New Normal di Museum Layang-Layang, Menjaga Kesehatan Pengunjung Museum Layang-layang, terletak di Jalan H Kamang, Pondok Labu, Jakarta Selatan. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

HADIRNYA kebiasaan baru untuk melawan COVID-19, membuat semua orang kemudian harus mematuhi protokol kesehatan dengan baik. Seperti Museum Layang-Layang yang sudah buka kembali pada tanggal 1 Juli 2020 lalu.

Selama Museum Layang-Layang tutup dari pertengahan bulan Maret, staf dan pengelola museum telah mempersiapkan fasilitas protokol kesehatan yang disarankan oleh pemerintah.


Baca Juga:

Mengenal Layang-Layang di Museum Layang-Layang

museum
Sebelum memasuki museum agar mencuci tangan terlebih dahulu. (Foto: MP/Joe)

Museum swasta ini menghibau dan mewajibkan para pengunjung untuk mengikuti prosedur kesehatan yang diberlakukan dalam museum. Untuk pengunjung yang tidak membawa masker dihimbau untuk membeli masker terlebih dahulu. Pihak museum menyediakan 3 masker dengan harga Rp25 ribu. Pengunjung juga wajib mengisi buku tamu tujuannya adalah untuk menyimpan informasi pengunjung yang datang secara personal atau rombongan.

Protokol kesehatan disiplin dilakukan di museum ini, seperti memeriksa suhu tubuh, mencuci tangan, menyediakan hand sanitizer dan menjaga jarak fisik. Kemudian pengunjung yang membawa kendaraan pribadi harus mengikuti jalur yang telah dibuat oleh pengelola.

Protokol kesehatan lainnya yang diterapkan di museum ini adalah melakukan disinfektan pada seluruh musuem setiap harinya setelah pengunjung meninggalkan area museum. Tak hanya itu disinfektan juga dilakukan sebelum jam buka museum.


Baca Juga:

Belajar Mengenal Layang-layang di Museum Layang-layang

museum
Layang-layang terkecil yang dimiliki Museum Layang-Layang (MP/Rizki Fitrianto)


Museum dengan arsitektur bangunan Jawa ini punya sekitar 600 koleksi layang-layang. Kamu bisa melihat bentuk layang-layang yang terbuat dari daun.

Koleksi yang cukup unik dari museum ini adalah layang-layang kecil dari Tiongkok. Ukurannya hanya beberapa centimeter saja. Pemandu menjelaskan meski ukurannya sangat kecil, layang-layang tersebut bisa terbang.

Ada juga koleksi layang-layang 3 dimensi berbagai bentuk seperti unicorn, kapal layar, naga dan capung. Tentunya semua koleksi di sana dijamin akan menambag wawasan kamu tentang layang-layang. Oh iya, di sana pihak pengelola juga memberikan materi membuat layang-layang sederhana. (joe/yni)

Baca Juga:

Bukan Dari Tiongkok, Simak Kisah Menerbangkan Sejarah Layang-Layang!



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH