Natal dan Tahun Baru, Penumpang KRL Wajib Gunakan Masker Ganda Ilustrasi - Calon penumpang KRL antre memasuki Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/11/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp. (ANTARA FOTO/YSW)

MerahPutih.com - Tren volume pengguna Kerta Rel Listrik (KRL) dalam beberapa pekan terakhir ini menunjukkan kenaikan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mencatat, volume rata-rata pengguna KRL Jabodetabek setiap hari Senin sepanjang bulan Desember ini sebanyak 490.844 pengguna.

"Atau lebih tinggi 4 persen dibandingkan dengan jumlah volume rata-rata pengguna KRL pada hari kerja lainnya sepanjang bulan Desember ini, yaitu sebanyak 471.026 pengguna," kata Anne kepada wartawan, Minggu (19/12).

Baca Juga:

Selama Natal dan Tahun Baru 2022, KRL Beroperasi Mulai Pukul 04.00 WIB

Pergerakan pengguna KRL pada hari kerja juga masih terkonsentrasi pada jam-jam sibuk, di pagi hari terkonsentrasi pada pukul 06.00 – 08.00 WIB, sedangkan pada sore hari terkonsentrasi pada pukul 16.00 – 18.00 WIB. Selain di waktu tersebut KRL nampak lebih lengang dan tidak ada antrean penyekatan pengguna.

KAI Commuter juga tetap mengoperasikan KRL Jabodetabek sebanyak 1.005 perjalanan tiap harinya, dengan total 94 rangkaian KRL.

"Sedangkan sebelumnya pada masa PPKM Level 4 kemarin, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 983 perjalanan KRL tiap harinya," imbuh Anne.

Pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), KAI Commuter tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan pengguna KRL memakai masker ganda.

Masker ganda yang disarankan adalah masker medis di dalam yang dilapis kembali dengan masker kain.

Sementara untuk masker yang filtrasinya telah mencukupi yaitu antara lain KF94, KN95, dan N95 maka tidak perlu dipakai berlapis dengan masker lainnya.

"Penutup hidung dan mulut jenis scuba maupun buff juga tidak dapat digunakan sebagai masker untuk pengguna KRL," tutur Anne.

Baca Juga:

Jelang Nataru Penumpang KRL Tembus 400 Ribu Per Hari

Selain itu, protokol kesehatan termasuk mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL, serta menjaga jarak tetap berlaku.

Calon pengguna KRL juga wajib menunjukkan sertifikat vaksin secara fisik maupun digital, ataupun memindai kode QR lewat aplikasi PeduliLindungi kepada petugas.

KAI Commuter mengimbau para pengguna untuk selalu merencanakan perjalanannya dengan mencari tahu syarat naik KRL, jadwal perjalanan, dan informasi kondisi kepadatan di stasiun.

KAI Commuter juga tetap memberlakukan pembatasan jumlah pengguna yang dapat naik KRL.

Petugas akan melakukan penyekatan dan antrean di stasiun bila kuota pengguna di dalam KRL sudah terpenuhi.

Aturan-aturan tambahan dalam menggunakan KRL juga tetap berlaku.

Seperti aturan untuk tidak berbicara secara langsung maupun melalui telepon genggam saat berada di dalam kereta.

Hingga penggunaan lansia dan pengguna dengan barang bawaan yang besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10:00 – 14:00.

"Atau di luar jam-jam sibuk, serta anak balita sementara dapat naik KRL hanya untuk keperluan medis yang ditunjukkan dengan surat-surat," jelas Anne.

Pengguna dapat mengatur waktu perjalanannya dengan melihat jadwal, posisi real time kereta dan kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi KRL Access.

Dengan perencanaan yang baik dan mengikuti berbagai protokol kesehatan yang berlaku bisa menciptakan transportasi KRL yang sehat, aman dan nyaman bagi para penggunanya.

KAI Commuter mengimbau untuk lebih disiplin dan taat lagi menjalankan protokol kesehatan dalam menggunakan transportasi KRL.

"Ini sehubungan dengan varian baru virus sudah ditemukan masuk ke Indonesia," tutup Anne. (Knu)

Baca Juga:

Jumlah Penumpang KRL Capai Rekor Tertinggi Sepanjang 2021

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hari Ini, Laksamana Yudo Dilantik Jadi Panglima TNI
Indonesia
Hari Ini, Laksamana Yudo Dilantik Jadi Panglima TNI

Persetujuan Komisi I DPR RI itu kemudian dibawa dalam Rapat Paripurna DPR RI Selasa (13/12).

Soal PayPal Cs, Komisi I DPR Minta Pemerintah Jemput Bola
Indonesia
Soal PayPal Cs, Komisi I DPR Minta Pemerintah Jemput Bola

Meutya Hafid meminta pemerintah untuk menjalin komunikasi secara intensif dengan perusahaan-perusahaan yang belum melakukan pendaftaran PSE itu.

Pembangunan Sirkuit Formula E di Ancol Tinggal 13 Persen
Indonesia
Pembangunan Sirkuit Formula E di Ancol Tinggal 13 Persen

Kontraktor pembuatan lintasan balap mobil berenergi listrik Formula E di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara terus dikebut.

Gibran Cairkan BTT untuk Korban Gempa Cianjur
Indonesia
Gibran Cairkan BTT untuk Korban Gempa Cianjur

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan akan mencairkan BTT tersebut untuk membantu para korban bencana.

Berganti Nama Jadi Jalan Raden Ismail, 654 Warga Berbongdong-bondong Ganti KTP
Indonesia
Berganti Nama Jadi Jalan Raden Ismail, 654 Warga Berbongdong-bondong Ganti KTP

Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Kota Administrasi Jakarta Pusat pun langsung jemput bola melakukan penyesuaian dokumen kependudukan bagi warga yang mengalami penggantian nama jalan di wilayah RT11/RW 04 Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Senin (4/7).

PKS Ungkap Alasan Belum Deklarasi Anies Jadi Capres
Indonesia
PKS Ungkap Alasan Belum Deklarasi Anies Jadi Capres

Koalisi Perubahan terdiri dari 3 partai, dan hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang belum mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024.

[HOAKS atau FAKTA]: Paracetamol Hingga Vitamin D3 Obat Tangkal Omicron
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Paracetamol Hingga Vitamin D3 Obat Tangkal Omicron

Pasien COVID19 tidak bisa sembarangan dalam mengonsumsi obat, karena obat yang dikonsumsi oleh pasien COVID-19 harus berdasarkan resep.

Rupiah Bakal Dekati Rp 15.200 Per Dolar AS
Indonesia
Rupiah Bakal Dekati Rp 15.200 Per Dolar AS

rupiah akan terus terdepresiasi bulan ini dengan target harga pertama Rp 15.000 per dolar AS dan target harga kedua Rp 15.200 per dolar AS

[HOAKS atau FAKTA]: Terawan Raih Penghargaan Atasi Masalah Diabetes di Indonesia
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Terawan Raih Penghargaan Atasi Masalah Diabetes di Indonesia

Setelah dilakukan penelusuran oleh Mafindo, video tersebut adalah video editan dari potongan video Najwa Shihab.

Menanti Kebijakan Pro Rakyat dari Mendag Zulkifli Hasan di Sektor Perdagangan
Indonesia
Menanti Kebijakan Pro Rakyat dari Mendag Zulkifli Hasan di Sektor Perdagangan

Publik tentu menantikan kebijakan-kebijakan solutif yang pro rakyat dari Zulkifli Hasan di sektor-sektor perdagangan.