NasDem Akan Lanjutkan Usulan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Ilustrasi (foto: focus for health)

MerahPutih.com - Fraksi Partai NasDem DPR menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan agar Rancangan Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dapat diundangkan.

Data kekerasan seksual yang setiap tahunnya meningkat menunjukkan sudah begitu berbahayanya praktek kekerasan seksual di Indonesia. Sementara belum ada payung hukum yang secara khusus mengatur tentang kekerasan seksual.

“Kejahatan ini harus dihentikan, korban kekerasan seksual mesti mendapat perlindungan dan masyarakat mesti disadarkan pentingnya bersama-sama mencegah kekerasan seksual terjadi di sekitar kita," kata Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) NasDem di Baleg DPR, Taufik Basari, menanggapi usulan Komisi VIII DPR untuk menarik RUU PKS dari prolegnas 2020 dalam keterangannya, Kamis (2/7).

Baca juga:

Bangun Otot Lebih Cepat? Jangan Hanya Makan Putih Telur Saja!

Menurut mantan Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ini, dukungan terhadap RUU PKS adalah sebagai wujud dukungan terhadap para korban kekerasan seksual.

Taufik berjanji dirinya bersama Fraksi NasDem akan melobi fraksi-fraksi lain termasuk yang bersikap menolak keberadaan RUU ini.

“Kami akan coba mengajak teman-teman lain untuk melihat kebutuhan adanya RUU ini adalah untuk kepentingan bersama, dengan alasan kemanusiaan dan semangat melawan kejahatan serta melindungi korban,” ujarnya.

Mendikbud Nadiem minta waktu untuk mencari pemecahan atas banyak kasus kekerasan seksual di kampus.(Foto: Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi (Foto: Pixabay/mohamed_hassan)

Ia menyadari di masa periode yang lalu memang ada salah pengertian terhadap RUU PKS sehingga mengalami penolakan beberapa kelompok.

“Tapi kami yakin jika kita melihat jernih, obyektif dan kepala dingin, pandangan terhadap RUU ini dari yang dahulunya menolak akan berubah pandangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Taufik menjelaskan, pada periode DPR 2019-2024 ini, awalnya RUU PKS sebenarnya adalah usul inisiatif darinya sebagai anggota DPR RI untuk memasukkan RUU tersebut ke dalam Prolegnas.

Usul ini didukung oleh Fraksi Partai NasDem dan setelah disampaikan ke Badan Legislasi kemudian disetujui untuk masuk dalam prolegnas prioritas 2020 sebagai usulan anggota Fraksi Partai NasDem.

Namun setelah Prolegnas disahkan di Paripurna, atas permintaan Pimpinan Komisi VIII RUU PKS tersebut diminta untuk diubah statusnya menjadi usulan Komisi VIII. "Ternyata setelah diubah statusnya justru membuat RUU tersebut tidak berjalan," ungkapnya.

Baca juga:

Beberapa Penyebab Kencingmu Bau

Taufik sebagai pengusul awal saat penyusunan Prolegnas Prioritas 2020 ini menyayangkan mandeknya RUU tersebut akibat dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2020 oleh Komisi VIII DPR.

“Padahal jika dahulu tidak diubah status pengusulnya, Fraksi NasDem sudah siap untuk menyampaikan Naskah Akademik dan Draft RUU-nya. Namun demikian, bukan berarti berhenti sampai di sini. Fraksi NasDem akan terus mengawal RUU ini hingga berhasil disahkan,” ujar Taufik.

Ia menambahkan, jika dikembalikan lagi kepada Fraksi NasDem sebagai pengusul, Fraksinya siap mengakomodir masukan-masukan dari berbagai pihak agar RUU PKS dapat lebih dapat diterima dan tidak menimbulkan salah pengertian. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tujuh Pegawai KPK Terkena COVID 19
Indonesia
Tujuh Pegawai KPK Terkena COVID 19

Saat ini masih seorang dalam proses perawatan di rumah sakit dan berada dalam kondisi baik.

TVRI Kena Sanksi Tayangkan Adegan Ciuman Bibir di Acara 'Jendela Dunia'
Indonesia
TVRI Kena Sanksi Tayangkan Adegan Ciuman Bibir di Acara 'Jendela Dunia'

TVRI dan lembaga penyiaran lainnya untuk berhati-hati dan teliti setiap akan menyiarkan sebuah program

Kematian George Floyd Jadi Cerminan Kasus Rasial di Papua
Indonesia
Kematian George Floyd Jadi Cerminan Kasus Rasial di Papua

Usman Hamid menilai kasus semacam ini mirip kaitannya dengan praktik opresif melawan kebebasan berekspresi di Papua serta isu rasisme terhadap orang Papua

Pelanggar Protokol Kesehatan di Sidoarjo Disanksi Berdoa di Makam Korban COVID-19
Indonesia
Pelanggar Protokol Kesehatan di Sidoarjo Disanksi Berdoa di Makam Korban COVID-19

Para palanggar tersebut terdiri dari 93 pria dan 9 wanita yang terjaring razia masker oleh TNI, Polri dan Satpol PP Sidoarjo.

Polisi bakal Cecar IDI dan Ahli Bahasa soal Klaim 'Obat' Corona Hadi Pranoto
Indonesia
Polisi bakal Cecar IDI dan Ahli Bahasa soal Klaim 'Obat' Corona Hadi Pranoto

Polisi akan coba mengundang dan mengklarifikasi dua saksi yang diajukan oleh Muannas tersebut.

Ketum Partai yang Juga Pembantu Jokowi Hadiri Rakernas PDIP
Indonesia
Ketum Partai yang Juga Pembantu Jokowi Hadiri Rakernas PDIP

Rakernas I menggelar pameran tentang kekayaan pangan, bumbu-bumbuan, rempah, kekayaan hayati

Gerindra DKI Desak Anies Segera Cairkan Insentif Tenaga Medis
Indonesia
Gerindra DKI Desak Anies Segera Cairkan Insentif Tenaga Medis

Pemprov DKI tidak boleh menahan insentif untuk tenaga medis dan dokter

TNI Kontak Tembak dengan KKB di Pegunungan Bintang
Indonesia
TNI Kontak Tembak dengan KKB di Pegunungan Bintang

Yang bersangkutan saat ini sudah dievakuasi ke Jayapura dan dirawat di RSMI

Kapolda Metro Buka-bukaan Alasan Jakarta Paling Banyak Penderita COVID-19
Indonesia
Kapolda Metro Buka-bukaan Alasan Jakarta Paling Banyak Penderita COVID-19

Lalu, bulan Oktober merupakan kampanye jaga jarak

Dikalahkan Gibran dari Hasil Survei, Purnomo: Lihat Saja Rekomendasi Jatuh kepada Siapa
Indonesia
Dikalahkan Gibran dari Hasil Survei, Purnomo: Lihat Saja Rekomendasi Jatuh kepada Siapa

Siapa pun pasangan cawali dan cawawali yang dapat rekomendasi DPP PDIP adalah pilihan terbaik.