New Normal di Solo, Anak dan Pelajar Dilarang ke Mal dan Tempat Wisata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal melarang anak-anak dengan usia SMA/SMK ke bawah untuk pergi ke tempat-tempat keramaian seperti mal dan tempat wisata. Larangan tersebut akan diatur dalam peraturan wali kota (perwali) yang akan diterbitkan dalam waktu dekat untuk kesiapan pelaksanaan new normal.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, kebijakan larangan anak-anak dengan usia SMA/SMK ke bawah untuk pergi ke tempat-tempat keramaian ini didasari atas masukan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Anak-anak dan pelajar tersebut rawan tertular virus corona atau COVID-19.

Baca Juga:

PBNU Gembira Masjid Terapkan Protokol Kesehatan Saat Salat Jumat

"Larangan itu akan saya tuangkan dalam perwali tentang protokol kesehatan new normal di Solo. Jadi dengan adanya dasar hukum ini bagi yang melanggar bisa ditindak tegas," ujar Rudy, Jumat (5/6).

Rudy mengatakan, dalam perwali tersebut, anak-anak dan pelajar dilarang untuk masuk mal atau pasar, toserba, tempat wisata atau tempat bermain. Tujuan larangan itu tidak lain untuk melindungi anak dari virus corona.

 Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memberikan pembinaan pada puluhan kepala sekolah untuk persiapan menyambut new normal, Selasa (2/6). (MP/Ismail)
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memberikan pembinaan pada puluhan kepala sekolah untuk persiapan menyambut new normal, Selasa (2/6). (MP/Ismail)

"Termasuk nanti sekolah juga bisa saja dibuka bulan Desember atau Januari. Jangan sampai seperti di Korea, masuk sekolah ditutup lagi karena ada yang terpapar Covid-19," ungkapnya.

Terkait larangan ke pusat keramaian, Rudy menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNI-Polri dan satpol PP yang nanti akan melakukan patroli rutin dan razia gabungan. Kalau menemukan ada yang melanggar maka akan dikenai sanksi.

Baca Juga:

Selama Masa Transisi, Anies Minta Warga Tetap Tak Keluar Rumah

"Sanksinya hanya berupa sanksi sosial. Jadi nanti kalau misal ada anak-anak nongkrong di mal, ya akan dibawa petugas ke kantor Satpol PP dilakukan pembinaan dan pulangnya dijemput orang tuanya," kata dia.

Ia menambahkan, penegakan sanksi juga bisa diberlakukan bagi warga yang nekat berkerumun di tempat umum untuk alasan apa pun termasuk olahraga bersepeda atau tempat fitnes. Perwali akan disahkan pekan depan saat new normal di Solo mulai diterapkan. (Ism)

Baca Juga:

DPR Nilai PSBB Masa Transisi DKI Jadi Contoh Penanganan COVID-19 Secara Terukur


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH