New Normal Bukan Era Kebebasan Arsip Foto. Petugas melakukan pemeriksaan COVID-19 pada warga di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/5/2020). (ANTARA FOTO/DIDIK SUHARTONO)

MerahPutih.com - Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengingatkan masyarakat tidak memaknai era kenormalan baru atau new normal sebagai euforia terbebas dari pandemi virus Covid-19.

Ia menegaskan, masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan di era kenormalan baru agar terhindar dari Covid-19.

Baca Juga:

Solo Menuju New Normal, Begini Arahan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo

"Ini bukan sebuah euforia, bebas untuk melakukan apa pun, bebas untuk bertindak apa pun, bebas untuk siapa pun dengan mengabaikan protokol kesehatan," ujar Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (2/6).

Menurutnya, masyarakat di era kenormalan baru justru dituntut mengubah kebiasaan-kebiasaan lama sebelum pandemi agar terhindar dari Covid-19.

Kebiasaan-kebiasaan baru yang harus dilakukan antara lain, perilaku hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker saat ke luar rumah, dan menghindari kerumunan.

"Adaptasi kebiasaan baru ini mutlak harus kita jalankan, basis perubahan ini tentunya melalui edukasi yang terus-menerus oleh keluarga. Kita sangat berharap peran keluarga dalam perubahan adaptasi kebiasaan baru ini," ujar Yurianto.

Selain itu, kesadaran masyarakat untuk tidak membawa penyakit ke orang-orang rentan seperti lanjut usia, orang dengan penyakit penyerta dan anak-anak.

Tangkapan layar Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto dalam diskusi imunisasi anak di Jakarta, Selasa (2/6/2020). (ANTARA/Prisca Triferna)
Tangkapan layar Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto dalam diskusi imunisasi anak di Jakarta, Selasa (2/6/2020). (ANTARA/Prisca Triferna)

Karena itu, ini juga yang perlu menjadi pedoman masyarakat saat era kenormalan mulai diberlakukan di daerah-daerah.

Sebab, Yurianto menyebut, beberapa saat yang akan datang akan banyak daerah secara bertahap akan mulai mengimplementasikan kebiasaan baru tersebut.

Ini sejalan dengan mulai dijalankan kembali aktivitas produktif dalam rangka untuk mempertahankan kinerja keseluruhan nasional.

Menurut Yurianto, kondisi saat ini justru memaksa masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

"Ini bukan sebuah euforia yang kemudian diekspresikan dengan merasa bebas, bebas untuk melakukan apa pun," ujar Yuri.

Pada era kenormalan baru, masyarakat harus benar-benar patuh terhadap protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah.

"Kami minta para keluarga betul-betul melindungi seluruh anggota keluarganya apabila kemudian ada beberapa pusat pembelanjaan yang sudah dibuka," terang dia.

Yuri mengatakan, dengan pembukaan pusat perbelanjaan, bukan berarti masyarakat bisa berperilaku seperti saat sebelum adanya penyebaran virus corona.

Baca Juga:

MUI Sebut Tak Sah Salat Jumat Dibagi Dua Gelombang

Yurianto juga menekankan agar masyarakat tidak membawa orang tua yang riskan terpapar virus corona ke pusat perbelanjaan.

Terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, ginjal, dan hipertensi.

"Oleh karena itu, kebiasaan baru haruslah mulai kita tanamkan kepada seluruh keluarga sejak saat ini," tegas dia.

Hingga kini, kasus meninggal dunia akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir sebanyak 22 orang. Dengan begitu, total kasus meninggal dunia sebanyak 1.663 orang. Selain itu, pada hari ini terdapat penambahan pasien sembuh Covid-19 sebanyak 298 orang.

Total pasien sembuh di tanah air hingga kini sebanyak 7.935 orang, sedangkan kasus positif Covid-19 bertambah 609 orang.

Dengan demikian, akumulasi pasien positif virus corona di tanah air hingga kini sebanyak 27.549 orang. Sebanyak 417 kabupaten dan kota yang tersebar di 34 provinsi telah terdampak penyebaran virus corona. (Knu)

Baca Juga:

Anies Diminta Gerindra Tak Perpanjang PSBB, Alasannya Bisa Bikin Warga Stres


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH