Neno Warisman Dipersekusi, Begini Perintah Prabowo Kepada Kader Gerindra Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memerintahkan kader partai berlambang kepala burung Garuda itu untuk melindungi aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman.

Hal itu menyikapi dugaan persekusi yang di alami Neno saat melakukan deklarasi ganti presiden pada Pemilihan Presiden 2019, di Batam beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, yang ikut menemani Prabowo bertamu ke rumah Neno, di Griya Tugu Asri Residence, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (31/7).

Menurut Fadli, pihaknya langsung bergerak memberikan perlindungan ketika Neno melakukan deklarasi #2019GantiPresiden di Batam, dengan memerintahkan anggota DPRD dari Fraksi Gerindra untuk turun ke lapangan mengawal kegiatan tersebut.

Fadli Zon
Politikus Partai Gerindra Fadli Zon di kediaman Neno Warisman di Depok (Foto: Ponco Sulaksono)

"Waktu itu di Batam, Saya atas perintah Pak Prabowo tidak boleh seperti itu. Sehingga (kader Gerindra) DPRD di Batam hadir dan bantu menolong Mba Neno. Disamping juga organisasi lain seperti FPI dan kawan-kawan," kata Fadli.

Kedatangan Prabowo ini, kata Fadli, merupakan bentuk simpati kepada Neno yang diduga mengalami persekusi saat melakukan deklarasi #2019GantiPresiden di Batam, Minggu (29/7).

"Ya tentu. Kita kan sebagai warga negara saling melindungi. Sebenarnya itu kan tugas negara untuk hadir melindungi setiap warga negara dari berbagai tindakan persekusi," ujar Wakil Ketua DPR ini.

Menurut Fadli, apa yang dialami Neno dan masyarakat yang melakukan deklarasi beberapa waktu lalu sangat membahayakan. Pasalnya, kegiatan itu dijamin konstitusi yang tertuang dalam pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.

Prabowo dan Neno Warisman
Neno Warisman (kiri) dan Prabowo Subianto di Depok, Jawa Barat (MP/Ponco Sulaksono)

"Padahal yang dilakukan Mba Neno adalah bagian dari menjalankan hak konstitusional menyatakan pendapat, yaitu mendeklarasikan #2019GantiPresiden," pungkas Fadli.

Sebelumnya, Neno mendapat penolakan dari masyarakat saat hendak ke luar dari Bandara Hang Nadim, Batam. Neno pun harus tertahan sejak Sabtu (28/7) hingga Minggu (29/7) dini hari. Namun, Neno mengaku mobil yang ditumpanginya sempat dilempari batu saat menuju ke hotal.

Neno dan kawan-kawan tetap melanjutkan kegiatan deklarasi #2019GantiPresiden pada Minggu paginya. Ia mengaku sangat antusias dengan semangat warga Batam yang tetap menggelar deklarasi agar Indonesia memiliki pemimpin baru tahun depan meski mendapat tekanan dan persekusi dari pihak lawan.

Namun, acara deklarasi yang baru berjalan satu jam itu sudah diminta berhenti oleh aparat. Akibatnya sempat terjadi keributan antara relawan yang dimpimpin oleh pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Batam, Abu Ghaza dengan aparat.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: KPU kepada Parpol: Malam ini Pukul 24:00 Batas Akhir Perbaikan Berkas Bacaleg

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH