Nekat Mudik, Warga Solo Digelandang ke Rumah Karantina Rumah karantina pemudik di Solo Tehno Park (STP), Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Sedikitnya tiga orang kedapatan mudik Natal dan tahun baru dengan tujuan Solo, Jawa Tengah. Ketiganya langsung digelandang masuk ke rumah karantina ke Solo Techno Park (STP) untuk menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

Diketahui, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menerbitkan Surat Edaran Nomor 067/3205 tertanggal 19 Desember 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Dalam surat tersebut, setiap orang yang tidak bertempat tinggal di Kota Solo yang masuk ke Kota Solo, kemudian orang yang menetap paling sedikit 1x24 jam di rumah tinggal penduduk wajib melaksanakan karantina paksa di Solo Techno Park (STP) selama 14 hari.

Baca Juga:

Pemudik Jabodetabek Terjaring Razia di Terminal Tirtonadi Solo

"Sudah ada tiga orang pemudik nataru (Natal dan tahun baru) yang jalani karantina mandiri Solo Techno Park," ujar petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo di STP Muhammad Yusron, Senin (28/12).

Dikatakannya, pada Rabu minggu kemarin, sudah ada dua orang pemudik yang masuk lebih dulu di rumah karantina. Mereka perantauan dari Medan yang mudik ke rumah di Kecamatan Jebres, Solo dan pemudik yang pulang ke Kecamatan Pasar Kliwon.

"Dua pemudik yang datang ini satu perempuan dan laki-laki. Mereka bukan pasangan dan datang ke rumah karantina tidak secara bersamaan," tutur dia.

  Rumah karantina pemudik di Solo Tehno Park (STP), Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)
Rumah karantina pemudik di Solo Tehno Park (STP), Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Ia mengatakan, keduanya masuk ke rumah karantina dijemput pihak Satgas COVID-19 kecamatan di rumahnya untuk diantar ke rumah karantina. Kemudian pemudik terakhir yang sudah lanjut usia masuk rumah karantina pada Minggu (27/12).

"Pemudik lansia ini sesuai KTP tercatat sebagai warga Kecamatan Jebres, Solo. Selama ini merantau di Jakarta Selatan," katanya.

Selama berada di rumah karantina, kata dia, kebutuhan makan ditanggung Pemkot Solo. Di rumah karantina pemudik mendapatkan tempat tidur yang layak.

"Sebelum masuk rumah karantina, pemudik harus melalui sejumlah pemeriksaan kesehatan di ruang transit termasuk swab test antigen," kata dia.

Baca Juga:

Puncak Mudik Natal, 85.975 Mobil Melintas di Tol Cipali

Petugas kesehatan di rumah karantina STP Ahmad Rifai menambahkan, ketiga pemudik dilakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum masuk rumah karantina. Hal ini sangat penting untuk memastikan mereka tidak terpapar COVID-19.

"Hasil rapid test antigen seluruh pemudik menunjukkan hasil non-reaktif. Kami hanya diberlakukan karantina saja," tutup dia. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Puncak Arus Mudik Libur Nataru, Penumpang Padati Stasiun Pasar Senen

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TNI AD Selidiki Dugaan Keterlibatan Anggota dalam Penembakan Pendeta Yeremia
Indonesia
TNI AD Selidiki Dugaan Keterlibatan Anggota dalam Penembakan Pendeta Yeremia

Puspomad memastikan TNI AD akan menindak secara hukum para anggota yang terlibat dalam kasus penembakan pendeta Yeremia Zanambani, Sabtu (19/9).

Rp192 Triliun Sudah Dikucurkan Buat Pulihkan Ekonomi
Lainnya
Rp192 Triliun Sudah Dikucurkan Buat Pulihkan Ekonomi

Pemerintah melakukan berbagai langkah agar serapan optimal, diantaranya perpanjangan berbagai program hingga Desember 2020.

MPR: Pertambahan Kasus Positif COVID-19 di Ibu Kota Memang Mengkhawatirkan
Indonesia
MPR: Pertambahan Kasus Positif COVID-19 di Ibu Kota Memang Mengkhawatirkan

Pemerintah seharusnya menjadi contoh dalam penerapan disiplin

Maju Dalam Pilkada, Putra Jokowi Diuntungkan sebagai Seorang Pengusaha
Indonesia
Maju Dalam Pilkada, Putra Jokowi Diuntungkan sebagai Seorang Pengusaha

Majunya Gibran putra sulung Presiden Jokowi dan Bobby sebagai menantu presiden dalam kontestasi pilkada memang menjadi perbincangan publik.

Anggota DPR Ungkit Tuntutan 1 Tahun Bui Apa Sebanding Cacat Seumur Hidup Novel
Indonesia
Anggota DPR Ungkit Tuntutan 1 Tahun Bui Apa Sebanding Cacat Seumur Hidup Novel

Novel Baswedan mengalami cacat mata seumur hidup akibat ulah pelaku penyiram air keras.

Anak Buah Anies Positif COVID-19, Kantor Dinas Pertamanan dan Hutan Ditutup
Indonesia
Anak Buah Anies Positif COVID-19, Kantor Dinas Pertamanan dan Hutan Ditutup

Petugas keamanan itu mengatakan gedung dengan empat lantai untuk kegiatan perkantoran itu telah disemprot menggunakan disinfektan

Cara Pemkot Jaktim Normalisasi Saluran Air Mampet
Indonesia
Cara Pemkot Jaktim Normalisasi Saluran Air Mampet

Penyemprotan air bertekanan tinggi dari armada pompa pemadam kebakaran dapat memudahkan normalisasi saluran

Sederet Program Penanganan Banjir dari Uang Pinjaman Pemerintah Pusat Rp 5,2 Triliun
Indonesia
Sederet Program Penanganan Banjir dari Uang Pinjaman Pemerintah Pusat Rp 5,2 Triliun

Pogram lainnya ialah peningkatan kapasitas sungai dan drainase

Pemprov DKI Terima APD dari Ormas Gema Sadhana untuk Tenaga Medis
Indonesia
Pemprov DKI Terima APD dari Ormas Gema Sadhana untuk Tenaga Medis

Bantuan yang diberikan antara lain 400 APD, 600 APD Medis, 400 face shield, 500 masker dan 200 botol hand sanitizer.

Daya Tampung RS Darurat Wisma Atlet Lebih Dari 70 Persen
Indonesia
Daya Tampung RS Darurat Wisma Atlet Lebih Dari 70 Persen

Sejak beroperasi pada 23 Maret 2020 sampai 3 Januari 2021, RSD Wisma Atlet memiliki 40.336 pasien yang terdaftar melakukan perawatan COVID-19.