Isu Banteng Vs Celeng Berpotensi Digoreng Lawan Politik PDIP Sampai Kering Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memantau percepatan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Grobogan, Rabu (13/10). ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng

MerahPutih.com - Bursa pencalonan presiden di internal PDI Perjuangan (PDIP) sudah ramai meski Pilpres 2024 masih jauh. Persaingan secara tak langsung kerap terjadi antara Ketua DPR RI Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Narasi banteng versus celeng muncul di tengah memanasnya internal PDIP. Hal itu bermula dari langkah Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo Albertus Sumbogo mendeklarasikan diri siap mendukung Ganjar Pranowo maju Pilpres 2024.

Baca Juga

Kader PDIP Berhak Dukung Ganjar Meski Tidak Direstui Megawati

Merespons deklarasi itu, Ketua DPD PDIP Jateng Bambang 'Pacul' Wuryanto menyebut soal banteng dan celeng. Ia menegaskan, PDIP adalah partai yang mengikuti satu arahan dari pimpinan. Seluruh kader wajib mengikuti aturan dari ketua umum.

Bambang menyebut oknum kader PDIP yang mendeklarasikan capres mendahului arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah keluar dari barisan. Untuk itu, pimpinan dari oknum tersebut harus memberikan sanksi.

Kemudian Bambang bicara sebuah adagium yang ada di partai berlogo banteng moncong putih itu. Menurutnya, kader yang keluar dari barisan bukanlah banteng, melainkan celeng.

Pengamat politik Karyono Wibowo menilai perseteruan antara Bambang Pacul dan pendukung Ganjar kontraproduktif. Menurutnya, hal tersebut akan merugikan PDIP. Apalagi, konflik tersebut dipertontonkan terbuka di media massa.

"Ini dapat dimanfaatkan oleh lawan politik PDIP dan bisa digoreng sampe kering isu ini," kata Karyono saat dihubungi MerahPutih.com, Rabu (13/10).

Seluruh kader PDIP, kata Karyono, harus memiliki kesamaan visi dalam menyongsong Pemilu 2024. Pemilu 2024 harus dipandang sebagai pertarungan ideologis bukan sekadar pertarungan kekuasaan.

Paradigma kader dan pimpinan PDIP terhadap Pilpres 2024, jangan semata-mata hanya sekedar pertarungan kekuasaan, tetapi pertarungan untuk mewujudkan cita-cita ideologi dan memenangkan aspirasi rakyat.

"Kalo paradigmanya itu, ada kearifan dan kebijaksanaan, maka syaratnya kemudian adalah kasih ruang yang sama kepada putra putri terbaik yang ada di PDIP," ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memimpin Rapat Evaluasi Penanganan COVID-19 di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (11/10). ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memimpin Rapat Evaluasi Penanganan COVID-19 di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (11/10). ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng

Dengan begitu, kata Karyono, kader-kader terbaik PDIP akan turun ke masyarakat, membuat terobosan untuk memajukan negara dan mensejahterakan rakyat, sehingga mengharumkan nama partai besutan Megawai Soekarnoputri tersebut.

"PDIP seharusnya lebih mementingkan aspek platfrom perjuangan berlandaskan pada ideologi partai. Kalau paradigmanya dalam memandang Pilpres itu sekedar kekuasaan maka yang terjadi adalah ego," kata dia.

"Saya kira jika paradigmanya seperti itu ada kearifan, nah baru bicara siapa yang paling layak (jadi capres)," sambung Karyono.

Untuk itu, ia mengingatkan agar elite PDIP tidak mengunci satu nama untuk dijadikan tokoh nasional dalam kontestasi politik 2024. Konsekuensinya, jika respons pasar rendah terhadap satu nama tersebut maka yang rugi adalah PDIP sendiri.

"Nantinya PDIP akan kalah pilpres dan legislatif. Harapan untuk menang hattrick buyar. Biarkan bunga itu tumbuh mengharumkan semerbak bangsa. Jadi siapa figur yang paling banyak didukung oleh masyarakat itu terserah masyarakat," ujarnya.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute ini melanjutkan, untuk menentukan figur yang potensial memenangkan Pilpres parameternya adalah hasil survei. Pasalnya, prefrensi masyarakat terhadap capres dan cawapres itu dipotret melalui suvei.

"Kalau memang si A yang paling banyak dipilih masyarakat, si B harus legowo, jadi syaratnya harus legowo. Figur dengan elektabelitas partai itu sangat memiliki keterkaitan erat, mempunyai korelasi antara figur dengan elektebelitas partai," imbuhnya.

Berkaca dari pengalaman, figur Jokowi mampu mendongkrak suara PDIP pada Pemilu 2014. Tak hanya figur Jokowi, Tri Rismaharini juga dianggap sukses memimpin Surabaya dan itu berdampak positif terhadap elektoral PDIP.

"Jadi rumusnya itu, tebarkan kebaikan biarkan kader itu turun ke masyarakat untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat, partai dan negara," kata dia.

Karyono meyakini, Megawati Soekarnoputri akan sangat hati hati dalam membuat keputusan tentang siapa calon presiden yang akan diusung oleh PDIP. Megawati, kata Karyono, sudah teruji membawa PDIP dan Jokowi dua kali berturut-turut memenangkan Pileg dan Pilpres.

"Ibu Mega tentu ingin memiliki legacy di usianya yang sudah lanjut. Beliau sudah banyak berkiprah di republik ini sejak di DPR, wakil presiden, presiden kemudian jadi playmaker ketua umum partai yang memenangkan Pilpres dua kali berturut turut. Saya yakin ingin memiliki legacy hattrick memenangkan Pileg dan Pilres 2024," tutup Karyono. (Pon)

Baca Juga

Ganjar Pranowo Sulit Didukung PDIP karena Masih Dikuasai Trah Soekarno

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menteri Gus Yaqut Gali Makna Idul Fitri dan Kenaikan Isa Almasih di Hari yang Sama
Indonesia
Menteri Gus Yaqut Gali Makna Idul Fitri dan Kenaikan Isa Almasih di Hari yang Sama

Umat Nasrani dan Muslim di tanah air dapat menjadikan momen penting ini untuk terus merajut kebersamaa

MKD Pastikan Bakal Netral Tangani Aduan Terhadap Azis Syamsuddin
Indonesia
MKD Pastikan Bakal Netral Tangani Aduan Terhadap Azis Syamsuddin

Tidak mungkin MKD melaksanakan tugas di luar koridor

Buka Sekolah, Kabupaten Tangerang Tunggu Perintah Pemprov Banten
Indonesia
Buka Sekolah, Kabupaten Tangerang Tunggu Perintah Pemprov Banten

Vaksinasi pelajar di Kabupaten Tangerang sudah mencapai 22.672 sasaran, sedangkan untuk vaksin guru sudah tercapai sekitar 80 persen dari target yang ditentukan.

[Hoaks atau Fakta]: Helikopter Israel Jatuh Ditembak Rudal Palestina
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Helikopter Israel Jatuh Ditembak Rudal Palestina

Helikopter bukan punya Israel. Helikopter di video tersebut dirudal oleh milisi Nayrab di timur Idlib, Syria pada 2020.

Rawan Terpapar COVID-19, Ratusan Ibu Hamil dan Menyusui di Solo Ikut Vaksinasi
Indonesia
Rawan Terpapar COVID-19, Ratusan Ibu Hamil dan Menyusui di Solo Ikut Vaksinasi

"Vaksinasi ibu hamil sudah kita mulai pada Selasa kemarin. Total ada 1.000 ibu hamil yang menjadi target vaksinasi," kata Gibran

Jokowi Saksikan Cak Lontong Hingga Bimbim Slank Divaksinasi
Indonesia
Jokowi Saksikan Cak Lontong Hingga Bimbim Slank Divaksinasi

Jokowi berharap dengan semakin banyak masyarakat yang divaksin juga dapat menurunkan penyebaran COVID-19

Sampai di Italia, Jokowi Langsung Hadapi Agenda Padat Bidang Ekonomi-Kesehatan
Indonesia
Sampai di Italia, Jokowi Langsung Hadapi Agenda Padat Bidang Ekonomi-Kesehatan

Presiden Joko Widodo sudah tiba di kota Roma, Italia pada Jumat (29/10) sore, sekitar pukul 17.25 waktu setempat.

[Hoaks atau Fakta]: Masyarakat Baduy Belum Pernah Divaksin
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Masyarakat Baduy Belum Pernah Divaksin

Anak usia bawah lima tahun (balita) Baduy menerima vaksin imunisasi untuk mencegah berbagai penyakit menular, seperti campak dan polio pada bulan Maret 2010.

Tahan Laju COVID-19, Masyarakat Diimbau tidak Liburan saat Imlek
Indonesia
Tahan Laju COVID-19, Masyarakat Diimbau tidak Liburan saat Imlek

Pandu Riono mengajak masyarakat tidak bepergian saat libur tahun baru Imlek, akhir pekan ini untuk menahan laju pandemik COVID-19.

MAKI Minta KPK Ungkap Sosok 'King Maker' dalam Kasus Pinangki
Indonesia
MAKI Minta KPK Ungkap Sosok 'King Maker' dalam Kasus Pinangki

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap sosok 'King Maker' yang berada di balik kasus pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk kepentingan Djoko Tjandra.