Ngotot Demo Saat May Day, Para Buruh Akan Berhadapan dengan Pasukan Huru-Hara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: ANTARA

MerahPutih.Com - Polda Metro Jaya menegaskan akan melarang aksi unjuk rasa buruh untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang akan digelar pada 30 April 2020 mendatang.

Sebagaimana diatur dalam PSBB, bahwa selama pandemi corona semua pihak harus menaati physical distancing. Selain itu, Maklumat Kapolri juga sudah jelas bahwa tidak ada kegiatan yang sifatnya ramai-ramai.

Baca Juga:

ICW Desak KPK Tangkap Buronan Kasus BLBI Sjamsul Nursalim

"Jadi, tidak akan diberikan izin (aksi unjuk rasa para buruh)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Senin (20/4).

Yusri menegaskan, polisi tak segan membubarkan paksa para buruh yang tetap nekat menggelar aksi unjuk rasa di tengah pandemi Covid-19.

Polda Metro Jaya siapkan pasukan huru-hara untuk hadapi buruh yang nekat berunjuk rasa saat may day nanti
Pasukan huru-hara Polri disiapkan untuk hadapi demo buruh (Foto: antaranews)

"Iya (akan membubarkan jika masih ada aksi unjuk rasa) kan kita sudah sampaikan (larangan menggelar aksi unjuk rasa), seharusnya mereka mengerti," ungkap Yusri.

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis meminta kepada seluruh Polda menurunkan personel untuk mengantisipasi jika terjadi unjuk rasa selama wabah virus corona atau Covid-19.

Perintah itu tertuang dalam surat telegram nomor ST/1183/IV/OPS.2./2020 dan surat telegram nomor ST/1184/IV/OPS.2/2020. Surat telegram itu ditandatangi oleh Kabaharkam Polri sekaligus Kaopspus Aman Nusa II, Komjen Agus Andrianto pada 13 April.

"Betul (ada surat telegram itu)," kata Agus saat dihubungi, Jumat(17/4).

Ada sejumlah poin yang tertuang dalam surat telegram ST/1183/IV/OPS.2./2020, antara lain pengawalan pendistribusian bahan pokok, pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19, serta penindakan terhadap kasus berita hoaks.

Selain itu, dalam telegram itu juga diperintahkan kepada seluruh Polda untuk menyiapkan personel dan sarana prasana untuk antisipasi unjuk rasa.

"Siapkan PHH (brimob dan shabara) kemudian Sarpras kemudian untuk mengantisipasi bila terjadi unras, kemudian kerusuhan dan konflik sosial atau terjadi eskalasi situasi terburuk di wilayah masing-masing," kata Agus dalam surat telegram itu.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) akan memperingati hari buruh Internasional atau May Day dengan melakukan aksi unjuk rasa pada 30 April 2020.

Baca Juga:

Respons Erick Thohir, KPK Janji Tindak Tegas Mafia Alkes

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi tersebut akan dipusatkan di Gedung DPR RI dan Kantor Menko Perekonomian RI. Para buruh akan mengikuti protokol Covid-19 selama aksi yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan hand sanitizer.

"Adapun tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi nanti adalah: (1) Tolak omnibus law, (2) Stop PHK, dan (3) Liburkan buruh dengan tetap mendapatkan upah dan THR penuh," kata Said dalam keterangan tertulis, Senin (20/4).(Knu)

Baca Juga:

Warga Solo Digegerkan Kemunculan Ratusan Cacing Tanah, Pertanda Gempa Bumi?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penambahan Kasus Baru COVID-19 di DKI Hari Ini Capai 3.614 Jiwa
Indonesia
Penambahan Kasus Baru COVID-19 di DKI Hari Ini Capai 3.614 Jiwa

Dengan positivity rate 17,4 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 3.614 jiwa.

HUT Jakarta, Anies Ajak Semua Pihak Bangkitkan Ekonomi DKI
Indonesia
HUT Jakarta, Anies Ajak Semua Pihak Bangkitkan Ekonomi DKI

Melalui imunitas kolektif lewat vaksinasi dan infeksi, Jakarta akan bangkit

Digugat Jhoni Allen Rp55,8 M, Partai Demokrat Nyatakan Tak Gentar
Indonesia
Digugat Jhoni Allen Rp55,8 M, Partai Demokrat Nyatakan Tak Gentar

Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani menegaskan pihaknya tidak gentar atas langkah Sekjen Demokrat kubu Moledoko Jhoni Allen Marbun yang menuntut ganti rugi sebesar Rp55,8 miliar.

Langkah Cepat Biden Usai Bersumpah Jadi Presiden ke-46 Amerika Serikat
Dunia
Langkah Cepat Biden Usai Bersumpah Jadi Presiden ke-46 Amerika Serikat

Dalam Pidatonya Usai dilantik, Biden menjanjikan hari baru bagi Amerika dan menyerukan persatuan. Pidato persatuan ini, tidak terlepas dari aksi dua minggu lalu, setelah pendukung Trump mengamuk di Capitol Hill.

Sri Mulyani Yakin Ekonomi Bisa Tumbuh 8,3 Persen di Kuartal II 2021
Indonesia
Sri Mulyani Yakin Ekonomi Bisa Tumbuh 8,3 Persen di Kuartal II 2021

Impor diyakini diprediksikan akan tumbuh sekitar 13 persen sampai 19,7 persen, yang mengindikasikan pemulihan permintaan domestik serta menunjang kebutuhan produksi dan investasi.

KPK Cegah Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Bepergian ke Luar Negeri
Indonesia
KPK Cegah Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Bepergian ke Luar Negeri

Pencegahan terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Satgas Sebut PPKM di Jawa dan Bali Belum Mampu Tekan Penyebaran COVID-19
Indonesia
Satgas Sebut PPKM di Jawa dan Bali Belum Mampu Tekan Penyebaran COVID-19

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum mampu menekan COVID-19 di Pulau Jawa dan Bali.

Alasan Kantor Pemerintah Tak Di-lockdown meski Lonjakan COVID-19 Terjadi
Indonesia
Alasan Kantor Pemerintah Tak Di-lockdown meski Lonjakan COVID-19 Terjadi

Tjahjo Kumolo memastikan tidak akan menutup kantor pemerintahan atau lockdown di tengah peningkatan kasus COVID-19

DKI Tengah Finalisasi Assessment Pembukaan Tatap Muka di Sekolah
Indonesia
DKI Tengah Finalisasi Assessment Pembukaan Tatap Muka di Sekolah

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta masih berbenah melakukan finalisasi ihwal niatan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka sekolah di tengah pandemi COVID-19.

Pastikan Aprilia Manganang Laki-Laki, Jenderal Andika: Bukan Transgender, Bukan Juga Interseks
Indonesia
Pastikan Aprilia Manganang Laki-Laki, Jenderal Andika: Bukan Transgender, Bukan Juga Interseks

TNI AD dalam hal ini membantu Manganang dalam corrective surgery