Ngeri, Ada Lebih dari 3000 Pembunuh Berantai di AS Negara AS memiliki jumlah pembunuh berantai terbanyak di seluruh dunia. (Foto: Pexels/@kat wilcox)

MANUSIA memang makhluk yang aneh, terutama mereka yang tidak segan-segan membunuh sesamanya. Kasus pembunuhan memang bukanlah hal yang baru, meskipun fenomena ini terjadi di seantero dunia, ternyata ada beberapa negara yang memiliki jumlah kasus dan pembunuhan tertinggi dibandingkan yang lain.

Jauh dari Indonesia, negara yang dimaksud ialah Amerika Serikat. Menurut World Atlas, hampir 68 persen pembunuh berantai terkenal dunia berasal dari AS. Kabarnya jumlah pastinya mencapai 3.204 orang. Sedangkan di urutan kedua ada Inggris yang mencatat 166 pembunuh.

Afrika Selatan menyusul di peringkat ketiga dengan 117, kemudian dilanjutkan dengan Kanada yang mencatat sebanyak 106 pembunuh. Sedangkan di posisi kelima ada Italia dengan 97 orang dan Jepang hanya tertinggal satu orang saja yaitu 96 pembunuh.

Baca juga:

Kisah Kematian Misterius Elisa Lam akan Muncul di Netflix

Ketika membandingkan jumlah serial killer dari masing-masing negara, kita bisa melihat perbedaan yang signifikan antara AS dan wilayah lain. Artinya ada 0,99 pembunuh berantai per 100 ribu orang. Jadi jelas ada sesuatu yang aneh terjadi di sini.

1. Kondisi lingkungan yang mendukung

Ngeri, Ada Lebih dari 3000 Pembunuh Berantai di AS
Kondisi lingkungan yang mendukung pada tahun 1970 hingga 1990an membuat banyak pembunuh berantai beraksi. (Foto: Unsplash/@Maxim Hopman)

Ada sejumlah alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Pertama adalah keadaan sosial dan lingkungan yang mendukung. Discover Magazine menyebutkan tahun 1970an sampai 1990an adalah 'golden age of serial killers'.

Pada 1980an saja, polisi menemukan 770 pembunuh berantai di seantero negeri. Beberapa yang paling terkenal adalah Ted Bundy, Charles Manson, Jeffrey Dahmer, dan Richard Ramirez.

Saat itu kejahatan meningkat dimana-mana serta tidak ada basis data berskala besar untuk melacak penjahat. Terlebih istilah pembunuh berantai kala itu masih merupakan sebuah hal yang baru dan belum jelas. Pada akhirnya ini menyediakan lingkungan ideal bagi para pembunuh untuk melakukan aksi busuknya.

2. Penegak hukum yang andal

Ngeri, Ada Lebih dari 3000 Pembunuh Berantai di AS
Penegak hukum AS andal dalam membongkar kasus pembunuhan. (Foto: Pexels/@Martin Lopez)

Berikutnya ada alasan yang lebih sederhana mengapa pembunuh berantai di AS lebih banyak dibandingkan negara lain. Ini terjadi karena penegak hukum di AS lebih pintar dalam menyimpan catatan, melaporkan kejahatan, dan menghubungkan pembunuhan yang dilakukan orang yang sama. Makanya otomatis lebih banyak pembunuh berantai yang tertangkap yang membuat data jumlahnya semakin banyak.

Baca juga:

Jared Leto Bagikan Tampilan Pembunuh Berantai Manipulatif dalam 'The Little Things'

3. Masa Depresi Besar dan Perang Dunia II

Ngeri, Ada Lebih dari 3000 Pembunuh Berantai di AS
Faktor lainnya adalah krisis ketika menghadapi masa depresi besar dan pasca Perang Dunia II. (Foto: Pexels/@Pixabay)

Data yang tinggi ini tampaknya juga tidak terlepas akibat dua kejadian besar, yaitu 'the great depression' dan Perang Dunia II. Penulis dan sejarawan Peter Vronsky berpendapat bahwa faktor budaya dan lingkungan berkontribusi besar pada perkembangan pembunuh berantai.

Menurut Vronsky, banyak orang yang tidak kuat menghadapi krisis saat menghadapi masa depresi besar atau trauma pasca perang. Efek akhirnya mengarah pada perilaku kejahatan yang melanggar norma.

4. Media massa membuat pembunuh berantai jadi selebritas

Ngeri, Ada Lebih dari 3000 Pembunuh Berantai di AS
Media massa AS terlalu banyak mempublikasi kasus pembunuh berantai,.(Foto: Unsplash/@Filip Mishevski)

Selain itu, media massa di AS banyak meliput pembunuh berantai fenomenal. Sayangnya bagai pedang bermata dua, hal ini memunculkan fenomena pembunuh berantai selebritas.

Dalam sejumlah kasus, investigator menemukan fakta bahwa banyak pembunuh yang menyukai publisitas dan kepopuleran. Mereka senang ketika dicari dan diberitakan. Itulah yang mungkin meemunculkan semakin banyak pembunuh.

5. Industri angkutan truk yang sempurna untuk pembunuh

Ngeri, Ada Lebih dari 3000 Pembunuh Berantai di AS
Industri angkutan truk membantu pembunuh berantai meloloskan diri melewati batas negara bagian. (Foto: Pexels/@500photos.com)

Studi lainnya menyebutkan bahwa pembunuh berantai semakin pintar, sementara penegak hukum kekurangan dana. Ada pula fakta yang menyebutkan bahwa AS memiliki industri besar angkutan truk jarak jauh yang sempurna untuk pembunuh berantai.

Dalam kurun waktu 10 tahun, FBI mengidentifikasi 750 korban yang ditinggalkan di sepanjang jalan raya. Sebagian besar tersangka ternyata berpura-pura menjadi supir truk agar bisa melintasi batas negara bagian dan menghindari polisi. (sam)

Baca juga:

Selain Kasus Elisa Lam, Ini Kejadian Menyeramkan Lainnya di Hotel Cecil

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tren Berkebun Kian Populer Ditengah Pandemi COVID-19
Fun
Tren Berkebun Kian Populer Ditengah Pandemi COVID-19

Hobi bermanfaat dalam kondisi pandemi.

Bar Bilik Ala Jepang, Solusi untuk Si Jomlo
Fun
Bar Bilik Ala Jepang, Solusi untuk Si Jomlo

Tujuan awal rancangan ini bukanlah hanya untuk para jomlo, melainkan inovasi baru dalam mengatasi pandemi virus Corona.

Cobain Tren Makeup Baru untuk Pertengahan Tahun 2020
Fun
Cobain Tren Makeup Baru untuk Pertengahan Tahun 2020

Tiga tren baru dalam merias wajah yang dijamin akan hits beberapa waktu mendatang

Teleskop Pelacakan Tercipta karena Orbit Makin Penuh
Fun
Teleskop Pelacakan Tercipta karena Orbit Makin Penuh

Orbit yang ramai akan sangat berbahaya.

Prosesi Wisuda Sekolah di Fase New Normal
Indonesiaku
Prosesi Wisuda Sekolah di Fase New Normal

Pelaksanaan wisuda secara drive thru ditengah pandemi COVID-19 telah menyesuaikan peraturan Pemerintah

Rp14,7 Juta untuk Nonton Film Horror 24 Jam Non-Stop, Tertarik?
Fun
Rp14,7 Juta untuk Nonton Film Horror 24 Jam Non-Stop, Tertarik?

Partisipan terpilih diberi kebabebasan untuk memilih jenis film horor yang akan ditonton selama 24 jam.

Jangan Diam! Yuk Rayakan HUT 75 RI Saat Berada di Rumah
Fun
Jangan Diam! Yuk Rayakan HUT 75 RI Saat Berada di Rumah

Depdikbud merekomendasikan kegiatan seputar perayaan 17 Agustus.

Disney Park Perbarui Konsep Wahananya
Fun
Disney Park Perbarui Konsep Wahananya

Saat wahana selesai diperbarui, bagian baru akan ditambahkan ke dalam perjalanan cerita wahana

'Last Dance' versi Tom Brady Dibuat ESPN
ShowBiz
'Last Dance' versi Tom Brady Dibuat ESPN

Dokumenter tentang Tom Brady akan hadir pada tahun 2021

Meister Rilis Jam Tangan Edisi 'Star Wars: Episode V - The Empire Strikes Back'
Fun
Meister Rilis Jam Tangan Edisi 'Star Wars: Episode V - The Empire Strikes Back'

Koleksi 'Star Wars: Episode V - The Empire Strikes Back' ini bertemakan Darth Vader, Stormtrooper, dan Boba Fett.