Wisata Segera Disalurkan

Dana hibah yang diberikan kepada pemerintah daerah dibagi dengan imbangan 70 persen dialokasikan untuk bantuan langsung kepada industri hotel dan restoran. Sedangkan 30 persen untuk pemerintah daerah.

[Hoaks atau Fakta]: 4 Nakes Meninggal Usai Divaksin Miliki Kemiripan Kasus di Luar Negeri
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: 4 Nakes Meninggal Usai Divaksin Miliki Kemiripan Kasus di Luar Negeri

cardiovascular, blood disorder, dan brain damage bukan penyakit yang disebabkan oleh vaksin COVID-19.

Pelaku Tawuran Menteng Ditangkap, Polisi Temukan Jaringan Narkoba Libatkan Ayah dan Anak
Indonesia
Pelaku Tawuran Menteng Ditangkap, Polisi Temukan Jaringan Narkoba Libatkan Ayah dan Anak

Polisi melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang di daerah rawan tawuran Menteng, Jakarta Pusat.

234 Tempat Makan dan Minum Terjaring Opersi Yustisi
Indonesia
234 Tempat Makan dan Minum Terjaring Opersi Yustisi

Petugas memberikan saksi sosial berupa menyapu jalan dan membersihkan sampah kepada pelanggar sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 79 Tahun 2020.

PPKM Jakarta Turun ke Level 3, Anies Ingatkan Warga untuk Berhati-hati
Indonesia
PPKM Jakarta Turun ke Level 3, Anies Ingatkan Warga untuk Berhati-hati

"Jadi gini, kita harus berhati-hati, keberhasilan dalam pengendalian pandemi di Jakarta," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (24/8)

Pekerja Migran Dibebaskan Biaya Penempatan dan Berikan KUR Bunga 11 Persen
Indonesia
Pekerja Migran Dibebaskan Biaya Penempatan dan Berikan KUR Bunga 11 Persen

Pinjaman ini diberikan justru di awal kepada pekerja migran Indonesia, berbeda dengan dulu diberikan di akhir.

Jelang Libur Natal-Tahun Baru, Polisi Bongkar Peredaran Ratusan Kilogram Sabu
Indonesia
Jelang Libur Natal-Tahun Baru, Polisi Bongkar Peredaran Ratusan Kilogram Sabu

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membongkar sindikat yang diduga pengedar narkoba jenis sabu-sabu seberat 200 kilogram.

Di Hadapan Anggota DPRD DKI, Anies Janji Tuntaskan Program Prioritasnya Tahun Ini
Indonesia
Di Hadapan Anggota DPRD DKI, Anies Janji Tuntaskan Program Prioritasnya Tahun Ini

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, jika pada tahun ini merupakan fase penuntasan program-program prioritas.

Upah Minimum Tak Naik, Buruh Siap Mogok Nasional
Indonesia
Upah Minimum Tak Naik, Buruh Siap Mogok Nasional

Buruh Indonesia menolak surat edaran Menteri Ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020.

Fatwa MUI Diharapkan Redam Hoaks Vaksin COVID-19
Indonesia
Fatwa MUI Diharapkan Redam Hoaks Vaksin COVID-19

"Hasil survei, warga yang paham tentang vaksin baru 75 persen, jadi ada 25 persen yang mungkin di daerah terpencil yang tidak tahu apa itu vaksin COVID,” kata Ridwan Kamil.