NasDem Tak Yakin Prabowo Jadi Lawan Jokowi Sekjen DPP Nasdem Johnny G. Plate saat jumpa pers terkait penangkapan Bupati Lampung Tengah, Mustafa di DPP Nasdem, Jakarta. Foto: MP/Fadhli

Merahputih.com - Sekjen Partai Nasdem Jhonny G Plate meragukan mandat yang diberikan Partai Gerindra kepada Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden 2019-2024 akan dilaksanakan karena tidak menutup kemungkinan mandat tersebut digunakan untuk menunjuk kandidat lain.

"Apakah betul Prabowo akan menjadi capres di Pemililhan Presiden 2019? Atau jangan-jangan mandat yang diterima itu digunakan untuk menunjuk calon lain agar maju dalam kontestasi," kata Jhonny di Jakarta, Jumat.

Hal itu, sangat beralasan karena saat ini baru Partai Gerindra yang pasti mengusung Prabowo, sedangkan aturan parpol yang bisa mengusung pasangan capres-cawapres telah diatur dalam Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa pasangan calon diusulkan oleh parpol atau gabungan parpol peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu legislatif sebelumnya.

"Gerindra saat ini hanya memiliki 73 kursi di DPR RI lalu dibutuhkan 112 kursi untuk bisa mengusung capres sehingga masih kurang 39 kursi karena itu perlu membentuk koalisi," ujarnya dikutip Antara.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pidato politiknya di hadapan kader dan simpatisan pada acara "Prabowo Menyapa Warga Jawa Barat" di Depok, Jawa Barat, Minggu (1/4). Dalam pidatonya Prabowo menyampaikan visi dan misi Partai Gerindra menyongsong tahun politik 2018 dan 2019, serta mendukung pasangan Cagub dan Cawagub Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu pada Pilgub Jabar 2018. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras/18
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pidato politiknya di hadapan kader dan simpatisan pada acara "Prabowo Menyapa Warga Jawa Barat" di Depok, Jawa Barat, Minggu (1/4). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Dia menilai Prabowo mungkin banyak unsur pertimbangannya untuk maju dalam pilpres. Pertama syarat ambang batas pencalonan presiden, kedua elektabilitas bisa diangkat atau tidak dan ketiga dukungan logistik di Pilpres 2019.

Namun dia menegaskan bahwa Nasdem membuat peta konfigurasi persaingan di Pilpres 2019. Salah satunya memasangkan Prabowo dengan berbagai nama kandidat cawapres, dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan dinamika politik yang terjadi.

"Kami petakan semua berbagai kemungkinan sampai ada calon yang definitif maju. Kami yakini setiap persaingan itu ada optimisme, kami optimis dengan kekuatan koalisi yang telah dibangun dan relawan," katanya. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH