Ngeri-Ngeri Sedap, di Kota Ini Warga Hidup Berdampingan dengan 100 Macan Tutul Di sebuah kota warga dan 100 macan tutul hidup berdampingan dengan harmonis (Foto: pixabay/wildface)

SEBUAH kota kecil di India bernama Bera, dikenal sebagai satu-satunya tempat di Bumi di mana manusia dan macan tutul hidup berdampingan dengan harmonis.

Sedikit informasi, India merupakan salah satu negara berpenduduk terpadat di Dunia. Karena jumlah manusia yang terus bertambah, banyak yang memilih tinggal di hutan serta pegunungan yang tak berpenghuni, hingga akhirnya konflik antara macan tutul dan manusia tidak dapat dihindari.

Baca Juga:

Tiga Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Memelihara Hewan

Namun pada faktanya, ekspansi manusia pada wilayah dataran tinggi dan jumlah macan tutul yang terus meningkat dalam beberapa dekade, keteangan antara manusia dan macan tutul pun meningkat.

Kota Bera dikenal sebagai sebuah kota yang hidup masyarakatnya berdampingan dengan macan tutul (Foto: pixabay/shilmar)

Tapi, ada satu tempat di mana manusia dan macan tutul diduga sudah hidup damai dan harmonis selama sekitar satu abad. Tempat itu ialah kota Bera, yang juga dikenal sebagai 'Negara Macan Tutul'. Bahkan Bera disebut-sebut memiliki populasi macan tutul tertinggi di dunia.

Seperti yang dikutip dari laman odditycentral, dikabarkan ada hampir 100 macan tutul yang tinggal di wilayah Bera dan sekitarnya. Tapi, tidak ada serangan terhadap manusia yang dilaporkan di kota tersebut dalam 100 tahun terakhir ini.

Ada sebuah kasus di mana seorang bayi diculik oleh seekor macan tutul bertahun-tahun lalu, tetapi macan tutul meninggalkan anak tersebut saat dia berlari ke hutan belantara. Bahkan, ketika penduduk setempat mulai mengorganisi safari melihat macan tutul di wilayah itu untuk wisatawan, tidak pernah ada serangan macan tutul.

Rupanya ada satu hal yang cukup istimewa dari kota Bera. Menurut penuturan penduduk setempat, sebagian besar dari mereka ialah anggota Rabari, suku penggembala yang bermigrasi ke Rajasthan dari Iran melalui Afghanistan seribu tahun lalu.

Suku Rabari menyembah dewa Hindu dan memperlakukan binatang sebagai malaikat pelindung mereka, bahkan bila mereka terkadang kehilangan ternak akibat macan tutul.

"Ketika macan tutul membunuh ternak Rabaris, masyarakat tidak menentang pemangsa itu, Mereka percaya Siwa akan meningkatkan ternak mereka berlipat ganda dan memperlakukan ternak yang terbunuh sebagai persembahan kepada tuannya sendiri," ujar Dilip Singh Deora, seorang yang menjalankan safari lokal pada The National.

Baca Juga:

Jersey Giants si Ayam Raksasa

Sementara itu, seorang jurnalis foto satwa liar bernama Dheeraj Mali, sudah mendokumentasikan macan tutul lokal selama bertahun-tahun. Dia percaya bahwa kucing besar di daerah tersebut juga sudah beradaptasi dengan keberadaan manusia, dan secara bertahap macan tutul itu tidak seperti predator pada umumnya.

Macan tutul merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari di Bera, seperti halnya penyelenggara safari yang beroperasi dengan jaminan bisa melihat macan tutul atau uang dikembalikan, saat mempromosikan wisata kepada para pelancong.

Kucing-kucing besar itu dapat terlihat bertengger di bebatuan di dalam hutan, dan di wilayah sekitar 10 desa pada kota tersebut, bahkan berjalan di jalanan.

"Banyak turis terkejut ketika mereka melihat macan tutul bergerak bebas di sekitar kuil desa, bahkan saat pendeta melakukan ritual hariannya tanpa terpengaruh, tapi begitulah kehidupan di Bera," ujar Dilip Singh Deora.

Dinamika manusia dan macan tutul yang harmonis di Bera terbilang sangat unik. Karena, pada tempat lain di India, manusia dan macan tutul saling menghindari satu sama lain, dan bila mereka melakukan kontak, kerap kali berakhir dengan pertumpahan darah.

Terdapat kabar bahwa reputasi di Kota Bera sedikit di lebih-lebihkan untuk tujuan pemasaran. Meski begitu, perbukitan di wilayah pemukiman manusia yang dipenuhi macan tutul merupakan fakta. (Ryn)

Baca Juga:

Menato Kucing Peliharaanya, Seorang Model Dikecam Pencinta Hewan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tampil Stand Out saat Lebaran Tanpa Terkesan Berlebihan
Fashion
Tampil Stand Out saat Lebaran Tanpa Terkesan Berlebihan

Di perayaan lebaran kali ini, nampaknya semakin banyak muslim yang mengekspresikan fashion mereka.

Bahaya Menjadikan Konsumerisme sebagai Pelarian dari Kesepian
Fun
Bahaya Menjadikan Konsumerisme sebagai Pelarian dari Kesepian

Kesepian mengacu pada pengalaman subjektif dari kekurangan dalam hubungan sosial.

Kontes Modifikasi Motor Listrik Ramaikan IIMS Hybrid 2022
Hiburan & Gaya Hidup
Kontes Modifikasi Motor Listrik Ramaikan IIMS Hybrid 2022

Kontes modifikasi motor listrik ikut meramaikan IIMS Hybrid 2022. Sejumlah motor listrik custom pun dinilai oleh para juri.

Dewa Kipas Masuk The Most Searched in Google 2021
Hiburan & Gaya Hidup
Dewa Kipas Masuk The Most Searched in Google 2021

Dewa Kipas sempat menghebohkan jagat maya dengan mengalahkan pecatur top dunia Levy Rozman.

Kemudahan Milenial dapatkan Kartu Kredit Dukung Cashless Society
Fun
Kemudahan Milenial dapatkan Kartu Kredit Dukung Cashless Society

Ini cara mudah membuat kartu kredit pertama bagi anak muda

Cara Tampil Lebih Percaya Diri saat Zoom Meeting
Fun
Cara Tampil Lebih Percaya Diri saat Zoom Meeting

Santai saja saat zoom meeting.

Bayi di Cover Album 'Nevermind' Gugat Nirvana, Apa Alasannya?
ShowBiz
Bayi di Cover Album 'Nevermind' Gugat Nirvana, Apa Alasannya?

Sang bayi yang kini berusia 30 tahun menuntut Rp 2,1 miliar.

Alasan Lee Jung-Jae Perankan Gi-Hun di ‘Squid Game’
ShowBiz
Alasan Lee Jung-Jae Perankan Gi-Hun di ‘Squid Game’

Lee Jung-jae merasa mirip dengan karakter Gi-hun.

Mengintip Fitur Baru New Mitsubishi Xpander Cross
Fun
Mengintip Fitur Baru New Mitsubishi Xpander Cross

ada penambahan sejumlah fitur yang bisa menguntungkan pengemudi dan penumpang Mitsubishi Xpander Cross.