Nigel Bullough, Peneliti Inggris dapat Penghargaan Sang Hyang Kamahayanikan (Foto: Twitter ARKEO-LO-GILA)

MerahPutih Budaya - Nigel Bullough (63) meraih penghargaan sebagai Sang Hyang Kamahayanikan atas dedikasi hidupnya dalam penelitian kerajaan Majapahit dan Gunung Penanggungan.

Sejak menetap di Indonesia tahun 1971, pria asal Inggris itu melakukan ekspedisi lokasi-lokasi yang tercantum dalam Negarakertagama.

Dalam acara yang sekaligus penutup rangkaian Borobudur Writers Cultural Festival 4th 2015 ini menjadi saksi penyerahan penghargaan dari Samana Foundation terhadap Nigel. Penyerahan diberikan langsung Romo Muji Sutrisno, didampingi Romo Banar dan Direktur Samana Faoundation Yoke Dharmawan.

Menurut Romo Muji, penemuan Nigel atas situs kuno di Gunung Penanggungan yang melingkar sampai ke atasnya merupakan penemuan spektakuler dalam sejarah budaya Indonesia.

"Seluruh penemuan beliau merekomendasi Gunung Penanggungan yang merupakan penemuan spektakuler agar mendapat perhatian sungguh-sungguh dari pemerintah pusat," katanya di Plataran Hotel, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (14/11) malam.

Romo Banar menambahkan bahwa pokok penghargaan Sang Hyang Kamahayani ialah pengabdian Nigel untuk penelusuran sejarah kuno bangsa Indonesia melalui riset-riset Majapahit dan Gunung Penanggungan.

"Sosok yang mengabdikan dirinya dalam meneliti sejarah Indonesia walaupun bukan seorang arkeolog," katanya.

Dalam kehidupannya selama di Indonesia, Nigel mengubah namanya menjadi Hadi Sidomulyo. Perkenalannya dengan naskah Kertagama bermula saat rekannya mengajak ekspedisi wisata di Jawa Timur pada 1989. Saat itu ia diberi buku naskah Kertagama terjemahan Slamet Muljana terbitan 1953.

Nigel mengucapkan terima kasih atas pemberian gelar kehormatan tersebut, ia menganggapnya sebagai suatu kehormatan dna kejutan dari bangsa Indonesia.

"Yang menemukan semua orang tim, termasuk tim yang membantu saya, juga termasuk kepala desa yang tahu dan ahli," ujar Nigel.

Hadir pula dalam pemberian penghargaan tersebut Poppy Dharsono, novelis Kedung Darma Romansha. Pemberian penghargaan ditutup dengan pentas musik dari Sri Khrisna and Forum. (fre)

Baca Juga:

  1. Tarian Nusantara dan Kontemporer Ramaikan BWCF 2015
  2. Peneliti: Gunung Berapi Pengaruhi Kebudayaan Tanah Air
  3. BWCF 2015 Usung Tema Gunung Berapi
  4. Kegelisahan Penari Yogyakarta Lahirkan Sanggar Seni Kinanthi
  5. Biennale Jogja XIII 2015, Pertemuan Seniman dari Dua Benua
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Riwayat Miras Masa Kolonial
Tradisi
Riwayat Miras Masa Kolonial

Sebelum Holywings, kedai-kedai miras telah berdiri di Hindia Belanda

Kawasan Kota Tua Braga menuju Smart Village
Travel
Kawasan Kota Tua Braga menuju Smart Village

Bisa menjadi daya tarik wisatawan.

Mie Atep yang Jadi Ikon Kuliner Belitung
Kuliner
Mie Atep yang Jadi Ikon Kuliner Belitung

Mi yang disajikan dalam balutan daun simpur yang hanya tumbuh dan ditemukan di Belitung.

Ini Jejak Tradisi Donasi Orang Indonesia
Tradisi
Ini Jejak Tradisi Donasi Orang Indonesia

Kepercayaan itu penting untuk menjamin tradisi donasi masyarakat Indonesia tak disalahgunakan.

Tradisi Tato Tiga Suku Adat Papua Terancam Punah
Tradisi
Tradisi Tato Tiga Suku Adat Papua Terancam Punah

Tato merupakan salah satu budaya di pesisir utara Papua.

Kawasan Malioboro akan Dibuat ala Tempo Dulu
Travel
Kawasan Malioboro akan Dibuat ala Tempo Dulu

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta bakal menyulap kawasan legendaris ini seperti tempo dulu.

Ketupat dan Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran, ini Maknanya
Kuliner
Ketupat dan Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran, ini Maknanya

Ketupat biasanya disajikan dengan opor ayam, gulai daging, atau gulai telur.

Bubur Merah Putih Bentuk Pengharapan Masa Depan
Kuliner
Bubur Merah Putih Bentuk Pengharapan Masa Depan

Bubur merah putih sebagai simbol pengharapan masa depan bayi.

Kesaktian Suku Dayak Dibuktikan dengan Mandau Terbang
Tradisi
Kesaktian Suku Dayak Dibuktikan dengan Mandau Terbang

Mandau merupakan senjata tradisional yang bentuknya seperti parang.

Liburan, saatnya Pelesir di Trademark Market 2022 Bandung
Travel
Liburan, saatnya Pelesir di Trademark Market 2022 Bandung

Acara ini berlangsung hingga Minggu 10 Juli.