Nasabah Gagal Bayar PT MPIP Banjiri Gedung MPR/DPR dengan Karangan Bunga Nasabah Gagal Bayar PT MPIP Banjiri Gedung DPR/MPR dengan Karangan Bunga (ist)

Merahputih.com - Sejumlah nasabah gagal bayar PT Mahkota Properti Indo Permata (MPIP) memasang karangan bunga di gedung DPR/MPR. Hal itu dilakukan sebagai sikap protes sekaligus meminta perhatian Presiden Jokowi dan Ketua DPR Puan Maharani atas kasus yang menimpa mereka.

"Aksi ini kami lakukan supaya pemerintah dan mereka yang duduk sebagai wakil rakyat itu memikirkan nasib kami ini," ujar HS, korlap nasabah PT MPIS kepada wartawan, Jumat (22/5).

HS mengajak seluruh nasabah di OSO Sekuritas, PT MPIP dan PT MPIS untuk bergabung dan berjuang bersama mendapatkan haknya agar bisa kembali. Caranya dengan melaporkan secara pidana agar aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut, sebagaimana pernah disampaikan pengacara terkenal Hotman Paris dan Otto Hasibuan.

"Jangan mau (nasabah) diiming-imingi untuk ikut PKPU, sebab duit tidak akan kembali. Lebih baik diproses secara pidana supaya diusut pihak kepolisian," ujarnya.

Polda Metro Jaya menyatakan sudah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. "Tim sudah diturunkan lakukan penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Yusri tak bersedia lebih jauh menjelaskan sejauhmana hasil pengusutan yang telah diperoleh kepolisian. Termasuk kabar mangkirnya Raja Sapta Oktohari dari panggilan polisi. "Wah soal itu (mangkir) saya belum tau, nanti saya cek dulu," jelas Yusri.

Dalam kasus dugaan investasi bodong gagal bayar ini, Raja Sapta Oktohari alias Okto ipolisikan atas dugaan penipuan, penggelapan, tindak pidana perbankan dan pencucian uang.

Para korban mengaku tergiur karena dijanjikan bunga antara 8-10 persen per tahun atas dana yang mereka investasikan di PT MPIP. Pihak MPIP melalui marketing menjamin bahwa dana pokok aman dan tidak akan hilang.

"Sertifikat investasi surat utang yang diberikan oleh PT MPIP tercantum nama Raja Sapta Oktohari sebagai Direktur Utama. Karena melihat nama besar RSO, kami jadi percaya," kata VS, salah satu korban pelapo didampingi kuasa hukumnya Alvin Lim, dari LQ Indonesia Lawfirm saat mengawal kasus yang dilaporkan di Polda Metro Jaya, Rabu (6/5). (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kampanye Daring di Pilkada Serentak Tidak Diminati
Indonesia
Kampanye Daring di Pilkada Serentak Tidak Diminati

Badan Pengawas Pemilihan Umum menyebutkan 95 persen dari 270 daerah yang menggelar Pemilihan kepala daerah serentak 2020 masih menggelar kampanye tatap muka pada 10 hari pertama gelaran tahapan kampanye.

Politikus Demokrat: Risma Perlu Belajar Lagi di Kementerian Sosial
Indonesia
Politikus Demokrat: Risma Perlu Belajar Lagi di Kementerian Sosial

Risma diharapkan dapat mendongkrak kinerja Kabinet Indonesia Maju.

KPK Sebut Vonis Peneror Novel Jadi Preseden Buruk bagi Pemberantasan Korupsi
Indonesia
KPK Sebut Vonis Peneror Novel Jadi Preseden Buruk bagi Pemberantasan Korupsi

Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, masing- masing dihukum dua tahun penjara dan 1,5 tahun penjara.

PT KAI-KCI Simulasi Keadaan Darurat COVID-19 di Dalam KRL
Indonesia
PT KAI-KCI Simulasi Keadaan Darurat COVID-19 di Dalam KRL

Nantinya dua orang personil pengamanan stasiun juga menggunakan APD lengkap dan tandu untuk evakuasi pengguna yang tidak sadarkan diri

Pasca Disidak Risma, Tunawisma di Sudirman-Thamrin Dicari Anak Buah Anies
Indonesia
Pasca Disidak Risma, Tunawisma di Sudirman-Thamrin Dicari Anak Buah Anies

Riza mengaku bingung ada tunawisma di Jalan Protokol Jakarta

Ada yang Terjangkit Virus Corona, Ratusan Tamu Hotel di Spanyol Harus Diisolasi
Indonesia
Ada yang Terjangkit Virus Corona, Ratusan Tamu Hotel di Spanyol Harus Diisolasi

Ratusan tamu di sebuah hotel Pulau Tenerife, Spanyol, harus diisolasi selama 14 hari ke depan karena virus corona.

Buzzer Penikmat Duit Negara
Indonesia
Buzzer Penikmat Duit Negara

Kementerian Pariwisata menjadi kementerian yang paling banyak menerima anggaran. Sebanyak Rp77,66 miliar telah dihabiskan kementerian yang dinakhodai Wishnutama Kusubandio itu untuk pengadaan 22 paket.

Fokus Pada Ekonomi Digital, ASEAN Keluarkan Digital Masterplan 2025
Indonesia
Fokus Pada Ekonomi Digital, ASEAN Keluarkan Digital Masterplan 2025

Masteplan ini menyangkut prosedur administrasi dan metode transfer data antarnegara anggota ASEAN yang menjadi dasar utama dalam mengadopsi transformasi digital (ASEAN Digital.

Satpol PP DKI Sarankan Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam Ditiadakan
Indonesia
Satpol PP DKI Sarankan Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam Ditiadakan

Alangkah baiknya bila masyarakat mempunyai tanggung jawab

Polisi Pastikan Pesta yang Dihadiri Raffi Ahmad dan Ahok Tak Berizin
Indonesia
Polisi Pastikan Pesta yang Dihadiri Raffi Ahmad dan Ahok Tak Berizin

Lokasi pesta yang dihadiri para pesohor termasuk Raffi Ahmad dan Ahok berlokasi di Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan.