NasDem dan Surya Paloh Sedang 'Cek Ombak' Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh usia membesuk Wiranto di Jakarta. (Antara/Boyke Ledy Watra)

Merahputih.com - Akademisi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Mikhael Raja Muda Bataona menilai Partai NasDem dan Surya Paloh sedang mempraktikkan strategi politik test the water atau mengetes psikologi dan reaksi publik tentang siapa yang layak diterima menjadi calon presiden (capres) 2024.

"Surya Paloh sedang menguji reaksi publik lewat pertemuan dengan Anies Baswedan, dan puncaknya adalah saat mereka mengundang Anies di acara pembukaan kongres yang biasanya dihadiri Presiden dan para ketua partai," ujar Mikhael Bataona di Kupang, Kamis (14/11).

Baca Juga

PDIP Punya Dendam Lama dengan Nasdem

Hal itu dikatakan terkait nama Anies Baswedan yang tidak disebutkan dalam Kongres Partai NasDem untuk menjadi calon presiden pada 2024.

Kongres Partai NasDem sendiri telah berakhir. Surya Paloh dicalonkan untuk menjadi Capres 2024, bukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) menghadiri pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat (8/11/2019). ANTARA FOTO/
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) menghadiri pembukaan Kongres II Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat (8/11/2019). ANTARA FOTO/

Menurut dia, walaupun Kongres Partai NasDem tidak menyebutkan nama Anies, tetapi dengan memberi panggung kepada Gubernur DKI itu, sesungguhnya Surya Paloh dan NasDem sedang mempromosikan Anies yang masuk dalam daftar mereka untuk 2024.

"Jadi ini murni test the water atau mengetes psikologi dan reaksi publik. Jika persepsi itu baik, maka mereka akan lanjut dengan hipotesis ini," jelas dia.

Tetapi jika di tengah jalan Anies dipersepsikan secara buruk dan tidak disukai basis konsituen NasDem, maka akan dievaluasi.

Baca Juga

PDIP Dianggap Tengah 'Mengunci' Ruang Gerak Nasdem

"Sehingga, menurut saya, ini hanya sebuah cara NasDem mencari tahu reaksi apa yang akan diperoleh ketika mereka memberi panggung ke Anies," jelas pengajar Ilmu Komunikasi Politik dan Teori Kritis pada Fakultas Ilmu Sosial Politik Unwira itu.

NasDem, seperti dikutip Antara, bisa saja mengatakan go to hell atau persetan dengan persepsi atau pandangan masyarakat yang buruk terhadap Anies. Tapi harus dipahami bahwa partai politik bernapas dari persepsi publik. "Jadi saya kira, setelah beberapa bulan ke depan hal ini akan dievaluasi," tutup Bataona. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH