Natal dan Tahun Baru, Konsumsi di Tujuh Wilayah ini Diprediksi Meningkat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (MerahPutih.com/Mauritz)

MerahPutih.Com - Menjelang Natal dan Tahun Baru Kementerian Perdagangan mewaspadai peningkatan konsumdi di tujuh wilayah. Selain itu, diprediksi akan terjadi lonjakan transportasi.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memperingatkan seluruh jajarannya untuk mewaspadai potensi peningkatan konsumsi dan transportasi menjelang Natal 2017 dan Libur Tahun Baru 2018 di tujuh wilayah.

Usai menyaksikan nota kesepahaman di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, Menteri Enggar memaparkan ketujuh wilayah yang berpotensi terjadi peningkatan konsumsi, yakni Sumatra Utara, seluruh Pulau Jawa, Bali, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat.

"Saya sudah turun ke beberapa provinsi, Eselon I sudah terjawal untuk keliling dan melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Bank Indonesia di provinsi-provinsi yang berpotensi konsumsinya meningkat di hari besar keagamaan dan akhir tahun," kata Enggar di Jakarta, Kamis (7/12).

Menteri Enggar sebagaimana dilansir Antara menjelaskan Kementerian Perdagangan telah berkoordinasi dengan seluruh Dinas Perdagangan di tingkat provinsi dan pihak terkait lainnya seperti distributor dan produsen untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru.

Enggar pun telah meninjau ketersediaan stok bahan pokok dan memastikan sejak awal Desember, stok tersebut sudah tersedia di daerah. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga akan melakukan operasi pasar di tujuh wilayah tersebut untuk mengendalikan harga bahan pokok, terutama beras medium dan premium.

Menurut dia, beras medium dan premium yang dijual di beberapa daerah sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diberlakukan pemerintah. Namun, ia tidak menampik ada sedikit kenaikan harga untuk beras medium.

"Beras premium harga jualnya di bawah HET, sedangkan beras medium di beberapa tempat masih sesuai HET, ada yang naik sedikit sekitar 100 sampai 200 rupiah," kata dia.

Enggartiasto Lukita menambahkan operasi pasar akan dilakukan oleh Bulog guna meredam harga bahan pokok agar tidak bergejolak selama libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH