Nekat Lempari Kereta Saat Melintas, PT KAI Amankan Empat Anak Asal Sragen Manajer Humas KAI Daop 6, Supriyanto. (MP/Ismail)

Nekat Lempar Kereta Saat Melintas, PT KAI Amankan Empat Anak Asal Sragen

MerahPutih.com - Petugas PT KAI Daop 6 Yogyakarta kembali mengamankan empat orang pelaku pelemparan kereta api di petak jalan antara Stasiun Masaran dan Stasiun Sragen, Jawa Tengah, Minggu (24/4). Keempat pelaku diketahui masih anak di bawah umur.

Manajer Humas KAI Daop 6, Supriyanto mengungkapkan pihaknya kembali mengamankan anak usia dibawah umur yang kedapatan melakukan pelemparan kereta di Stasiun Sragen. Kejadian pelemparan KA Mutiara Selatan terjadi pada pukul 05.24 WIB, Minggu dini hari.

Baca Juga:

Pemesan Tiket Kereta Api untuk Angkutan Lebaran Terus Melonjak

"Usia para pelaku pelemparan mulai 8 tahun hingga 12 tahun. Karena tindakan tersebut sangat membahayakan dan untuk memberikan efek jera," kata Supriyanto, Minggu (24/4).

Ia mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Masaran, Sragen untuk dibina dan membuat surat pernyataan yang disaksikan orang tua pelaku, polsek setempat, dan petugas stasiun.

"Orang tua mereka kita panggil. Kita mintakan buat surat pernyataan agar tidak lagi mengulangi perbuatannya itu," katanya.

Dikatakannya, hukuman pidana atas aksi pelemparan terhadap kereta api telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang.

Baca Juga;

PT KAI Minta Warga Tidak 'Ngabuburit' di Jalur Kereta Api

Hal itu juga diatur Pasal 194 ayat 1 di mana tertulis bahwa barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

"Jadi kami tegaskan bahwa perbuatan tersebut termasuk kategori sangat membahayakan dan melanggar hukum," tegas Supriyanto.

Kalau perbuatan pelemparan itu mengakibatkan orang meninggal, kata dia, pelaku diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Ia menegaskan larangan pelemparan terhadap kereta api juga telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dimana pada Pasal 180 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan atau tidak berfungsinya Prasarana dan Sarana Perkeretaapian.

"Jalur KA bukanlah tempat bermain. Kami menghimbau agar tidak ada lagi pelemparan kereta. Setiap upaya perusakan sarana kereta api akan ditindak tegas melalui jalur hukum," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Antusiasme Mudik Gunakan Kereta Api Belum Mampu Samai Tahun 2019

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Berencana Panggil Pihak yang Laporkan David Noah
Indonesia
BMKG Perkirakan Seluruh Wilayah DKI Cerah Hari Ini
Indonesia
BMKG Perkirakan Seluruh Wilayah DKI Cerah Hari Ini

Pada malam hari, seluruh wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu masih cerah berawan

Kasus COVID-19 Melandai, Pengguna Pesawat Meningkat
Indonesia
Kasus COVID-19 Melandai, Pengguna Pesawat Meningkat

Kemenhub mencatat adanya peningkatan penumpang pesawat mencapai belasan persen semenjak penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia mulai melandai.

Kasus COVID-19 Shanghai Melonjak Drastis, Tiongkok Kerahkan 38.000 Nakes
Dunia
Kasus COVID-19 Shanghai Melonjak Drastis, Tiongkok Kerahkan 38.000 Nakes

Shanghai melaporkan 425 kasus terkonfirmasi penularan lokal COVID-19 pada Minggu (3/4)

27 PWNU Minta Muktamar Digelar 17 Desember
Indonesia
27 PWNU Minta Muktamar Digelar 17 Desember

Ketua Panitia Muktamar Ke-34 NU KH M Imam Aziz menegaskan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Tinjau Operasi Pasar di Surabaya, Menko Airlangga Dicurhati Pedagang
Indonesia
Tinjau Operasi Pasar di Surabaya, Menko Airlangga Dicurhati Pedagang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan peninjauan secara langsung pelaksanaan kegiatan operasi pasar di Pasar Wonokromo, Kota Surabaya, Kamis (13/1).

Terus Naik Lagi! COVID-19 RI 2 Februari Tambah 17.895 Kasus
Indonesia
Terus Naik Lagi! COVID-19 RI 2 Februari Tambah 17.895 Kasus

Pemerintah memperbaharui data terkait kasus COVID-19 di Indonesia. Hari ini, dilaporkan ada tambahan 17.895 kasus Corona di Tanah Air.

Pengendara Diklaim Makin Taat Hukum, Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Hanya 11 Kendaraan
Indonesia
Pengendara Diklaim Makin Taat Hukum, Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Hanya 11 Kendaraan

Penindakan dengan jam operasional baru ini sudah berlangsung selama empat hari.

[HOAKS atau FAKTA]: Bikin KTP Kini Mesti Tunjukkan Bukti Vaksin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bikin KTP Kini Mesti Tunjukkan Bukti Vaksin

Beredar sebuah narasi di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kantor kelurahan, harus menunjukkan surat bukti telah mengikuti vaksinasi.

Fadli Zon: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Harus Diinvestigasi
Indonesia
Fadli Zon: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Harus Diinvestigasi

Proyek tersebut sudah bermasalah sejak dari awal pembangunan dengan skema business to business (B to B).