Nasib Rizieq Shihab Tengah Dinegosiasikan Otoritas RI dan Arab Saudi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqafi berharap persoalan kepulangan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab bisa diselesaikan. Menurut Essam, saat ini, nasib Rizieq tengah dibicarakan pemerintah Arab Saudi dan Indonesia.

"Masalah ini sebenarnya sedang dinegosiasikan oleh otoritas atau pejabat tinggi kedua negara dan kami berharap ini segera bisa diselesaikan," kata Essam usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (25/11).

Baca Juga:

Habib Rizieq Dukung Proses Hukum Penyebaran Meme 'Joker' Anies

Saat disinggung kebenaran pemerintah Indonesia mencekal Rizieq, Essam enggan berkomentar. Dia hanya menyebut persoalan yang dihadapi Rizieq di Arab Saudi tengah dibicarakan kedua negara.

Rizieq Shihab sampai saat masih berada di Arab Saudi dan belum diizinkan untuk tinggalkan negara itu
Habib Rizieq. (MP/Widi Hatmoko)

"Saya tidak bisa bicara apa pun, karena ini sedang dinegosiasikan secara mendalam oleh kedua otoritas, antara Arab Saudi dan Indonesia," ujar dia.

Sebelumnya, Rizieq mengklaim dirinya dicekal oleh Pemerintah Indonesia. Ia menunjukkan surat pencekalan yang ditujukan kepada pemerintah Arab Saudi. Ia menjelaskan alasan pencekalan tersebut.

"Saya dilarang berpergian ke Saudi, bahkan ini dituliskan sebabnya adalah karena alasan keamanan. Jadi sekali lagi, saya dicekal di sini bukan karena saya lakukan pelanggaran keimigrasian, bukan saya melakukan pelanggaran pidana atau perdata, bukan karena saya melakukan sesuatu kejahatan di Saudi ini, tidak. Karena alasan keamanan," kata Rizieq seperti dilihat di cuplikan video YouTube Front TV, Minggu (10/11).

Baca Juga:

Panitia Pastikan Reuni 212 Tetap Digelar dengan Serangkaian Kegiatan

Rizieq menunjukkan dua bukti surat dua lembar yang diklaimnya sebagai surat pencekalan. Dia menyebut Kerajaan Arab Saudi akan mencabut pencekalannnya jika sudah ada perjanjian resmi pemerintah Indonesia untuk tidak mengganggunya.

Atas klaim itu, pemerintah Indonesia menyanggah. Perwakilan pemerintah menegaskan bahwa tidak pernah menerbitkan surat pencekalan atas nama Rizieq Shihab.(Pon)

Baca Juga:

Ramaikan 'Musim Demo', PA 212 & FPI Bakal Gelar Aksi Tuntut Pemulangan Habib Rizieq

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH