NasDem Usulkan 50 Persen Gaji Anggota DPR Dipotong untuk Penanganan COVID-19 Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Ahmad Ali (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Fraksi Partai NasDem mengusulkan setengah dari gaji anggota DPR dialokasikan bagi penanganan wabah COVID- 19. Pemotongan diusulkan mulai penggajian periode Maret 2020 ini.

"Secara resmi kami akan mengusulkan ini kepada pimpinan DPR pada 29 Maret nanti, pada saat Rapat Paripurna pembukaan masa sidang DPR yang ketiga," kata Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Ahmad Ali dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3).

Baca Juga:

Pandemi Corona, Ekonom Senior Sarankan Lockdown untuk Selamatkan Ekonomi Negara

Ali menegaskan, usulan ini muncul dalam upaya solidaritas dan membangun semangat gotong royong di seluruh elemen bangsa untuk mengatasi wabah COVID-19. Terlebih pada DPR, baik sebagai intistusi maupun personal para anggotanya.

Nasdem minta anggota DPR potong gajinya 50 persen untuk bantu warga
Ahmad Ali dari Nasdem menganjurkan agar anggota DPR potong gaji 50 persen untuk tangani corona (Foto: antaranews)

Dia melanjutkan, inisiatif ini juga dilakukan dalam rangka mengurangi beban anggaran negara dan mengalihkannya pada penanggulangan wabah.

"Secara teknis, kami serahkan kepada pihak Kesetjenan dengan Kementerian Keuangan prosesnya. Pokoknya setengah gaji anggota dewan masuk dalam program penanggulangan," papar Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem ini.

Baca Juga:

Rapid Test Diprioritaskan untuk Tenaga Medis dan Masyarakat di Zona Rawan

Akan berapa lama berlangsung pemotongan ini dilakukan, Ali menandaskan sampai wabah Covid-19 ini mereda di Tanah Air.

"Itu usulan kami. Kami berharap dan yakin seluruh anggota dewan akan menyepakati usulan ini, karena ini adalah bagian dari gotong royong di antara sesama anak bangsa," pungkasnya.(Pon)

Baca Juga:

Surat Terbuka Fadli Zon untuk Jokowi: Menunda Lockdown, Memperbanyak Korban

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sebab Kasus COVID-19 di Bogor Meroket
Indonesia
Sebab Kasus COVID-19 di Bogor Meroket

Peningkatan kasus positif di Kota Bogor terutama pada klaster keluarga, per Jumat mencapai 25 orang

Ngotot Wagub Dipilih Saat Darurat Corona, PAN: Anies Butuh Wakil
Indonesia
Ngotot Wagub Dipilih Saat Darurat Corona, PAN: Anies Butuh Wakil

"Kalau memang pada akhirnya harus memilih, buat apa tunda-tunda," kata Zita saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).

PPP Wacanakan Pemilihan Ketum Secara Aklamasi
Indonesia
PPP Wacanakan Pemilihan Ketum Secara Aklamasi

"Agar tidak ada perpecahan di partai karena akan menimbulkan efek di kemudian hari," kata Ketua DPW PPP Jawa Barat Ade Yasin.

Kapolda Metro Jaya Turun Tangan Ungkap Kasus Pembunuhan Editor Metro TV
Indonesia
Kapolda Metro Jaya Turun Tangan Ungkap Kasus Pembunuhan Editor Metro TV

"Silakan saja, kan nanti kita lakukan pemeriksaan ke semuanya. Kita dalami semuanya. Silakan saja," kata Yusri.

Novel Baswedan dan Keluarga Jalani Tes Swab Ulang di Rumah
Indonesia
Novel Baswedan dan Keluarga Jalani Tes Swab Ulang di Rumah

Penyidik KPK Novel Baswedan menjalani isolasi mandiri setelah dipastikan positif COVID-19

Larangan Bansos Tunai untuk Beli Rokok Dinilai Tepat
Indonesia
Larangan Bansos Tunai untuk Beli Rokok Dinilai Tepat

"Jadi sungguh tepat langkah yang dilakukan Menteri Sosial melarang BLT untuk membeli rokok serta memantau dengan ketat penggunaannya," kata Tigor

Pandemi COVID-19, Kasus Narkoba di Jateng Naik hingga Rutan Over Kapasitas
Indonesia
Pandemi COVID-19, Kasus Narkoba di Jateng Naik hingga Rutan Over Kapasitas

Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah rumah tahanan (rutan) di Jawa Tengah mengalami over kapasitas.

Orator Demo Terus Kecam Presiden Prancis
Indonesia
Orator Demo Terus Kecam Presiden Prancis

Haikal menyinggung sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga mengecam Macron. Dia meminta massa jangan takut dan khawatir untuk juga mengecam Macron.

Polisi Indikasikan Nanie Darham Bandar Kokain
Indonesia
Polisi Indikasikan Nanie Darham Bandar Kokain

Nanie Darham merupakan publik figur

Pasien Positif Corona Kabur, RSUP Persahabatan Akui Teledor
Indonesia
Pasien Positif Corona Kabur, RSUP Persahabatan Akui Teledor

Peristiwa ini disebut sudah berlangsung seminggu lalu. Pasien dijemput keluarganya.