Ngeri, Ashton Kutcher Jadi Saksi Pembunuhan Berantai Ashton Kutcher (Foto: usatoday)

ARTIS Hollywood Ashton Kutcher hadir dalam sebuah persidangan pembunuh berantai bernama Michael Gargiulo. Dia menjadi saksi mata atas aksi pembunuh berantai berjulukan Hollywood Ripper yang telah beraksi selama 15 tahun.

Melanisr Elle, Kutcher jadi saksi di sidang tersebut karena teman kencannya, Ashley Ellerin, merupakan salah satu dari empat korban Gargiulo. Pemain sitkom 70s Show itu mengatakan kepada juri bahwa dirinya memiliki rencana kencan dengan Ellerin pada 21 Februari 2001 di kediamannya di Los Angeles.

Kemudian, saat itu Kutcher tengah menjemput Ellerin. Ketika mengetuk pintu rumahnya sekitar pukul 10.30 malam waktu setempat, kata Kutcher Ellerin sama sekali enggak membuka pintu rumahnya.

Lalu, ia mencoba masuk ke rumahnya melalui pintu lain, tapi terkunci. Hingga akhirnya Kutcher mengintip melalui jendela. Lalu ia menemukan sebuah cairan merah yang dia anggap tumpahan anggur. "Saya melihat apa yang saya pikir adalah anggur merah yang tumpah di atas karpet," kata Kutcher bersaksi.

Melihat tumpahan berwarna merah itu, Kutcher tetap berpikir positif. Sebab beberapa hari sebelumnya Ellerin mengadakan pesta di kediamannya. Jadi ia merasa wajar jika ada tumpahan air berwarna merah seperti Anggur.

Ashton Kutcher dan Ashley Ellerin (Foto: people.com)

Baca juga:

Jarang Terlihat Berdua, Ashton Kutcher dan Mila Kunis Mendadak Terlihat Mesra di Medsos

Kutcher pun langsung pulang ke rumah. Karena ia menganggap teman kencannya itu sudah terlelap atau pergi bersama orang lain. Namun, keesokan harinya polisi menemukan Ellerin dalam keadaan tak bernyawa di kamar mandi. Terdapat 47 tikaman pada tubuhnya.

"Kami percaya dia baru saja keluar dari kamar mandi dan sedang bersiap-siap untuk pergi keluar dengan Tuan Kutcher ketika dia diserang dari belakang," kata Wakil Jaksa wilayah Los Angeles Dan Akemon dalam pernyataan pembukaan.

Pria 41 tahun itu pun mengaku enggak mengetahui bahwa Ellerin telah tewas dalam keadaan mengerikan di kediamannya. Yang pasti Kutcher sedikit takut karena di pintu rumah Ellerin ada sidik jarinya. Seraya mengatakan, hanya Kutcher lah yang ada di rumah Ellerin kala itu. (ikh)

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH