Nike Gugat Kompetitor atas Pelanggaran Paten Flyknit

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 08 November 2023
Nike Gugat Kompetitor atas Pelanggaran Paten Flyknit
Nike gugat dua kompetitor atas paten Flyknit.(foto: pexels, mnz)

PERUSAHAAN raksasa olahraga global, Nike, telah mengambil langkah hukum tegas terhadap beberapa pesaing mereka dengan tuduhan melanggar paten terkait dengan teknologi inovatif mereka yang dikenal dengan Flyknit. Nike telah mengajukan gugatan paten terhadap dua perusahaan kompetitor, yaitu Skechers dan New Balance. Kedua kompetitor itu dianggap melanggar hak-hak eksklusif Nike terkait dengan desain dan konstruksi bahan Flyknit nan sangat populer.

Teknologi Flyknit diperkenalkan Nike beberapa tahun lalu. Teknologi itu merevolusi industri sepatu olahraga dengan desain rajutan yang ringan, fleksibel, dan tahan lama. Meski mulanya dikenal dalam sepatu lari, teknologi ini telah digunakan di berbagai lini produk Nike, termasuk sepatu sepak bola, sepatu basket, dan sepatu kasual.

BACA JUGA:

Rayakan Hangul Day, Nike Rilis Koleksi AF1 Low Dilengkapi Gore-Tex

Seperti dikabarkan Sole Retriever, kasus ini dilaporkan pertama kali diwartakan Reuters. Gugatan itu menandai babak baru dalam perlindungan Nike terhadap teknologi rajutan inovatif mereka. Konfrontasi hukum, yang terwujud dalam bentuk tuntutan hukum federal, telah diajukan pada Senin (6/11). Tuntutan itu menunjukkan beberapa model dari New Balance dan Skechers yang menurut Nike menggunakan teknologi Flyknit milik mereka tanpa izin.

NIKE
Nike menggugat kompetitor atas pelanggaran hak paten.(foto: pexels, sora shimazaki)

Perseteruan ini bukanlah yang pertama buat Nike di arena pertarungan hukum untuk mempertahankan hak paten. Sebelumnya, Nike mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan besar seperti Adidas, Puma, dan Lululemon. Kala itu penyelesaian dicapai bersama Adidas dan Puma, sedangkan dengan Lululemon terus berlanjut.

Di luar kasus hak paten teknologi Flyknit, Nike sebelumnya telah membawa berbagai perseteruan ke pengadilan pada tahun lalu, termasuk terhadap BAPE. Inti dari tuntutan hukum Nike dalam kasus mereka dengan dua jenama besar ini yakni tuduhan bahwa New Balance dan Skechers telah menggunakan teknologi Flyknit untuk produk garapan mereka.

BACA JUGA:

Nike Rilis Sneaker Edisi Khusus untuk Kenang Putri Kobe Bryant

Gugatan itu termasuk teknologi Fresh Foam dan FuelCell dari New Balance serta koleksi Ultra Flex dan Glide Step dari Skechers. Dokumen hukum Nike diajukan di Pengadilan Federal di Massachusetts dan Los Angeles. Dalam ajuan hukum itu ditegaskan bahwa produk kompetitor mereka ini melanggar hak paten. Saat proses hukum berlangsung, Nike tidak hanya menuntut ganti rugi moneter, tetapi juga perintah pengadilan yang tegas untuk melarang New Balance dan Skechers melakukan pelanggaran lebih lanjut secara permanen. Namun, kerugian spesifik yang dikejar Nike belum diungkapkan kemedia.

Hasil dari tuntutan itu dapat memiliki implikasi yang signifikan terhadap pasar sepatu kets yang berpotensi memengaruhi lintasan desain dan strategi kekayaan intelektual.

new balance
New Balance akan membela diri terhadap menegakkan paten mereka.(foto: unsplash, jeka demidov)

Perlindungan inovasi yang dibuat Nike menjadi pendorong fundamental dalam sektor alas kaki atletik yang persaingannya sangat kompetitif. Tindakan yang dilakukan Nike baru-baru ini menegaskan kembali niat mereka untuk menjadi yang terdepan, tidak hanya dalam pengembangan produk, tetapi juga dalam menjaga domain teknologi.

Atas serangan Nike ini, New Balance tidak tinggal diam. New Balance membeberkan akan membela diri dengan penuh semangat terhadap upaya Nike menegakkan hak paten mereka di luar cakupan yang sah.(zvw)

BACA JUGA:

Nike SNKRS Day 2023 Digelar Agak Berbeda dari Tahun Sebelumnya

#Bisnis #Fashion #Nike
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.
Bagikan