Niat Caplok Greenland, AS Bahas Opsi Gunakan Kekuatan Militer

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Niat Caplok Greenland, AS Bahas Opsi Gunakan Kekuatan Militer

Kawasan Greenland.(foto: pexels-mikhail-nilov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump telah membahas berbagai opsi untuk mencaplok Greenland, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Gedung Putih mengatakan akuisisi Greenland merupakan prioritas keamanan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah para pemimpin Eropa mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan dukungan kepada Denmark, yang selama ini menolak ambisi Trump terhadap pulau di Arktik tersebut.

Pada pekan lalu, Trump kembali menegaskan niat AS untuk menduduki Greenland demi alasan keamanan. Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa serangan apa pun dari AS akan berarti berakhirnya NATO.

“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi salah satu opsi yang berada dalam kewenangan panglima tertinggi,” kata pihak Gedung Putih dalam pernyataan mereka, dikutip BBC.

NATO merupkan aliansi militer trans-Atlantik dengan para sekutu diharapkan saling membantu jika terjadi serangan dari luar. Enam sekutu Eropa menyatakan dukungan terhadap Denmark, Selasa (6/1). “Greenland merupakan milik rakyatnya, dan hanya Denmark serta Greenland yang dapat memutuskan hal-hal terkait dengan hubungan mereka,” ujar para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Denmark dalam pernyataan bersama.

Baca juga:

Ditolak Tegas PM Greenland, Presiden AS Donald Trump Tetap Lanjutkan Niat Menganeksasi Greenland


Sambil menegaskan bahwa mereka sama-sama berkepentingan dengan AS dalam menjaga keamanan Arktik, para penandatangan pernyataan tersebut mengatakan hal itu harus dicapai secara kolektif oleh negara-negara NATO, termasuk AS. Mereka juga menyerukan penegakan prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk kedaulatan, keutuhan wilayah, dan tidak dapat diganggunya perbatasan.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut pernyataan tersebut dan menyerukan dialog yang saling menghormati. “Dialog harus berlangsung dengan menghormati fakta bahwa status Greenland berakar pada hukum internasional dan prinsip keutuhan wilayah,” kata Nielsen.

Isu masa depan Greenland kembali mencuat setelah intervensi militer AS di Venezuela. Pasukan elite masuk untuk menangkap Presiden Nicolás Maduro dan membawanya ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait dengan narkoba dan senjata. Sehari setelah penggerebekan itu, Katie Miller, istri salah seorang penasihat senior Trump, mengunggah peta Greenland berwarna bendera Amerika di media sosial, disertai kata ‘segera’. Suaminya, Stephen Miller, menyebut Greenland seharusnya menjadi bagian dari AS.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada para anggota parlemen dalam pengarahan tertutup di Capitol Hill pada Senin bahwa pemerintahan Trump tidak berencana menginvasi Greenland, tapi hendak membeli pulau tersebut dari Denmark. Demikian dilaporkan Wall Street Journal.

Seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa opsi Amerika mencakup pembelian langsung Greenland atau membentuk Compact of Free Association dengan wilayah tersebut.

Pada Maret 2025, Trump mengatakan Amerika akan melakukan sejauh apa pun yang perlu untuk mendapatkan kendali atas wilayah tersebut. Dalam sebuah dengar pendapat kongres musim panas 2025, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan AS memiliki rencana untuk segala kemungkinan.

Greenland, yang berpenduduk sekitar 57.000 jiwa, telah memiliki pemerintahan sendiri secara luas sejak 1979, meskipun pertahanan dan kebijakan luar negeri masih berada di tangan Denmark. Meski sebagian besar warga Greenland mendukung kemerdekaan penuh dari Denmark di masa depan, jajak pendapat menunjukkan penolakan yang sangat besar terhadap kemungkinan menjadi bagian dari AS. Saat ini, AS sudah punya pangkalan militer di pulau tersebut.(dwi)


Baca juga:

Menlu AS Tegaskan Keseriusan Rencana Donald Trump Beli Greenland

#Greenland #Amerika Serikat #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Bagikan