Kesehatan
Narasi Menyesatkan COVID-19 Membunuh Lebih Banyak Orang yang Divaksinasi Situs konspirasi bahkan mengklaim orang yang divaksinasi meninggal pada tingkat yang lebih tinggi. (123RF/zeferli)

ADA sekelompok orang, termasuk mereka yang mendorong agenda antivaksin secara daring, telah mengklaim sebagian besar korban yang meninggal karena virus corona varian Delta telah divaksinasi.

Satu situs konspirasi bahkan mengklaim orang yang divaksinasi meninggal pada tingkat yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak menerima suntikan. Tentunya pernyataan tersebut tidak benar.

Situs-situs tersebut menggunakan angka nyata dengan cara yang menyesatkan untuk sampai pada kesimpulan yang benar-benar salah: bahwa vaksin COVID-19 sepertinya tidak bekerja atau bahkan lebih banyak berbahaya daripada manfaatnya.

BACA JUGA:

Potret Parno Lansia Hadapi COVID-19

Angka dari data terbaru yang dikumpulkan Public Health England (PHE) menunjukkan ada 92.029 kasus Delta yang dikonfirmasi antara 1 Februari dan 22 Juni. Sebagian besar diidentifikasi pada Juni.

Dari jumlah tersebut, 58 persen berada pada orang yang tidak divaksinasi dan hanya 8 persen pada orang divaksinasi lengkap. Untuk konteksnya, pada awal Juni lebih dari setengah juta orang dewasa di Inggris telah divaksinasi lengkap. Jika vaksin tidak membantu, mereka diperkirakan akan melihat lebih dari setengah kasus. Jadi sebenarnya, dapat dilihat bahwa vaksin itu mengurangi kasus. Demikian diberitakan BBC.com (4/7).

covid-19
Mereka menggunakan angka nyata dengan cara yang menyesatkan, untuk sampai pada kesimpulan yang salah. (123RF/photochicken)

Dari 117 orang yang meninggal akibat varian Delta, pertama kali diidentifikasi di India, 50 persen atau 43 persen telah divaksinasi lengkap. Pada 13 Juni, tajuk utama Daily Mail mengklaim proporsi mereka yang sekarat yang telah divaksinasi lengkap telah 'menakut-nakuti' Perdana Menteri Boris Johnson untuk menunda pelonggaran pembatasan 21 Juni dan menggambarkannya sebagai 'pukulan'.

Namun, apa yang sebenarnya ditunjukkan angka-angka itu tidak terlalu mengkhawatirkan. Angka 43 persen hanya berkaitan dengan kematian. Jadi, angka itu tidak termasuk semua orang yang divaksinasi yang terpapar COVID-19 tetapi tidak tertular, atau tertular virus tetapi tidak sakit parah.

Saat ini, hampir semua orang yang berisiko meninggal akibat COVID-19 telah divaksinasi (lebih dari 90 persen) di Inggris. Tidak ada vaksin yang sempurna dalam mencegah orang terkena COVID-19. Oleh karena itu sejumlah kecil orang masih akan mati.

covid-19
Tidak ada vaksin yang sempurna dalam mencegah orang terkena COVID-19. (123RF/silviamoraleja)

Saat setiap orang telah divaksinasi, 100 persen kematian akibat COVID-19 terjadi pada orang yang tidak divaksinasi. Namun, jumlah sebenarnya orang yang meninggal akan jauh lebih rendah. Vaksin tersebut diperkirakan telah menyelamatkan 27.000 nyawa di Inggris.

Ada pula alasan lain kita saat ini tidak bisa hanya membandingkan jumlah kematian COVID-19 antara orang yang divaksinasi dan tidak divaksinasi untuk sampai pada kesimpulan tentang seberapa efektif suntikan itu. Kebanyakan orang yang divaksinasi lengkap berusia di atas 50 tahun, golongan usia yang lebih mungkin meninggal. Sementara itu, kebanyakan orang yang tidak divaksinasi masih muda dan sehat. Jadi jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan dan percaya begitu saja pada ilusi angka yang memiliki makna menyesatkan.(aru)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pencinta Sushi, Pikir Dua Kali Sebelum Mencampur Wasabi dan Kecap Asin
Fun
Modus PDKT ala Idola K-Pop
ShowBiz
Modus PDKT ala Idola K-Pop

Tak ada yang dilakukan secara publik.

Chvrches Rilis Single ‘How Not To Drown’ Bareng Robert Smith
ShowBiz
Chvrches Rilis Single ‘How Not To Drown’ Bareng Robert Smith

Single How Not To Drown merupakan single kedua yang diambil dari album terbaru Chvrches.

Kunci Sukses ala Awkarin
ShowBiz
Kunci Sukses ala Awkarin

Awkarin sukses lewat karya-karyanya.

Cara Membedakan Helm Cargloss Palsu dan Asli
Fashion
Cara Membedakan Helm Cargloss Palsu dan Asli

Banyak produsen nakal yang menawarkan helm cargloss palsu dengan stiker yang mudah dilepas.

Alice in Borderland akan Kembali di Season 2
ShowBiz
Alice in Borderland akan Kembali di Season 2

Popularitasnya bahkan merambah hingga ke negara-negara lain di luar Jepang.

4 Bintang K-Pop dengan Gaya Fesyen Andalannya Saat Latihan Menari
ShowBiz
4 Bintang K-Pop dengan Gaya Fesyen Andalannya Saat Latihan Menari

Selain lagu dan tarian, pakaian yang digunakan para idola K-Pop juga mampu mengalihkan perhatian penggemar.

Keputusan Wamil Baekhyun EXO Tuai Kritik, Apa Alasannya?
ShowBiz
Keputusan Wamil Baekhyun EXO Tuai Kritik, Apa Alasannya?

Rumor mengenai perlakuan khusus yang diterima seleb selama wamil sudah jadi suatu hal yang sering menimbulkan perdebatan.

Clint Eastwood Ungkap Alasan Terus Eksis di Hollywood
ShowBiz
Clint Eastwood Ungkap Alasan Terus Eksis di Hollywood

dia belum selesai dengan industri ini.

Tak Mau Kalah, Twitter Bikin Aplikasi Mirip Clubhouse
Fun
Tak Mau Kalah, Twitter Bikin Aplikasi Mirip Clubhouse

Spaces dibuat Twitter untuk pengguna Android.