Nekat Gelar Pesta Malam Tahun Baru, Sejumlah Kafe di Jakarta Ditutup Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa berikan keterangan pers usai razia protokol kesehatan di D'Bunker Bar, Jumat dini hari (1/1/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyegel sejumlah bar di Jakarta pada Jumat (1/1) dini hari. Tempat hiburan pertama yang disegel adalah D'Bunker Bar di Jalan Melawai Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penutupan itu dilakukan lantaran bar tersebut kedapatan melanggar sejumlah protokol kesehatan saat malam Tahun Baru 2021.

Baca Juga

Sanksi yang Bakal Diterima Kafe Jika Nekat Gelar Perayaan Malam Pergantian Tahun

"Ini yang fatal betul, kerumunannya sudah cukup banyak dan tidak pakai masker, tidak jaga jarak," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Mukti Juharsa kepada wartawan, Jumat (1/1).

Mukti juga mengatakan mereka telah menyalahi peraturan Pemprov DKI Jakarta mengenai jam buka cafe, restoran, dan bar yang dibatasi hingga pukul 19.00 WIB.

"Kafe-kafe lain sudah tutup semua, ini artinya melawan petugas ya," katanya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa (kanan) berbicara dengan pengunjung bar saat razia protokol kesehatan di D'Bunker Bar, Jumat dini hari (1/1/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa (kanan) berbicara dengan pengunjung bar saat razia protokol kesehatan di D'Bunker Bar, Jumat dini hari (1/1/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Terkait hal itu, Mukti mengatakan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya akan memberikan rekomendasi kepada Satpol PP DKI Jakarta untuk mencabut izin kafe itu.

Petugas Satpol kemudian menyegel tempat tersebut dan petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya juga memasang garis polisi pada tempat hiburan itu.

Mukti mengatakan pihak pengelola bar mengaku tidak mengetahui peraturan gubernur soal pembatasan jam operasional kafe, bar dan restoran.

"Alasannya tidak tahu edaran gubernur, padahal edaran sudah lama, kita juga sudah banyak sosialisasi, juga dengan pengusaha sudah dibicarakan semua," katanya.

Usai melakukan penyegelan, petugas gabungan kemudian membawa seluruh pengunjung beserta staf bar ke Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan tes usap.

"(20 orang ini) akan dibawa ke Polda Metro Jaya di swab, kalau positif di bawa ke Wisma Atlet. Tempat ini kita tutup dan police line," katanya.

Tak hanya itu, petugas juga menyegel Koda Bar di JalanJenderal Sudirman Kav 7-8, Jakarta Pusat, lantaran nekat menggelar pesta Tahun Baru 2021 yang dilarang di masa pandemi COVID-19.

Bar tersebut juga melanggar batasan jam operasional cafe, bar dan lounge selama diberlakukannya PSBB Transisi.

"Perintahnya jam 19.00 WIB tutup tapi ini tadi sampai jam 22.30 WIB masih buka dan mau pesta Tahun Baru 2021, tidak boleh, berkerumun adalah membunuh," kata Mukti yang mengenakan baju putih dan rompi hitam ini.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa memasang garis polisi dalam razia protokol kesehatan di Koda Bar, Kamis malam (31/12/2020). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa memasang garis polisi dalam razia protokol kesehatan di Koda Bar, Kamis malam (31/12/2020). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Dalam inspeksi tersebut petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menemukan daftar tamu berisi nama 19 orang yang akan menghadiri pesta di Koda Bar.

Namun saat didatangi petugas baru ada delapan orang yang ada di sana. Delapan pengunjung bar dan enam orang karyawannya kemudian digelandang petugas ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan tes usap COVID-19.

"Kita swab di kantor saja, nanti kalau seandaimya ada yang positif langsung kirim ke RSD Wisma Atlet," katanya.

Tidak hanya tes usap, polisi juga melakukan tes urine kepada seluruh pengunjung dan karyawan bar untuk memastikan semuanya bebas dari narkoba. (Knu)

Baca Juga

Sanksi Rp50 Juta hingga Tutup Permanen bagi Kafe Bandel di Akhir Tahun

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Saksi Ungkap Nurhadi Bertemu 3 Hakim Agung di Rumah Simprug
Indonesia
Saksi Ungkap Nurhadi Bertemu 3 Hakim Agung di Rumah Simprug

Jumadi mengaku tidak mengetahui isi pertemuan tersebut

Perjalanan KA Prameks Kembali Normal
Indonesia
Perjalanan KA Prameks Kembali Normal

Total ada 21 perjalanan KA Prameks yang kembali beroperasi.

Wapres Minta MUI Persiapkan Fatwa Vaksin COVID-19 Halal
Indonesia
Wapres Minta MUI Persiapkan Fatwa Vaksin COVID-19 Halal

Berbagai hal baru memerlukan kepastian hukum Islam, sehingga fatwa dari para ulama menjadi solusi untuk persoalan ketidakpastian dalam menjalankan ibadah.

Kapolri dan Panglima TNI Perintahkan Anak Buahnya Tak Takut Divaksin Corona
Indonesia
Kapolri dan Panglima TNI Perintahkan Anak Buahnya Tak Takut Divaksin Corona

Idham memerintahkan seluruh jajaran Polri untuk tidak boleh ada lagi keraguan tentang vaksin asal Tiongkok itu.

Secara Global, Sektor Pariwisata Diperkirakan Belum Bisa Pulih Tahun Depan
Indonesia
Dalam 24 Jam, 10.461 Warga Berhasil Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Dalam 24 Jam, 10.461 Warga Berhasil Sembuh dari COVID-19

Pandemi COVID-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda dapat dikendalikan pemerintah.

Sarana dan Prasarana MRT Tak Terdampak Kebakaran Gedung Kejagung
Indonesia
Sarana dan Prasarana MRT Tak Terdampak Kebakaran Gedung Kejagung

MRT Jakarta akan tetap memberikan pelayanan seperti biasanya

Kilang Minyak Kebakaran hingga Bahayakan Warga, DPR Sentil Pertamina
Indonesia
Kilang Minyak Kebakaran hingga Bahayakan Warga, DPR Sentil Pertamina

DPR meminta PT Pertamina untuk memberikan penjelasan terkait penyebab kebakaran Kilang Balongan.

Baintelkam Cium Adanya Penyelewengan Dana Otonomi Khusus Papua
Indonesia
Baintelkam Cium Adanya Penyelewengan Dana Otonomi Khusus Papua

Dugaan penyelewengan ini sudah tercium oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan penggunaan tidak untuk peruntukannya.

Wapres Sebut Persoalan Ketenagakerjaan Indonesia Semakin Kompleks
Indonesia
Wapres Sebut Persoalan Ketenagakerjaan Indonesia Semakin Kompleks

Persoalan ketenagakerjaan di Indonesia semakin kompleks karena angka pengangguran masih tinggi serta masih rendahnya produktivitas ditambah dengan kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.