Netizen Bongkar Kejanggalan Iron Man dari Bali I Wayan Sumardana, Iron Man dari Bali. (Foto: Adi Sumeh)

MerahPutih Teknologi - Mencuatnya kisah inspiratif seorang I Wayan Sumardana alias Tawan (31), yang dijuluki media sebagai Iron Man asal Bali, mendapat reaksi luar biasa di media sosial.

Namun, dibanlik gemparnya kisah Tawan di ranah maya, netizen yang merasakan ada kejanggalan mulai melakukan analisa dari sudut pandang ilmiah. Mulai dari kalangan dokter sampai pengamat yang mengerti tentang teknologi.

Bantahan pertama muncul dari akun facebook M Asad Abdurrahman, Inilah foto mesin dari pencipta tangan robot yang dijuluki Iron Man itu.

 

Inilah foto mesin dari pencipta tangan robot yang dijuluki Iron Man itu.. Sangat jelas kelihatan kalau itu hanya...

Dikirim oleh M Asad Abdurrahman pada 20 Januari 2016

Sangat jelas kelihatan kalau itu hanya perangkat palsu untuk membuat hoax.. Di kanan bawah ada USB port, untuk apa pakai port begituan? lalu disamping USB port itu ada port audio pink dan hijau.. Ngapain ada port audio? buat denger mp3 dari tangannya? Ini sudah kelihatan kalau dia hanya ambil bagian dari motherboard komputer.. Lalu port itu berdiri sendiri tanpa koneksi ke sirkuit apapun..
Juga perhatikan papan sirkuit (PCB) di kiri atas.. PCB itu sudah butek minta ampun, artinya itu rongsokan yang dia ambil dari tempat sampah, bukan buatannya sendiri.. Dari PCB itu kelihatan ada port PS/2 berwarna putih, jadi teridentifikasi PCB itu dari suatu device yang terkoneksi ke PC..

Lalu PCB merah di atas batere itu PCB mouse

Yang jelas.. saya salut pada orang ini… dia berhasil membual dan banyak yang percaya…

Tidak hanya sampai disitu saja, selain M Asad Abdurrahman, seorang Netizen bernama Neko Daisuki turut menganalisa dari video yang tersebar baru-baru ini.

1. Persendian lengannya masih bisa dibilang longgar, keliatan waktu dia lagi masang lengannya. tapi lucu nya respon ke pergerakan tangannya cepat + pasti (ga salah2 gerak). Ini ga mungkin. Ibarat tarikan motor yang rantainya kendor sama yang pas. Pasti ngerti lah maksud saya.
2. Gear nya banyak di luar, bisa dibongkar pasang. Ajaib, gerakannya cepat + leluasa. Yang lebih ajaib lagi, gear nya ga lepas…
3. Pergerakan tangannya terlalu biologis. Sedangkan dimana2 yang namanya benda mekanis itu gerakannya masih kaku. Banyak jeda pergerakan walaupun cuma beberapa milidetik. Bahkan asimo yang didevelop langsung oleh orang2 ahli dengan sarana mendukung pun, gerakannya juga masih bener2 terasa kayak robot kan? Nah dia saya lihat di bagian2 akhir video, gerakannya leluasa banget persis tangan asli.
4. Sensor otak? HAHAHA bahkan perusahaan2 teknologi besar aja, dengan sarana yang benar2 mendukung untuk riset ke teknologi ini, masih belum mampu. Bahkan untuk teknologi sensor-sensoran kaya gini ini ruang lingkupnya udah nanotech. Ga bakalan bisa dibikin secara DIY. Gak akan pernah bisa… Apalagi pake rongsokan.
5. Dan ngomong masalah sensor, sensor yang udah ada di seluruh smartphone sekarang: accelerometer, masih butuh waktu untuk baca sinyal bhwa hpnya dipake secara landscape (dari sebelumnya: portrait). Padagal ini sensor sederhana, ga pake sinyal2 frekuensi tertentu. Asli sensor untuk baca fenomena alam, masih butuh waktu beberapa mili detik untuk ganti mode ke landscape setelah hapenya diputar. Bahkan teknologi ini pun udah dikembangkan langsung sama ahlinya, sarananya mendukung, duitnya mendukung. Lah ini duit ga ada, sarana ga ada, pengetahuan mendalam tentang ini juga ga ada. Eh udah bisa nangkep “sinyal otak” tanpa lag?
6. Itu katanya tangannya lumpuh dari lengan atas. Berarti seharusnya gear2 nya udah dimulai dari bahu. Dan disana kayanya hampir ga ada gear persendian sama sekali. Padahal disana bagian paling vital. Persendian di bahu ke lengan atas itu perputarannya hampir 180 derjat secara 3D (ga cuma 2 arah). Lah, kok dia di bagian sana kosong? Ga keliatan ada susunan gear yang rumit? Padahal lengan atasnya leluasa banget lho itu…
7. Ini bisa dibilang exoskeleton. Tapi ga ada batang besi/logam bener kuat yang menopang lengan atas + lengan bawah dengan kuat yang berfungsi sebagai tulang seperti namanya.
8. Ternyata jarinya juga bisa gerak! Bisa genggam batang logam! Tapi masih ga ditemukan tulang2 mekanis buat diikat ke jari2nya. Malah cuma ada sarung tangan longgar yang ga tau itu dalamnya kayak apa.
9. Kayaknya ga ada baterai atau semacamnya. Anggap deh “sinyal otak” ini beneran berfungsi, tapi itu cuma buat kontrol, bukan sebagai power supply. Nah itu kok bisa hidup? Bisa gerak? Dispenser yang fungsi nya buat panasin air aja masih harus dicolok ke listrik kan?

Saya bukannya gak mendukung kreatifitas, saya cuma nggak mau terbawa eforia tapi ternyata semu. Ini beda sama mobil listrik kmrn, yang itu dia emang punya ilmu di bidang itu, karya nya pun sesuai sama siapa dia sebenernya. Tapi ini terlalu banyak kejanggalan. Lagian teknologi kayak gini udah banyak di luar negeri kok. Tapi kalo ga salah sumber sensornya ke saraf, bukan ke otak.

Gimanapun juga, lengan “robot” ini terlalu fantasi untuk jadi realita. Bahkan kalo boleh jujur, JARVIS nya Iron Man terasa jauh lebih masuk akal, karena JARVIS itu basic teknologinya AI, armor ironman pun berfungsi berdasarkan gerakan tangan si Stark, sensor gerakan di setiap kaki sama tangan untuk nambah kekuatan + daya tahan, tapi roket laser, missile dan segalanya itu emang masih jauh dari logika hahaha (LOL).

BACA JUGA:

  1. I Wayan Sumardana, Iron Man Keren dari Bali
  2. Polisi Ganteng Serangan Bom Sarinah Gegerkan Dunia Maya
  3. Teror Bom Sarinah, Polisi: Ini Bukan Kebobolan, Ini Murni Musibah
  4. Dua WNA Korban Teror Sarinah Kritis
  5. Kondisi Terakhir Korban Bom Sarinah di RSPAD

Tags Artikel Ini

Rendy Nugroho