Nekat Ajukan PK Kedua, OC Kaligis: Putusan Artidjo Amburadul Pengacara senior OC Kaligis (Foto Antara/M Agung Rajasa)

MerahPutih.com - Pengacara senior Otto Cornelis (OC) Kaligis kembali mendaftarkan gugatan Peninjauan Kembali (PK) dengan alasan karena hakim agung Artidjo Alkostar sudah memasuki masa pensiun.

"Begini, kan sekarang (Artidjo) sudah enggak ada, Artidjo kan tidak pernah mau melihat fakta hukum dan artinya mengenai UU yang berlaku, jadi sekarang banyak PK yang turun setelah, Pak Artidjo putusannya amburadul nih," kata OC Kaligis, di pengadilan negeri Jakarta Pusat, Senin (25/3).

OC menjelaskan dirinya menggunakan dasar hukum putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memperbolehkan pengajuan PK lebih dari satu kali. Terpidana kasus suap Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumatera Utara itu merujuk putusan MK di bawah Patrialis Akbar, yang kini sama-sama menyandang status terpidana kasus korupsi.

"Saya ke sini dalam rangka PK kedua, karena putusan MK No. 4 yang ditandatangani Patrialis Akbar, itu bisa PK lebih dari sekali, MA sendiri mengatakan PK bisa lebih dari sekali, dua kali maksimum," tutur C Kaligis dikutip Antara.

Artidjo Alkostar. Foto: MP/Ponco

OC Kaligis divonis bersalah dalam kasus suap pengadilan untuk mengamankan perkara yang menyeret Gubernur Sumut saat itu Gatot Pudjo Nugroho dalam kasus korupsi dana bansos Sumut.

Pengacara senior itu diganjar divonis 5,5 tahun, denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan di tingkat pertama. Vonis itu diperberat pengadilan di tingkat banding menjadi 7 tahun penjara denda Rp300 juta, subsider 6 bulan kurungan

Vonis OC Kaligis kembali diperberat majelis hakim kasasi yang saat itu dipimpin Artidjo Alkostar menjadi 10 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Namun, berdasarkan putusan PK pertama pada pada 19 Desember 2017, putusan vonis OC Kaligis dikorting menjadi 7 tahun penjara, denda Rp300 juta, subsider 3 bulan kurungan. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH