Nelayan Didorong Kreatif Mengolah hasil Laut Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

MerahPutih.com - BMKG DIY memperingatkan nelayan untuk berhati-hati menangkap ikan selama bulan September. Pasalnya ombak laut Pantai Selatan sedang tinggi, mencapai 3-4 meter. Hal ini membuat nelayan sulit melaut dan hasil panen tidak maksimal.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DIY KPH Wironegoro mendorong nelayan untuk mencari penghasilan tambahan. Nelayan didorong untuk mau mengolah hasil tangkapan laut menjadi barang lain.

"Selama inikan nelayan kita jual hasil laut mentah. Habis ditangkap lalu dikirim. Coba kalau diolah jadi keripik, kerupuk, asinan, atau olahan lainnya kan harganya bisa lebih tinggi," kata Wironegoro melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Jumat (15/9).

Hasil olahan laut jika dijual, harganya akan lebih tinggi. Sehingga nelayan bisa mendapat penghasilan lebih baik lagi. Selain itu, olahan hasil laut lebih tahan lama. Nelayan bisa menjual barang olahan tersebut kapanpun.

Selama ini, sudah ada beberapa kampung nelayan di daerah selatan Yogyakarta yang mengolah hasil laut menjadi camilan. Namun, belum digarap secara maksimal. Pihaknya akan mencoba menggerakkan para nelayan untuk kreatif mengolah hasi laut.

Pihaknya berharap, agar pemerintah DIY memberikan pelatihan kepada nelayan untuk bisa mengolah hasil laut menjadi aneka makanan.

"Jika berhasil, peralihan mereka bisa mendirikan koperasi dan UKM. Sehingga diharapkan beberapa tahun kedepan, mereka tidak menggangtungkan penghasilannya semata-hati dari melaut saja," katanya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: PCC Beredar Di Kendari, BPOM DIY Perketat Pengawasan



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH