Ngotot Gelar Pilkada, Pemerintah Abaikan Amanat Konstitusi Kerumunan massa saat daftar pilkada. (Ismail/Jawa Tengah).

MerahPutih.com - Ketua Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju Din Syamsuddin, menilai Pemerintah mengabaikan amanat konstitusi untuk melindungi segenap rakyat dan seluruh tanah tumpah darah Indonesia, karena tetap melaksanakan Pilkada Serentak.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, menegaskan, pelaksaan Pilkada Serentak pada Desember nanti, bertentangan dengan Peraturan Pemerintah sendiri (PERPPU No. 2/2020), Penjelasan Pasal 201A, Ayat 3, bahwa Pilkada serentak ditunda apabila tidak dapat dilaksanakan karena musibah nasional Pandemi COVID-19.

"Jika Pemerintah tetap ngotot menggelar Pilkada mengandung arti melanggar Peraturan UU yang ada," ujarnya dalam keteranganya. Rabu (23/9).

Baca Juga:

Satgas COVID-19 Ingatkan Peserta Pilkada Harus Selamatkan Rakyat

Selain mengabaikan aspirasi rakyat, dan pelanggaran konstitusi, kata Din, tetap menggelar Pilkada juga menunjukkan ketidaksesuaian ucap dan laku Presiden Jokowi yang sangat beresiko besar.

"Juga pelaksanaan Pilkada serentak itu nanti tidak sejalan dengan ucapan Presiden Jokowi sendiri bahwa Pemerintah lebih mengutamakan penanggulangan masalah kesehatan dari pada stimulus ekonomi dan tentu juga agenda politik," tegas Din.

Din Syamsuddin
Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. (Foto: Tangkapan Layar).

Apalagi, lanjut Din, patut diyakini bahwa pelaksanaan Pilkada, yang niscaya mendorong kerumunan massa, sangat potensial dan rentan menciptakan klaster baru COVID-19.

"Apakah Pemerintah siap menanggung akibat dan resikonya? Waktu masih ada untuk berpikir jernih dengan akal sehat untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan rakyat, dari pada ingin mengedepankan kekuasaan, atau mengutamakan kepentingan politik kelompok/partai politik," kata Din. (Pon)

Baca Juga:

Tunda Pilkada, Kemanusiaan Lebih Penting dari Politik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PSI Nilai Pernyataan Petinggi PAN Soal ICU Anggota DPR Tak Punya Hati Nurani
Indonesia
PSI Nilai Pernyataan Petinggi PAN Soal ICU Anggota DPR Tak Punya Hati Nurani

Banyak rakyat bahkan tak punya lagi penghasilan di masa PPKM Darurat

Resmi! Jokowi Tetapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali
Indonesia
Resmi! Jokowi Tetapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali

PPKM Darurat ini akan meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku.

Perayaan Imlek, Nyaris Seluruh Jakarta Bakal Diguyur Hujan
Indonesia
Perayaan Imlek, Nyaris Seluruh Jakarta Bakal Diguyur Hujan

Kota Tangerang, Banten juga diperkirakan turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada pagi hingga malam nanti.

Anies Gandeng Pemkab Ngawi Perluas Pasokan Beras di Jakarta
Indonesia
Anies Gandeng Pemkab Ngawi Perluas Pasokan Beras di Jakarta

Kolaborasi pasokan beras ini melalui BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya dengan Pemerintah Ngawi lewat Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun

 Sah, Putra Jokowi Dilantik Jadi Wali Kota Solo
Indonesia
Sah, Putra Jokowi Dilantik Jadi Wali Kota Solo

Gibran hanya datang berdua dengan istrinya saat pelantikan

[HOAKS atau FAKTA]: Seorang Pria Ditembak Mati di Masjidil Haram
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seorang Pria Ditembak Mati di Masjidil Haram

Saudi Press Agency juga menyatakan, jika insiden tersebut terjadi pada 30 Maret 2021 selepas ibadah shalat Asar.

Wisma Atlet Hambalang Diusulkan Jadi Rumah Sakit Darurat COVID-19
Indonesia
Penahanan Rizieq Shihab Jadi Momentum Buktikan Hukum sebagai Panglima
Indonesia
Penahanan Rizieq Shihab Jadi Momentum Buktikan Hukum sebagai Panglima

"Karena selama ini posisi hukum sebagai panglima hanya sebatas slogan kosong," jelas Petrus

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Jaga Inflasi Tetap Rendah
Indonesia
Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Jaga Inflasi Tetap Rendah

pemerintah dan BI menyepakati strategis untuk memperkuat pengendalian inflasi. Diantaranya, menjaga inflasi kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) dalam kisaran 3 persen – 5 persen persen.

Vaksin Corona Diprioritaskan Kelompok Usia 18-59 Tahun dan tak Miliki Penyakit Bawaan
Indonesia
Vaksin Corona Diprioritaskan Kelompok Usia 18-59 Tahun dan tak Miliki Penyakit Bawaan

Menurut Yurianto, hal itu jadi syarat dari produsen vaksin yakni Sinovac, Sinofarm, dan Cansino.