Ngaku-Ngaku Orang Dekat Soekarno, Pria Lansia Ini Diciduk Polisi Polisi menangkap pelaku penipuan bernama Iwan Gunawan (73) yang mengaku sebagai orang dekat Presiden pertama, Soekarno (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Polisi menangkap pelaku penipuan bernama Iwan Gunawan (73) yang mengaku sebagai orang dekat Presiden pertama, Soekarno. Dalam aksinya, Iwan juga mengaku purnawirawan Letnan Jenderal TNI. Padahal ia adalah seorang pengangguran.

Namanya diubah menjadi KGPH Inu Kertopati dengan gelar profesor doktor. Polisi menjerat Iwan dengan pasal penipuan.

"Iya akibatnya korban J ini rugi Rp 20 juta," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (16/2).

Baca Juga

Kampanye Jakarta Bermasker, Polisi Gunakan Video Parodi Soal Bahaya COVID-19

Iwan ditangkap di salah satu hotel di kawasan Jakarta Pusat. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti dari tangan Iwan.

Saat ditangkap, ada uang pecahan Rp 100 ribuan. Ada juga 1 pucuk senjata api yang ternyata yang ternyata korek api. Ada juga keris imitasi. Tak hanya itu, ada juga uang pecahan dolar dan uang berbentuk emas. "Ini semua untuk meyakinkan korbannya," tandas dia.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanudin menuturkan, petistiwa ini terjadi pada Oktober 2020 lalu. Saat itu, Iwan Gunawan bertemu korban J di salah satu showroom mobil. "Dia mengaku juga sebagai seorang profesor," ujar Burhanudin.

Iwan juga mengaku memiliki sejumlah dokumen berharga yang berada di luar negeri. Nilainya cukup fantastis, yakni mencapai USD 2 miliar dan HKD 15 miliar. "Jika korban sanggup mencairkan dalam waktu dua bulan akan dibagi dua, 50% untuk korban, 50% untuk tersangka," ucap Burhanuddin.

Caption

J sempat mengklarifikasi keabsahan dokumen-dokumen milik Iwan ke salah satu bank. Saat itu, pihak bank menyatakan dokumen milik Iwan palsu. J diperdaya usai diperlihatkan sejumlah barang dan dokumen-dokumen lainnya milik Iwan.

Korban pun memberikan uangnya kepada Iwan untuk membantu proses pencairan sejumlah dokumen itu. Setelah ditunggu dua bulan, tersangka mulai melakukan aksinya. Ia meminta dana ke korban sehingga korban sempat menstransfer uang ke tersangka lebih kurang Rp 20 juta.

"Di sinilah mulai terjadi tindak pidananya. Korban mulai percaya beberapa dokumen dan benda yang diperlihatkan," kata Burhanuddin.

Apesnya, uang yang dijanjikan Iwan tak kunjung terwujud. Polisi juga telah melakukan pengecekan terkait sejumlah pangkat yang diakui Iwan. Sampai dengan sekarang uang yang dijanjikan tidak cair juga.

"Kita cek kebenaran pangkat dan mantan ajudan Soekarno dan gelar ternyata itu semua palsu," tutur Burhanuddin.

Baca Juga

Cara Unik Polisi Bagi-bagi Masker dan Vitamin C di Jakarta Pusat

Polisi pun menjerat tersangka dengan Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. "Masyarakat agar berhati-hati dan tak mudah percaya dengan modus penipuan ini," ungkap Burhan yang mengenakan kemeja putih ini.

Ternyata, Iwan adalah seorang residivis yang terlibat kasus penipuan. Ia pernah ditangkap Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu. "Saya enggak tahu apa-apa. Cuman dititipin orang saja," katanya berkelit. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Blok C Pasar Minggu Terbakar, IKAPPI Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI
Indonesia
Blok C Pasar Minggu Terbakar, IKAPPI Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI

"Kami meminta agar lapak yang nanti ada itu menjadi lapak yang layak untuk di tempati para pedagang," urainya.

Viral Tank TNI Tabraki Sejumlah Motor dan Gerobak, Pengemudi Diperiksa Polisi Militer
Indonesia
Viral Tank TNI Tabraki Sejumlah Motor dan Gerobak, Pengemudi Diperiksa Polisi Militer

Peristiwa tersebut terekam kamera warga dan viral di media sosial.

  May Day 2020, Kapolda Jateng Tidak Berikan Izin Demo di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
May Day 2020, Kapolda Jateng Tidak Berikan Izin Demo di Tengah Pandemi COVID-19

"Kami pastikan tidak ada aksi unjuk rasa (Demo) peringatan May Day pada Jumat besok di Jawa Tengah," ujar Rycko, Rabu (29/4).

Ogah Seperti Vaksin MR, Sertifikasi Halal Vaksin COVID-19 Diminta Cepat
Indonesia
Ogah Seperti Vaksin MR, Sertifikasi Halal Vaksin COVID-19 Diminta Cepat

"Produk farmasi wajib bersertifikasi halal, di samping juga untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat karena mayoritas masyarakat di Indonesia adalah umat Islam," kata Wapres.

MAKI 'Memaki' Gayus Tambunan dapat Remisi
Indonesia
MAKI 'Memaki' Gayus Tambunan dapat Remisi

MAKI mengecam keputusan Menkumham yang tidak sensitif untuk pemberantasan korupsi

Jokowi Segera Keluarkan Inpres Guna Perluas Pelacakan COVID-19
Indonesia
Jokowi Segera Keluarkan Inpres Guna Perluas Pelacakan COVID-19

Presiden Jokowi kembali mengingatkan kunci penanganan pandemi COVID-19

Moeldoko Yakin Pandemi COVID-19 Berhenti Jika Masyarakat Bergotong-Royong
Indonesia
Moeldoko Yakin Pandemi COVID-19 Berhenti Jika Masyarakat Bergotong-Royong

Ia mendorong semua elemen masyarakat untuk aktif menciptakan situasi kondusif

PRA Luqman Zulkaedin Naik Tahta sebagai Sultan Sepuh Ke-XV Keraton Kasepuhan Cirebon
Indonesia
PRA Luqman Zulkaedin Naik Tahta sebagai Sultan Sepuh Ke-XV Keraton Kasepuhan Cirebon

Penobatan PRA Luqman Zulkaedin menjadi Sultan Sepuh ke-XV melalui upacara ritual adat jumenengan yang berlangsung di Bangsal Prabayaksa.

WHO Pantau Varian Baru Virus COVID-19 di Inggris
Dunia
WHO Pantau Varian Baru Virus COVID-19 di Inggris

"Kami mengimbau masyarakat agar melakukan semua tindakan pencegahan penyebaran COVID-19 dan mematuhi pedoman otoritas negara," tegas WHO.

Baca Pledoi, Terdakwa Syahmirwan Ungkap Kejanggalan Kasus Jiwasraya
Indonesia
Baca Pledoi, Terdakwa Syahmirwan Ungkap Kejanggalan Kasus Jiwasraya

Dalam pledoi itu, ia menyoroti sejumlah kejanggalan mulai penyelidikan dan penyidikan di Kejaksaan Agung