Berawal dari Door to Door Barber, Nick The Barbership Raih Omzet Puluhan Juta Nick The Barbership (foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

MENJADI seorang wirausaha memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan niat yang kuat serta semangat pantang menyerah demi tercapainya sebuah kesuksesan. Demikian pula perjalanan karier Nikasius Dirgahayu dalam membangun Nick The Barbership dari nol.

Pada awalnya, Nick tak terpikir untuk menjadi seorang barber, karena ia memulai usaha dengan berjualan pomade. Ketika tengah berjualan pomade, ia melihat video barbershop. Dari situlah Nick memberanikan diri untuk mencukur rambut teman-teman kuliahnya. Ketika itu, Nick hanya dibayar dengan makan, minum, dan rokok. Bisa dibilang jasa cukurnya masih gratis.

(Foto: MerahPutih/Raden Yusuf Nayamenggala)

Setelah mencukur rambut teman-teman kuliah, Nick akhirnya berlanjut melayani permintaan teman komunitas sepedanya, hingga teman sekantor. Dari situlah awalnya Nick menerima banyak permintaan mencukur rambut.

Saat baru memulai, Nick mulai mendapat omzet sekitar Rp150 ribu per hari. Ia pun melihat peluang bisnis yang menggiurkan menjadi seorang barber dan memutuskan untuk menekuni bisnis barbershop dengan modal usaha sekitar Rp2,5 juta.

"Aku mikirnya sehari aku dapat Rp150 ribu. Aku kerja zaman dulu Rp5 juta per bulan, terus pas Lebaran aku dapat Rp500 ribu per hari. Lalu aku mikir hitungan goblok Rp500 ribu dikali 30 jadi Rp15 juta. Wah oke juga nih, terus aku juga ngejalaninnya santai dan fleksibel," ujar Nick saat ditemui merahputih.com di Jakarta Coffee Week 2017, Minggu (10/9).

Keputusan Nick untuk menggeluti bisnis barbershop dimulai pada 2012. Namun, Nick tak langsung membuka sebuah barbershop, lantaran terkendala modal. Kendati demikian, Nick tak kehilangan akal. Ia pun akhirnya berpikir dan tercetuslah konsep door to door barbershop atau tukang cukur panggilan. Bisa dibilang, itu konsep jemput bola.

Nick The Barbership (foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Setelah kurang lebih 5 tahun mengusung konsep door to door barbershop, perjuangan Nick berbuah manis. Saat ini, Nick telah memiliki barbershop sendiri di daerah Grand Wijaya Center, Jakarta Selatan.

Meski telah memiliki barbershop sendiri, Nick tetap turun tangan untuk menjadi tukang cukur. Hal itu lantaran ia tak ingin mengambil pegawai yang sudah ahli, tapi justru yang masih baru belajar dari nol agar dapat dibentuk dalam segi tata cara mencukur dan sebagainya. Ia pun mengaku tak merasakan lelah meski bekerja turun tangan mencukur pelanggan.

"Aku kerjanya pakai passion jadi enggak ada capainya. Kalo kerjanya cari duit ya capai. Kalo kerjanya seneng, ya enggak capai. Ya capai badan, tapi enggak capai pikiran. Mending capai badan daripada capai pikiran. Kalau capai pikiran malah jadi lebih sakit," tutur Nick.

Nick juga memiliki keinginan untuk menambah dua orang tukang cukur dalam waktu dekat untuk mengembangkan uasahanya, tapi tetap dengan konsep dan finishing darinya.

Seperti wirausaha lainnya, Nick juga mengalami masa sulit. "Kesulitannya jadi wirausaha itu cuma satu, mengatur diri sendiri. Kenapa? Karena kalau kerja jadi karyawan enggak masuk lima hari, gajinya tetep sama kan. Kalau saya enggak kerja lima hari, ya enggak dapet duit," tambah Nick.

Setelah usahanya berkembang pesat, keuntungan yang diraih Nick dari menekuni barbershop cukup menggiurkan. Ia mengaku dapat meraup lebih dari Rp10 juta per bulan.

Untuk target di masa depan, Nick ingin melebarkan sayap usahanya ke luar negeri, tepatnya ke Singapura, karena bagi Nick, bisnis barbershop di Singapura lebih menjanjikan ketimbang di Indonesia.

"Target di masa depan, punya barbershop sendiri, sekolah barber, tinggal di luar negeri. Soalnya, bisnis barbershop di sana lebih menjanjikan, karena di sana sekali potong rambut US$38 atau sekitar Rp380 ribu. Di jakarta, Rp150 ribu sudah dianggap mahal banget," tutup Nick. (ryn)

Simak juga yuk artikel menarik lainnya Keseruan Babak Final "Indonesia Aeropress Championship 2017"



Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH